Waspadai The Fed, Rupiah Melemah di Level Rp14.699

Rupiah melemah 17 poin sore ini

Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (14/6/2022).

Dikutip dari Bloomberg, rupiah melemah 17 poin ke level Rp14.699 per dolar AS sore ini. Pada penutupan sebelumnya, rupiah berada di level Rp14.682 per dolar.

Baca Juga: Dibayangi Sentimen Negatif, Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp14.756

1. Inflasi AS panas

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah melemah karena dolar menguat di saat investor bersiap untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve yang agresif dan kemungkinan resesi.

Ibrahim menyebut, penguatan dolar baru-baru ini mengikuti rilis indeks harga konsumen AS bulan Mei pada Jumat, yang melonjak ke level tertinggi empat dekade baru di 8,6 persen pada tahun ini.

“Menyebabkan para pedagang memperkirakan kenaikan suku bunga yang lebih agresif, karena Federal Reserve berjuang untuk mengatasi hal-hal yang tidak terduga,” katanya.

2. Imbal hasil treasury AS naik

Ibrahim menyebut, pasar kini bertaruh kenaikan cepat akan terjadi saat pembacaan inflasi pada Jumat.

“Kenaikan suku bunga 75 basis poin berturut-turut pada bulan Juni dan Juli mendekati harga penuh, mengirimkan gelombang kejutan di seluruh kelas aset,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, prospek kenaikan lebih lanjut oleh Federal Reserve dalam waktu dekat telah mengakibatkan imbal hasil Treasury 2 tahun naik dengan kuat, menjadi 3,3091 persen.

“Hasil 10 tahun di bawah itu, pada 3,3050 persen, sebuah inversi yang biasanya dilihat sebagai tanda resesi yang akan datang,” katanya.

3. Rupiah sempat melemah 60 poin

Ibrahim menjelaskan, dalam perdagangan sore ini mata uang rupiah kembali melemah 17 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 60 poin.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.680-Rp14.730,” katanya.

Topik:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya