Comscore Tracker

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp14.155 per Dolar AS

Rupiah diprediksi menguat pada penutupan sore nanti

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah mengalami penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah dibuka menguat dua poin pada level Rp14.155 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa (26/10/2021).

Melansir Bloomberg, hingga pukul 09.15 WIB, kurs rupiah gagal mempertahankan penguatan pada saat pembukaan dan mengalami pelemahan lima poin atau 0,04 persen ke level Rp14.162 per dolar AS.

Sebelumnya pada penutupan perdagangan awal pekan atau Senin (25/10/2021) sore, kurs rupiah ditutup melemah 35 poin atau 0,25 persen pada level Rp14.157 per dolar AS.

Baca Juga: Isu Tapering Masih Bikin Rupiah Keok di Awal Pekan

1. Rupiah bisa kembali menguat lantaran sentimen positif aset berisiko

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp14.155 per Dolar ASIlustrasi uang, rupiah, ATM, gajian (IDN Times/Shemi)

Kendati telah mengalami pelemahan tipis, rupiah diprediksi bisa kembali ke posisi unggul atas dolar AS. Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra menilai sentimen positif pada aset berisiko pagi ini dalam menguatkan posisi rupiah.

"Sentimen positif terlihat kembali ke aset risiko dengan indeks saham Asia dibuka menguat. Penguatan indeks saham Asia ini mengikuti penguatan indeks saham AS yang dipicu ekspektasi positif laporan pendapatan perusahaan teknologi besar," tutur Ariston, kepada IDN Times, Selasa pagi.

Baca Juga: Sederet Isu Global yang Bisa Ancam Ekonomi RI di Mata Sri Mulyani

2. Kenaikan harga energi masih diwaspadai pelaku pasar

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp14.155 per Dolar ASIlustrasi Inflasi. IDN Times/Arief Rahmat

Kondisi tersebut tak serta merta membuat pelaku pasar memutuskan masuk ke aset berisiko. Sentimen positif yang ada pada aset berisiko masih belum bisa mengalahkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap perlambatan ekonomi akibat inflasi yang disebabkan kenaikan harga energi.

"Pasar masih mewaspadai kenaikan inflasi karena kenaikan harga energi yang bisa melambatkan pertumbuhan ekonomi global. Isu ini mendorong pelaku pasar menahan diri masuk ke aset berisiko," ujar Ariston.

Baca Juga: Mirip Banget! Ini 3 Perbedaan Uang dan Mata Uang 

3. Proyeksi pergerakan rupiah pada akhir perdagangan hari ini

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp14.155 per Dolar ASIlustrasi Kurs Rupiah. (IDN Times/Aditya Pratama)

Atas dasar faktor-faktor itu, Ariston memproyeksikan pergerakan kurs rupiah pada penutupan perdagangan sore nanti.

"Potensi penguatan rupiah hari ini ke arah Rp14.120 dengan potensi resisten di kisaran Rp14.180," kata dia.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya