Comscore Tracker

Ini Alasan Erick Thohir Pangkas Komisaris & Direksi Garuda

Komisaris Garuda Indonesia berkurang dari 5 jadi 3 orang

Jakarta, IDN Times - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka suara terkait pengurangan anggota Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari transformasi dan efisiensi yang diusung oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kementerian BUMN memastikan transformasi dan efisiensi terus terjadi di Garuda Indonesia, dengan mengurangi jumlah komisaris dari lima menjadi tiga orang, serta jumlah direksi dari delapan orang menjadi enam orang," kata Menteri BUMN Erick Thohir, dalam pernyataan resminya pasca Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Garuda Indonesia, Jumat (13/8/2021).

Baca Juga: Timur Sukirno Gantikan Triawan-Yenny Sebagai Komisaris Garuda

1. Alasan Erick angkat dua orang anggota Dewan Komisaris baru

Ini Alasan Erick Thohir Pangkas Komisaris & Direksi GarudaMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan keterangan pers di Lobi Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (2/6/2021). (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Erick pun kemudian mengungkapkan penunjukkan Timur Sukirno dan Abdul Rachman sebagai anggota Dewan Komisaris Garuda Indonesia yang baru.

Timur ditunjuk guna menggantikan Triawan Munaf dan Yenny Wahid sebagai komisaris utama merangkap komisaris independen.

Sementara Abdul Rachman diangkat sebagai komisaris independen menggantikan Elisa Lumbantoruan.

"Selain itu, kami memperkuat pengawasan perusahaan dengan mengangkat dua sosok Komisaris dengan keahlian dan rekam jejak yang tidak diragukan lagi di bidang restrukturisasi dan manajemen risiko perusahaan," ujar Erick.

Adapun, Chairal Tanjung yang tadinya menjabat sebagai wakil komisaris utama diputuskan beralih menjadi komisaris.

Baca Juga: Yenny Wahid Umumkan Mundur Sebagai Komisaris Garuda Indonesia 

2. Dua nama Dewan Direksi yang terdepak dari Garuda Indonesia

Ini Alasan Erick Thohir Pangkas Komisaris & Direksi GarudaDirektur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra (kanan) dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Prasetio saat konferensi pers virtual pasca-RUPST, Jumat (13/8/2021). (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Kemudian, dua anggota Dewan Direksi yang diberhentikan atas kesepakatan RUPST adalah Wakil Direktur Utama, Dony Oskaria dan Direktur Niaga & Kargo Mohammad R Palevi.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyatakan, kehilangan dua sosok tersebut merupakan pukulan berat bagi Dewan Direksi Garuda mengingat dalam beberapa bulan terakhir mereka bekerja dengan kompak untuk membuat Garuda keluar dari krisis.

"Kehilangan dua direksi merupakan sebuah pukulan berat buat kami. Namun demikian, kami memahami ini bagian yang tak terhindarkan dari organisasi," ujar dia dalam dalam konferensi pers virtual pasca RUPST.

Di sisi lain, Irfan mengungkapkan alasan di balik pemberhentian wakil direktur utama dan direktur niaga & kargo Garuda Indonesia.

"Khusus direksi ini mungkin sebuah upaya yang tak terhindarkan, mengingat memang dari waktu ke waktu kami selalu melakukan upaya-upaya pengurangan atau streamlining jumlah karyawan. Ini mestinya bagian secara tidak langsung kami juga mesti streamlining direksi. Ini tentu saja menciptakan pmplikasi, tapi kita siap menjalankan ini," ujar Irfan.

3. Daftar jajaran Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia

Ini Alasan Erick Thohir Pangkas Komisaris & Direksi GarudaLivery masker pesawat Garuda Indonesia (Dok.Garuda Indonesia)

Pada RUPST siang tadi juga ditetapkan adanya perubahan nomenklatur sehingga jajaran Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia selengkapnya adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

1. Timur Sukirno - Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen
2. Chairal Tanjung - Komisaris
3. Abdul Rachman - Komisaris Independen

Dewan Direksi

1. Irfan Setiaputra - Direktur Utama
2. Prasetio - Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
3. Tumpal Manumpak Hutapea - Direktur Operasi
4. Aryaperwira Adileksana - Direktur Human Capital
5. Rahmat Hanafi – Direktur Teknik
6. Ade R. Susardi - Direktur Layanan dan Niaga

Baca Juga: Garuda Indonesia Catatkan Rugi Rp35,38 Triliun di 2020

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya