Comscore Tracker

Riset: Kontribusi Perempuan di E-commerce Bisa Mencapai US$280 Miliar

COVID-19 menciptakan banyak pengusaha perempuan

Jakarta, IDN Times - Kaum perempuan dinilai memiliki potensi untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan e-commerce di Asia Tenggara hingga lebih dari 280 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2025 hingga 2030 mendatang.

Fakta tersebut diperoleh dari hasil riset berjudul "Women and e-commerce in Southeast Asia" yang dirilis oleh International Finance Group (IFC) dengn menggunakan data dari salah satu e-commerce, Lazada.

Adapun, potensi pertumbuhan e-commerce hingga 280 miliar dolar AS itu bisa didapatkan dengan menambah jumlah perempuan yang berjualan di platform online seiring dengan pemberian dukungan pelatihan dan financial lebih baik untuk mereka.

E-commerce di Asia Tenggara sedang berkembang pesat. Sejak 2015, pasar sudah membesar menjadi tiga kali lipat dan diperkirakan akan semakin membesar hingga tiga kali lipatnya lagi. Dalam riset ini, IFC menunjukkan bahwa pertumbuhan ini bisa lebih tinggi jika kita berinvestasi pada wirausaha perempuan di platform e-commerce,” kata Vice President IFC for Asia and Pacific, Alfonso Garcia Mora, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/5/2021).

Baca Juga: Survei Visa: 65 Persen Konsumen E-Commerce Gandrungi Voucher Diskon

1. COVID-19 membuat perempuan makin banyak terjun dalam bisnis digital

Riset: Kontribusi Perempuan di E-commerce Bisa Mencapai US$280 MiliarIlustrasi ekonomi digital (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Laporan IFC tersebut juga menemukan bahwa pandemik COVID-19 telah mengakselerasi percepatan pertumbuhan e-commerce dan wirausaha digital di Asia Tenggara.

Selain itu, diketahui pula bahwa banyak perempuan yang kini terjun dalam bisnis digital.

"Laporan menunjukkan bahwa setengah dari semua vendor e-commerce aktif di Asia Tenggara adalah perempuan, meskipun mereka cenderung menjalankan bisnis berskala kecil dan menonjol dalam segmen dengan persaingan tinggi dan bernilai rendah. Di platform Lazada, sekitar sepertiga bisnis di Indonesia dan dua pertiga bisnis di Filipina dimiliki oleh wanita," jelas Mora.

Baca Juga: 4 Hal Ini yang Bikin Jualan Laku Saat Pasang di E-commerce

2. Bisnis yang dilakukan perempuan membutuhkan dukungan untuk tetap berkembang

Riset: Kontribusi Perempuan di E-commerce Bisa Mencapai US$280 Miliar(UMKM Gayeng Bank Indonesia) IDN Times/Dhana Kencana

Pandemik COVID-19 kemudian membuat pengusaha perempuan mesti mendapat dukungan lebih. Hal itu terlihat dari persentase bisnis mereka yang turun hingga 79 persen selama pandemik COVID-19.

Padahal sebelumnya, bisnis yang dijalankan oleh kaum perempuan sanggup mendapatkan penjualan lebih tinggi dibandingkan bisnis kaum adam.

"Di Asia Tenggara, e-commerce telah menjadi penyelamat bagi kebutuhan sehari-hari tiap orang serta menjadi poros strategi bisnis yang lumrah untuk vendor dan brand ketika jual-beli offline terdampak oleh protokol keselamatan COVID-19," ujar CEO Lazada Group dan Lazada Indonesia, Chun Li.

3. Bentuk dukungan bagi wirausahan perempuan untuk terus mengembangkan bisnisnya

Riset: Kontribusi Perempuan di E-commerce Bisa Mencapai US$280 MiliarIlustrasi perempuan Indonesia (IDN Times/Arief Rahmat)

Maka dari itu, riset IFC dan Lazada tersebut juga turut menjabarkan hal-hal apa saja yang bisa dilakukan guna mendukung para wirausahawan perempuan tersebut, di samping usaha membantu mereka mengatasi tantang-tantangan di e-commerce.

"Misalnya, marketplace e-commerce memiliki posisi yang sangat baik untuk menyasar bisnis-bisnis yang dimiliki perempuan untuk diberikan pelatihan, dan untuk mendorong partisipasi perempuan dalam segmen yang bernilai lebih tinggi seperti elektronik," kata Chun Li.

Perempuan, sambung Chun Li, juga dapat memperkuat basis bisnis mereka dengan memanfaatkan penawaran teknologi finansial atau fintech sekaligus memperluas inklusi keuangan bagi mereka yang sampai saat ini masih lebih rendah dibandingkan para pria.

"Dengan peluang pertumbuhan yang sangat besar di kawasan ini, kami berkomitmen untuk menyediakan akses pengetahuan dan perangkat yang mudah bagi wirausaha perempuan untuk terjun dan mendapatkan manfaat dari ekonomi digital," imbuh dia.

Baca Juga: Cerita Menlu Retno tentang Kontribusi Besar Perempuan di Masa Pandemik

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya