Jalur Ganda Lintasan Cicalengka-Haurpugur Rampung Tahun Ini

KA Turangga menabrak KA Bandung Raya

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno mengungkapkan, saat ini Balai Perkeretaapian Jawa Barat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) tengah membangun jalur ganda atau double track pada lintasan Stasiun Cicalengka dan Stasiun Haurpugur di Jawa Barat.

"Pembangunan jalur ganda ini ditargetkan rampung tahun 2024 sehingga sekarang pengerjaan jalur ganda belum rampung," kata Djoko dalam catatannya yang diterima IDN Times, Senin (8/1/2024).

Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan jumlah jalur kereta api di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Proyek rel ganda itu membentang sejauh 23 kilometer dan terbagi ke dalam dua tahap.

Tahap I terbentang mulai dari Gedebage-Cimekar-Rancaekek-Haurpugur sejauh 14 kilometer dan tahap II sepanjang 9 kilometer yang terbagi dua rute, yakni dari Kiaracondong-Gedebage dan Haurpugur-Cicalengka.

"Pengerjaan proyek ini dilakukan tahun jamak (multi-year). Sayangnya, belum usai proyek ini terwujud, rute Haurpugur-Cicalengka telah menelan jatuhnya korban akibat tabrakan antar KA (Turangga-Bandung Raya)," kata Djoko.

1. Lintasan Haurpugur-Cicalengka jalur yang ramai

Jalur Ganda Lintasan Cicalengka-Haurpugur Rampung Tahun IniKecelakaan KA Turangga (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Dalam catatannya, Djoko juga mengungkapkan bahwa lintasan Haurpugur-Cicalengka yang jadi lokasi kecelakaan KA Turangga dan KA Commuterline Bandung Raya merupakan jalur ramai.

Dalam kesehariannya, jalur tersebut dilintasi 60 commuter line dan 22 KA jarak jauh. Adapun pada masa Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 ada penambahan 4 perjalanan KA jarak jauh sehingga total 26 KA jarak jauh melintas setiap hari.

"Di tengah tingginya perjalanan KA di lokasi ini, sistem persinyalan di Stasiun Cicalengka dan Stasiun Haurpugur rupanya berbeda. Sinyal di Stasiun Cicalengka masih menggunaan sinyal blok mekanik, sedangkan sinyal di Stasiun Haurpugur berupa sinyal elektrik," ujar Djoko.

Baca Juga: KNKT Periksa Black Box Kecelakaan Kereta Maut Cicalengka

2. PPKA punya peran penting mengatur perjalanan KA

Jalur Ganda Lintasan Cicalengka-Haurpugur Rampung Tahun IniKecelakaan KA Turangga (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Djoko menambahkan, perbedaan model persinyalan ini akan membedakan cara pengoperasiannya. Maka dari itu, petugas pengatur perjalanan KA (PPKA) akan mengatur perjalanan KA di dua stasiun tersebut harus memiliki keterampilan mengoperasikan persinyalan yang berbeda ini.

Di jalur rel tunggal, sinyal menandakan kereta boleh atau tidak boleh melintas setelah dipastikan bahwa petak jalan yang akan dilintasi kereta itu dirasa aman. Hal itu lantaran jalur tunggal akan digunakan bergantian perjalanan kereta api dengan dua arah yang berbeda.

"Oleh sebab itu, PPKA harus memastikan bahwa tidak ada KA lain di petak jalan itu sebelum memberikan sinyal aman bagi KA yang akan melintas," kata Djoko.

3. Kecelakaan KA Turangga dan KA Commuterline Bandung Raya

Jalur Ganda Lintasan Cicalengka-Haurpugur Rampung Tahun IniKecelakaan KA Turangga (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan yang melibatkan rangkaian KA Turangga dengan 1 lokomotif (CC 206 1505), 8 kereta penumpang, 1 kereta makan dan 1 kereta pembangkit, serta KA Commuterline BandungRaya yang terdiri dari 1 lokomotif (CC 201 7717), 7 kereta penumpang, dan 1 kereta pembangkit terjadi pada Jumat, 5 Januari pekan lalu.

Masing-masing rangkaian membawa 287 penumpang dan 7 orang crew KA (KA Turangga), serta 191 penumpang dan 7 orang crew KA (KA CL Bandung Raya). Lokasi kecelakaan dua kereta tersebut di Kecamatan Cikuya, Cicalengka, Bandung, pada lintas Cicalengka-Haurpugur KM 181+700.

Kecelakaan itu menewaskan empat orang petugas KAI dan 30 lebih penumpang luka-luka.

Baca Juga: Kecelakaan Kereta Cicalengka, Airlangga: Jalur Rel Ganda Keniscayaan

Topik:

  • Ilyas Listianto Mujib

Berita Terkini Lainnya