Comscore Tracker

Rupiah Gagal Ungguli Dolar AS di Awal Pekan

Rupiah melemah 35 poin ke level Rp14.157

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs gagal mengungguli dolar Amerika Serikat (AS) hari ini. Pada penutupan perdagangan awal pekan atau Senin (25/10/2021), kurs rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS.

Mengutip Bloomberg, mata uang Garuda hari ini ditutup melemah 35 poin atau 0,25 persen pada level Rp14.157. Pada penutupan akhir pekan atau Jumat sore, rupiah ditutup stagnan pada level Rp14.122 per dolar AS.

Kurs rupiah hari ini dibuka melemah 43 poin ke level Rp14.165.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp14.100 Pagi Ini

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Rupiah Gagal Ungguli Dolar AS di Awal PekanANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) pada Senin (25/10/2021), nilai tukar rupiah tercatat sebesar Rp14.183 per dolar AS.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kurs rupiah pada Jumat (22/10/2021) yang ada di level Rp14.162 per dolar AS.

Baca Juga: 3 Sektor Ini Bisa Terpukul akibat Tapering Off The Fed 

2. Penyebab pelemahan rupiah sepanjang hari ini

Rupiah Gagal Ungguli Dolar AS di Awal PekanIlustrasi nilai tukar rupiah terhadap dollar naik (IDN Times/Arief Rahmat)

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra mengungkapkan pelemahan rupiah yang terjadi sepanjang hari ini masih berkaitan dengan pernyataan Gubernur Bank Sentral AS atau The Fed, Jerome Powell.

"Menurut saya, ini masih terkait dengan pernyataan Jerome Powell di Jumat malam kemarin yang menegaskan bahwa pengurangan stimulus masih dalam jalur. Jadi, kemungkinan tahun ini akan dimulai," ujar Ariston kepada IDN Times, Senin sore.

3. Pasar khawatir kenaikan inflasi

Rupiah Gagal Ungguli Dolar AS di Awal PekanIlustrasi Inflasi. IDN Times/Arief Rahmat

Selain isu tapering, penguatan dolar juga ditopang oleh kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi akibat kenaikan inflasi.

"Pasar mungkin mengkhawatirkan potensi pelambatan ekonomi global karena kenaikan inflasi yang dipicu kenaikan harga energi sehingga pasar keluar dari aset berisiko termasuk rupiah," kata Ariston.

Baca Juga: Ada Ancaman Inflasi dari Krisis Energi yang Melanda Dunia

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya