Comscore Tracker

Lagi dan Lagi Rupiah Melemah, Tembus Rp15 Ribu per Dolar AS!

Rupiah dibuka pada level Rp15.022 per dolar AS pagi ini

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah kembali melemah atas mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (6/7/2022).

Kurs rupiah dibuka melemah 89 poin ke level Rp15.022 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

Mengutip Bloomberg, hingga pukul 09.25 WIB, kurs rupiah masih nangkring di level Rp15.012 per dolar AS.

Baca Juga: INDEF Kritisi Upaya Pengetatan Likuiditas Bank Indonesia

1. Kurs rupiah akhirnya tembus Rp15 ribu per dolar AS

Setelah selama sepekan terakhir berada di level Rp14.800 hingga Rp14.900-an, kurs rupiah akhirnya resmi masuki level Rp15 ribu per dolar AS pagi ini.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Juli 2022, kurs rupiah ditutup melemah 22 poin ke level Rp14.993 per dolar AS.

2. Faktor yang bikin dolar AS menguat

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, mata uang negeri Paman Sam menguat terhadap mata uang lainnya karena mendapatkan dukungan dari rebound kuat hasil treasury 10-tahun AS yang didorong melewati 2,95 persen.

"Presiden AS, Joe Biden juga mengumumkan pembatalan beberapa tarif AS untuk barang-barang konsumen China minggu ini untuk melawan inflasi," kata Ibrahim.

Baca Juga: Rusia Berjanji Akan Balas Serangan Siber Amerika Serikat

3. Respons dalam negeri hadapi perkembangan ekonomi global

Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memberikan sinyal kebijakan baru dalam menyikapi perkembangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan memengaruhi kondisi dalam negeri.

Hal ini ditandai dengan risiko stagflasi seiring kenaikan suku bunga dan kebijakan secara global di tengah ekonomi yang baru pulih, serta makin luasnya kebijakan proteksionisme oleh berbagai negara.

Oleh karean itu, BI memberikan sinyal kebijakan baru dalam beberapa bulan ke depan, guna untuk menyikapi perkembangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan mempengaruhi kondisi dalam negeri.

"Ke depan, BI akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik. Serta, merumuskan dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan stabilitas makroekonomi, stabilitas keuangan, termasuk penyesuaian lebih lanjut stance kebijakan bila diperlukan, serta terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional," ujar Perry.

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya