Comscore Tracker

Isu Tapering Masih Bikin Rupiah Keok di Awal Pekan

Rupiah dibuka pada level Rp14.165 per dolar AS

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah kembali harus mengakui keunggulan dolar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah dibuka melemah 43 poin pada level Rp14.165 per dolar AS pada pembukaan perdagangan awal pekan atau Senin (25/10/2021).

Melansir Bloomberg, hingga pukul 09.05 WIB, kurs rupiah terus melemah hingga 47 poin atau 0,34 persen terhadap dolar AS ke level Rp14.170.

Sebelumnya pada penutupan perdagangan akhir pekan atau Jumat (22/10/2021) sore, kurs rupiah ditutup melemah pada level Rp14.122 per dolar AS.

Baca Juga: Cerita Warga Terjerat Penipuan Pinjol Hingga Ratusan Juta Rupiah

1. Kurs rupiah ada kemungkinan ditutup melemah hari ini

Isu Tapering Masih Bikin Rupiah Keok di Awal PekanIlustrasi Uang Rupiah (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra, memproyeksikan rupiah berpotensi terus melemah terhadap dolar AS hari ini. Hal tersebut terjadi seiring dengan pernyataan Gubernur Bank Sentral AS atau The Fed, Jerome Powell soal pengurangan stimulus.

"Nilai tukar rupiah mungkin masih berpeluang melemah dengan pernyataan Jerome Powell di Jumat malam pada konferensi pers online bahwa The Fed masih dalam jalu pengurangan stimulus," ujar Ariston, dalam keterangan tertulis kepada IDN Times, Senin pagi.

Ariston menambahkan, rencana pengurangan stimulus atau tapering tersebut bisa mendorong penguatan dolar AS dan menekan nilai tukar lainnya, termasuk rupiah.

Baca Juga: Mengenal Tapering Off dan Dampaknya Bagi Perekonomian

2. Pasar khawatir terhadap kondisi hyperinflasi

Isu Tapering Masih Bikin Rupiah Keok di Awal PekanIlustrasi Inflasi. IDN Times/Arief Rahmat

Selain pernyataan The Fed soal tapering, pelemahan rupiah hari ini juga turut disumbang oleh kekhawatiran pasar terhadap kondisi hiperinflasi yang terjadi di dunia saat ini.

Menurut Ariston, hiperinflasi tersebut dipicu oleh kenaikan harga energi dan kasus COVID-19 global yang masih tinggi.

"Hal itu kemudian bisa menahan laju pertumbuhan ekonomi dan juga bisa menjadi pendorong pelemahan nilai tukar rupiah dan aset berisiko lainnya," kata dia.

Baca Juga: 5 Dampak Ngeri Krisis Evergrande hingga Tapering Off buat Indonesia

3. Proyeksi pergerakan rupiah pada akhir perdagangan hari ini

Isu Tapering Masih Bikin Rupiah Keok di Awal PekanIlustrasi nilai tukar rupiah terhadap dollar naik (IDN Times/Arief Rahmat)

Atas dasar faktor-faktor itu, Ariston memproyeksikan pergerakan kurs rupiah pada penutupan perdagangan sore nanti.

"Hari ini nilai tukar rupiah berpotensi melemah ke kisaran Rp14.160 dengan potensi support di kisaran Rp14.100," kata dia.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya