Comscore Tracker

Sosialisasi Uber Kurang Jelas, Pengguna dan Driver Masih Bingung

Kompensasi dari Uber pun masih belum jelas

Secara resmi CEO Uber Dara Khosrowshahi telah memberikan pernyataan bahwa Uber akan bergabung ke Grab. Sebagai gantinya, Uber akan mendapat 27,5 persen saham di perusahaan gabungan tersebut. Beberapa pekan ke depan, Uber akan membantu para pelanggan untuk beralih ke Grab.

1. Kekhawatiran biaya perjalanan di Grab makin mahal

Sosialisasi Uber Kurang Jelas, Pengguna dan Driver Masih Bingung eco-business.com

Hingga saat ini, pelanggan Uber hanya mendapatkan surat perpisahan melalui email.   Dalam email  tersebut, tidak ada penjelasan apa pun, kecuali Uber akan melakukan transisi pelayanan dalam aplikasi Grab pada 8 April 2018.

Sangat disayangkan Uber akan berhenti beroperasi di Asia Tenggara. Pasalnya, banyak orang yang menggunakannya karena tarifnya lebih terjangkau daripada lainnya. Salah satunya adalah Pinka Tsarina Wima yang sering menggunakan Uber X atau mobil.

"Selama ini aku menggunakan Uber karena harganya murah, nanti kalau gabung Grab jangan-jangan harganya bakal lebih mahal," tuturnya kepada IDN Times, Selasa, (27/3).

Belum lagi harus membiasakan diri dengan aplikasi Grab yang belum tentu senyaman Uber. Ada pun menurut Ernia Karina, untuk saat ini mungkin akan menggunakan Go-Jek dulu selagi menantikan sosialiasi lebih lanjut dari pihak Uber.

2. Perusahaan belum mendapatkan sosialisasi tentang Uber for Business

Sosialisasi Uber Kurang Jelas, Pengguna dan Driver Masih Bingung lowyat.net

Tak hanya secara personal, layanan Uber for Business dan profil bisnis juga belum mendapat pemberitahuan lebih lanjut. Fasilitas yang dikenalkan sejak 2015 tersebut bisa digunakan semua perusahaan di Jakarta, Bali, Bandung, dan Surabaya. 

"Biasanya kalau ada hal baru, Uber selalu memberikan pengumuman lebih awal. Sayangnya, untuk saat ini belum ada informasi apa pun," kata Finance & Accountant IDN Media Angel Febriana.

Baca juga: Pasca Diakuisisi Grab, Kantor Uber Surabaya Resmi Tutup

3. Banyak fasilitas Uber yang memudahkan para pengguna

Sosialisasi Uber Kurang Jelas, Pengguna dan Driver Masih Bingung youtube.com/Uber Indonesia

Ada banyak sekali fasilitas yang sudah dirasakan pengguna Uber di Indonesia. Selain Uber for Business, beberapa fasilitas lainnya adalah:

  1. Uber bekerja sama dengan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia dalam memberikan perlindungan terbaik untuk penumpangnya.
  2. Kamu bisa mengubah atau tambah jalur tujuan di tengah jalan, harga yang dibayarkan sesuai waktu dan jarak tempuh.
  3. Ada fitur share status yang memungkinkan kamu membagi lokasi perjalananmu bersama Uber secara real time ke rekan atau keluarga.
  4. Selain dari aplikasi, pengguna bisa menggunakan SMS melalui fitur HOP ON untuk melakukan perjalanan secara instan

Masih banyak lagi fitur dan layanan lainnya yang menarik dari Uber. Kira-kira mana yang harus ada di Grab jika Uber bergabung bersamanya?

4. Driver masih bingung dengan adanya masa transisi Uber ke Grab

Sosialisasi Uber Kurang Jelas, Pengguna dan Driver Masih Bingung IDN Times/Putriana Cahya

Kantor Uber yang berada di Pasar Modern Puncak Permai No. 89, Jalan Raya Darmo Permai II No. 21, Sukomanunggal, Surabaya, pagi hari ini hanya melakukan sosialisasi  secara bertahap kepada para mitranya. Sosialisasi tersebut meliputi pembayaran bonus, gaji, dan operasional lainnya.

Salah seorang mitra Uber, Aviko Wicaksono, bercerita belum ada sosialisasi yang jelas dari Uber, terutama soal bonus dan honor yang belum terbayarkan. Untungnya, Aviko sudah bergabung dengan Grab sejak dua bulan lalu.

Menurut dia, potongan honor di Uber telalu besar yakni 25 persen. "Apalagi orderan di Uber semakin menurun, sehingga saya ke Grab," ujar pria 28 tahun itu.

Dia berharap dengan adanya akusisi Uber, tak ada lagi benturan kepentingan antara driver transportasi online atau dengan transportasi konvensional. "Dan segera mendapat kejelasan dari pemerintah untuk legalitas transportasi online," kata Aviko.

Hal yang sama dirasakan Antonius Sony. Kata dia, gabungan perusahaan tersebut membuat para driver mengulang segalanya dari awal. "Kita harus mulai lagi dari bawah, rating dan prestasi selama narik di Uber gak bisa dibawa ke Grab," kata driver yang sudah memiliki rekaman 600 perjalanan.

Menurut driver lainnya, Mohamad Rohman, adanya kebijakan tersebut membuatnya tidak ingin bergabung dengan Grab. Dia lebih memilih ke Go-Jek yang bisa mendapatkan penghasilan lebih baik dan stabil.

"Jauh sebelum kejadian ini, aku pernah dapat peringatan dari Go-Jek, kalau bergabung dengan Grab secara langsung akan diputus langsung sebagai mitranya," kata pria berusia 29 tahun itu.

Apa pun yang akan terjadi ke depannya, semoga semua pihak yang terkait dengan Uber bisa mendapatkan kompensasi yang layak. Kamu sendiri, lebih suka menggunakan transportasi online yang mana nih?

Baca juga: Grab Akuisisi Uber, Ini 5 Fakta yang Kamu Harus Tahu

Topic:

Just For You