Comscore Tracker

BUMN Impor 140 Ton Daging Sapi Jelang Lebaran

Untuk menstabilkan harga daging jelang Idul Fitri

Jakarta, IDN Times - Dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan mengimpor ratusan ton daging sapi, guna menjaga stabilitas harga daging dalam rangka memenuhi ketersediaan komoditas tersebut pada hari raya Idul Fitri tahun ini.

Kedua BUMN tersebut adalah PT Berdikari (Persero) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI. Kedua perusahaan pelat merah ini sepakat bersama-sama impor daging sapi yang akan dilakukan secara bertahap hingga jelang Idul Fitri.

"Kami merealisasikan penugasan pemerintah dengan impor daging sapi beku asal Brasil sebanyak 140 ton, dan akan dilakukan secara bertahap hingga tercukupi pemenuhan kebutuhan daging menjelang Idul Fitri 2021," kata Direktur Utama PT Berdikari (Persero) Harry Warganegara, dalam keterangan tertulis, Selasa (4/5/2021).

1. Impor untuk menstabilkan harga daging menjelang Lebaran

BUMN Impor 140 Ton Daging Sapi Jelang LebaranIlustrasi penjualan daging sapi dan daging kerbau. ANTARA FOTO/Rahmad

Perlu diketahui, harga komoditas daging sapi kerap naik menjelang Lebaran, lantaran stoknya tidak bisa memenuhi lonjakan permintaan dari masyarakat. Maka itu, Harry menyatakan, realisasi ini dapat membantu pemerintah menstabilkan harga daging sapi ketika Idul Fitri tiba.

"Realisasi penugasan impor ini untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dengan stabilisasi harga pangan daging menjelang hari raya, serta membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas harga," kata dia.

Baca Juga: Gawat, Pasokan Daging Sapi buat Lebaran Masih Defisit 9.424 Ton

2. Kesempatan untuk melihat kualitas daging sapi Brasil

BUMN Impor 140 Ton Daging Sapi Jelang LebaranANTARA FOTO/Arnas Padda

Di sisi lain, Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi menilai impor daging selain bertujuan untuk menjaga stabilitas harga menjelang Lebaran, juga dilakukan sebagai upaya mengkaji kualitas produk daging sapi dari Brasil.

Hal itu merupakan bagian dari transformasi pangan yang coba dilakukan RNI, selaku calon induk holding BUMN klaster pangan.

"Ini kesempatan untuk melihat kualitas komoditas sapi asal Brasil untuk kami kaji produknya sebagai bagian dari transformasi pangan dan tentu penekanan impor kedepannya," kata Arief.

3. BUMN klaster pangan masih mendapatkan tugas impor

BUMN Impor 140 Ton Daging Sapi Jelang LebaranIlustrasi ekspor impor (IDN Times/Arief Rahmat)

Lebih lanjut, Arif menjelaskan, BUMN klaster pangan, termasuk RNI dan Berdikari memang masih memperoleh penugasan impor dari pemerintah. Tugas itu tak terlepas dari meningkatnya kebutuhan daging, tanpa diiringi produksi dalam negeri yang cukup, terutama saat Ramadan dan menjelang Lebaran.

Tak heran, jika kemudian Menteri BUMN Erick Thohir berniat membeli peternakan sapi di Belgia, agar produksi sapi dalam negeri bisa mengakomodasi kebutuhan domestik.

"Untuk itu, kami telah menerima arahan Menteri Erick untuk mengkaji skema transformasi pangan komoditas daging dalam rangka wacana pembelian peternakan sapi di Belgia, mulai dari kajian asal produk negaranya, kualitas daging sapinya serta model bisnisnya," kata Arief.

Baca Juga: Bosan Impor, Erick Thohir Ingin Beli Peternakan Sapi di Belgia

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya