Comscore Tracker

Nilai Kapitalisasi Pasar Bursa Melejit ke Rp8.245 Triliun

IHSG selama sepekan mampu menginjak level 6.700-an

Jakarta, IDN Times - Nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kenaikan selama sepekan terakhir. Sejak Senin (15/11/2021) hingga Jumat (19/11/2021) nilai kapitalisasi pasar bursa naik 0,97 persen dari Rp8.166,564 triliun menjadi Rp8.245,536 triliun.

Kenaikan nilai kapitalisasi pasar di BEI juga berbarengan dengan perubahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama seminggu ke belakang ini.

"IHSG pada Jumat ditutup pada zona hijau dan mencatatkan rekor baru dengan berhasil menyentuh level psikologis 6.700 atau tepatnya 6.720,263," ujar P.H Sekretaris Perusahaan BEI, Valentina Simon, dalam keterangan resminya, Sabtu (19/10/2021).

Adapun secara keseluruhan selama sepekan ini, IHSG meningkat sebesar 1,04 persen dari posisi 6.651,054 pada pekan sebelumnya

Baca Juga: 5 Perusahaan Tambang dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di Dunia

1. Perubahan yang terjadi di pasar modal Indonesia lainnya

Nilai Kapitalisasi Pasar Bursa Melejit ke Rp8.245 TriliunGedung Bursa Efek Indonesia. (IDN Times/Auriga Agustina)

Peningkatan tidak hanya terjadi pada nilai kapitalisasi pasar dan IHSG. Selama seminggu ini, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) bursa selama sepekan mencatatkan peningkatan yang signifikan, yaitu sebesar 12,67 persen menjadi Rp13,257 triliun dari Rp11,766 triliun pada pekan lalu.

Kemudian, rata-rata frekuensi harian bursa mengalami kenaikan sebesar 9,96 persen menjadi 1.367.702 kali transaksi dari 1.243.797 kali transaksi
pada pekan sebelumnya.

"Pada pekan ini perubahan atau penurunan hanya terjadi pada rata-rata volume
transaksi harian bursa sejumlah 1,78 persen menjadi 26,047 miliar saham dari 26,518 miliar saham pada pekan sebelumnya," kata Valentina.

Di sisi lain, investor asing pada Jumat mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp141,22 miliar dan sepanjang 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp38,352 triliun.

2. Ada tiga obligasi baru yang tercatat di BEI minggu ini

Nilai Kapitalisasi Pasar Bursa Melejit ke Rp8.245 TriliunIlustrasi Obligasi/Surat Berharga. (IDN Times/Aditya Pratama)

Dalam sepekan terakhir ini BEI juga mendapatkan tiga pencatatan obligasi. Perusahaan pertama yang mencatatkan ogbligasi di BEI pada awal pekan lalu adalah PT Lautan Luas Tbk (LTLS).

PT Lautan Luas Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2021 dengan nilai nominal sebesar Rp450 miliar pada Senin (15/11/2021). Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi tersebut adalah AAA (Triple A).

Obligasi baru kedua yang tercatat minggu ini di BEI adalah Obligasi Berkelanjutan VI Sarana Multigriya Finansial Tahap II Tahun 2021 oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero).

Surat utang tersebut mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp2,8 triliun pada Kamis (18/11/2021). Hasil pemeringkatan Pefindo untuk obligasi ini masing-masing adalah idAAA (Triple A).

Selanjutnya, pada akhir pekan atau Jumat (19/11/2021), PT Merdeka Copper Gold Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Merdeka Copper Gold Tahap II Tahun 2021 yang dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp1,5 triliun. Hasil pemeringkatan dari PEFINDO untuk Obligasi adalah (id)A (Single A).

Baca Juga: BRI Catat Rekor Kapitalisasi Pasar Terbesar Sepanjang Sejarah

3. Total emisi obligasi dan sukuk di BEI sampai saat ini

Nilai Kapitalisasi Pasar Bursa Melejit ke Rp8.245 TriliunIlustrasi Obligasi/Surat Berharga. (IDN Times/Aditya Pratama)

Valentina menjelaskan, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 85 Emisi dari 50 perusahaan tercatat senilai Rp88,08 triliun.

"Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI hingga saat ini berjumlah 477 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp424,55 triliun dan 47,5 juta juta dolar AS serta diterbitkan oleh 124 Perusahaan
Tercatat," kata dia.

Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 140 seri dengan nilai nominal Rp4.469,88 triliun dan 300 juta dolar AS, sedangkan Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp5,33 triliun.

Baca Juga: Bos BEI Jelaskan Penyebab Anjloknya Kapitalisasi di Pasar Modal 

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya