Comscore Tracker

Merpati Airlines Menunggu Waktu untuk Dibubarkan

Pembubaran akan dilakukan dalam waktu dekat

Jakarta, IDN Times - Merpati Airlines tengah menuju senjakala. Maskapai pelat merah yang dulu sempat berjaya kini hanya tinggal menunggu waktu untuk dibubarkan. Pemerintah telah memastikan Merpati Airlines tak lagi jadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memberikan keuntungan bagi negara dan masyarakat.

PT Merpati Airlines (Persero) jadi satu dari tujuh perusahaan pelat merah yang masuk dalam daftar pembubaran Menteri BUMN, Erick Thohir tahun ini.

Enam BUMN lainnya adalah PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Gelas (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT Kertas Leces, PT Istaka Karya (Persero), dan PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional.

Sebanyak tiga BUMN, yakni Kertas Kraft Aceh, Industri Gelas, dan Industri Sandang Nusantara terlebih dahulu dibubarkan oleh Erick.

Baca Juga: Sah! Erick Thohir Bubarkan 3 BUMN Ini

1. Merpati Airlines memiliki perjanjian homologasi

Merpati Airlines Menunggu Waktu untuk DibubarkanANTARA FOTO/Zabur Karuru

Direktur Utama Perusahaan Pengelola Aset (PPA), Yadi Jaya Ruchyandi yang diberikan mandat dari Erick memastikan Merpati Airlines bakal bubar.

"Empat lainnya seperti Istaka Karya dan Merpati itu sudah ada perjanjian homologasi yang mengikuti proses pengadilan. Ada jalurnya yang mengatur itu, tetapi ujungnya adalah tetap kita akan melakukan pembubaran empat BUMN tersebut," kata Yadi, dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/3/2022).

Adapun dua lainnya, yakni Kertas Leces dan Pembiayaan Armada Niaga Nasional tengah menjalani proses administrasi untuk segera dibubarkan.

2. Alasan pembubaran Merpati Airlines

Merpati Airlines Menunggu Waktu untuk Dibubarkaninstagram.com/dejebe_skygeeks

Satu hal utama yang jadi alasan Merpati Airlines dibubarkan adalah lantaran sudah tidak memiliki apa-apa.

Kehadiran investor waktu dulu sempat memunculkan asa bagi Merpati Airlines untuk kembali beroperasi. Namun, investor tersebut justru gagal masuk dengan alasan yang Kementerian BUMN pun tidak mengetahuinya.

"Merpati saat ini izin terbang sudah nggak punya lagi, apa-apa pun nggak punya. Dari sisi karyawan, ini kita sudah gaji dan lainnya dibayarkan. Ini akan dibawa ke kepailitan juga sehingga nanti hal-hal yang berhubungan dengan lain-lain, apapun itu kita tunggu keputusan pengadilan," tutur Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga beberapa waktu silam.

Baca Juga: Ini Alasan Pembubaran 7 BUMN oleh Erick Thohir!

3. Merpati Airlines tak beroperasi sejak delapan tahun lalu

Merpati Airlines Menunggu Waktu untuk DibubarkanMantan karyawan Merpati Nusantara Airlines (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Merpati Airlines sendiri sudah tak beroperasi sejak 2014 karena masalah keuangan yang tak kunjung usai.

Pada Juni 2020, eks karyawan Merpati Airlines menceritakan awal mula permasalahan yang terjadi di BUMN tersebut.

Dia bercerita akar permasalahan Merpati terjadi pada tahun 2008, kala itu Pemerintah menunjuk PT PPA melakukan tugasnya untuk melakukan restrukturisasi Merpati.

Kemudian lahirlah skenario untuk menyelamatkan Merpati dengan paket solusi penggantian direksi dan pinjaman dana Rp300 Miliar dengan dua program yang ditawarkan, yakni melakukan PHK terhadap 1.300 karyawan Merpati. Alasannya karyawan terlalu banyak dan itu menimbulkan ketidakseimbangan dengan jumlah alat produksi.

"Nyatanya alat produksi Merpati terus berkurang sehingga membuat perbandingan dengan jumlah pegawai menjadi tidak seimbang, seharusnya alat produksi yang ditambah, bukan pegawai yang dikurangi, tetapi program ini harus atau wajib dijalankan oleh Direksi baru," ujar eks karyawan Merpati tersebut.

Dia pun menyampaikan, mayoritas karyawan Merpati Airlines menentang program tersebut. Hal itu muncul karena jika memang PPA bertujuan untuk membantu Merpati kenapa banyak aset Merpati yang diagunkan dan karyawan di-PHK.

Dia menjelaskan, Merpati Airlines pun tidak menjadi lebih baik. Hampir seluruh aset Merpati telah menjadi agunan ke PPA termasuk Merpati Maintenance Facility (MMF) dan Merpati Training Center (MTC) untuk menutupi utang Merpati ke PPA.

Selain itu, pegawai Merpati yang potensial keluar dari Merpati dan membesarkan maskapai pesaing dan Merpati semakin terpuruk setelah menjual aset produktifnya, yaitu gedung yang menjadi kantor pusatnya di Jalan Angkasa ke Basarnas.

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya