Comscore Tracker

Cocok Memulai Investasi! Produk Reksa Dana Ini Bisa Dibeli Rp10 Ribu

Reksa Dana Syariah Syailendra Bareksa bisa dibeli lewat OVO 

Jakarta, IDN Times - Syailendra Capital resmi memasarkan produk Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid. Sesuai namanya, produk reksa dana syariah ini merupakan kerja sama antara Syailendra Capital dengan Bareksa dan OVO.

Peluncuran Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid menjadi cara bagi Syailendra Capital untuk semakin memudahkan masyarakat membeli instrumen investasi reksa dana syariah.

"Produk ini dapat diakses melalui aplikasi OVO dan investor bisa mulai membelinya mulai dari Rp10.000," ujar Direktur Syailendra Capital, Harnugama, dalam keterangan tertulis kepada IDN Times, Kamis (15/7/2021).

Bentuk kemudahan lainnya adalah investor dapat langsung melakukan pencairan reksa dana syariah ke OVO Cash.

"Fitur ini menjadi yang pertama hadir di Indonesia dalam hal produk reksa dana pasar uang syariah dengan pencairan instan ke uang elektronik," kata Harnugama.

Baca Juga: 6 Perbedaan Saham dan Reksa Dana, Pahami Dulu sebelum Berinvestasi!

1. Kemudahan akses guna peningkatan literasi dan keuangan masyarakat

Cocok Memulai Investasi! Produk Reksa Dana Ini Bisa Dibeli Rp10 RibuIDN Times/Dhana Kencana

Harnugama meyakini, kemudahan akses berinvestasi memiliki peranan kunci dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia, khususnya pada produk reksa dana.

Dia pun berharap kerja sama antara Syailendra Capital dengan dompet digital semacam OVO dan fintech seperti Bareksa dapat menjadi terobosan baru bagi pertumbuhan investasi reksa dana.

"Khususnya bagi investor ritel dari kalangan millennial yang erat dengan penggunaan teknologi setiap harinya. Kami berharap, produk ini bisa menjadi gerbang awal bagi perjalanan investasi masyarakat mencapai tujuan keuangannya masing-masing," tutur Harnugama.

Baca Juga: Favorit Millennial, 3 Tips Investasi Reksa Dana bagi Investor Pemula

2. Pertumbuhan minat investasi reksa dana cukup tinggi

Cocok Memulai Investasi! Produk Reksa Dana Ini Bisa Dibeli Rp10 RibuIlustrasi reksadana (IDN Times/Umi Kalsum)

Selain memberikan kemudahan dalam berinvestasi, peluncuran Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid juga tak terlepas dari pertumbuhan minat investor dalam berinvestasi reksa dana.

Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga 15 Juni 2021 menunjukkan, pertumbuhan jumlah investor baru reksa dana mencapai 1,65 juta investor secara year to date.

Harnugama menyatakan, produk reksa dana pasar uang merupakan instrumen yang cocok bagi para investor baru.

Hal tersebut lantaran karakteristik reksa dana pasar uang yang minim risiko, bersifat likuid, transaksi yang mudah, dan modal yang murah.

Itulah mengapa minat investasi reksa dana di kalangan investor terus mengalami pertumbuhan.

"Masyarakat Indonesia ini kan umumnya deposan, sementara produk ini secara karakter punya kemiripan dengan deposito, tapi imbal hasilnya bisa mengalahkan deposito. Oleh karenanya, Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid ini cocok bagi investor yang baru mencoba melakukan investasi di reksa dana," ujar Harnugama.

Harnugama menambahkan, Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid dapat menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito dengan target imbal hasil mulai dari 3-6 persen nett per tahun.

3. Pertumbuhan positif reksa dana syariah Indonesia

Cocok Memulai Investasi! Produk Reksa Dana Ini Bisa Dibeli Rp10 RibuReksadana Syariah (Website/investasisyariah.info/)

Sekadar informasi, industri reksa dana syariah Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah dana kelolaan reksa dana syariah menyentuh Rp77,5 triliun pada April 2021. Angka tersebut naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan akhir 2018 yang hanya Rp34,5 triliun.

Sementara dari sisi market share, reksa dana juga turut mengalami peningkatan. Tercatat, market share reksa dana syariah menyentuh 13,65 persen pada akhir April 2021 atau jauh lebih besar dibandingkan akhir 2018 yang hanya 6,82 persen.

Baca Juga: Aman dan Halal, Ini 5 Kelebihan Investasi Produk Reksa Dana Syariah

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya