Rupiah Pecundangi Dolar AS untuk Kedua Kalinya Pekan Ini

Rupiah menguat ke level Rp14.252 per dolar AS

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah berhasil kembali mengungguli dolar Amerika Serikat (AS) hari ini. Pada penutupan perdagangan Selasa (5/10/2021), kurs rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS.

Mengutip Bloomberg, mata uang Garuda ditutup menguat 14 poin atau 0,10 persen ke level Rp14.252 per dolar AS.

Kurs rupiah sendiri dibuka terkoreksi tipis 4 poin ke level Rp14.270 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa pagi. Sementara, pada penutupan sebelumnya yakni Senin (4/10/2021), rupiah berada pada level Rp14.266 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Melemah 4 Poin ke Level Rp14.270 Pagi Ini

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Rupiah Pecundangi Dolar AS untuk Kedua Kalinya Pekan IniIlustrasi Uang. (IDN Times/Ita Malau)

Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) pada Selasa (5/10/2021), nilai tukar rupiah tercatat sebesar Rp14.260 per dolar AS.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kurs rupiah pada Senin (4/10/2021) yang ada di level Rp14.260 per dolar AS.

Baca Juga: Siap-siap, Turki Segera Kembangkan Mata Uang Digital

2. Kebijakan impor AS dari China pengaruhi pergerakan dolar

Rupiah Pecundangi Dolar AS untuk Kedua Kalinya Pekan IniIlustrasi impor - (IDN Times/Aditya Pratama)

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi menyoroti kebijakan impor dari China yang dilakukan oleh Pemerintah AS. Hal itu yang kemudian membuat dolar sedikit melemah melawan mata uang rupiah.

"Perwakilan perdagangan AS Katherine Tai pada hari Senin mengecualikan beberapa impor China dari tarif yang dikenakan oleh mantan Presiden AS Donald Trump. Dia juga menyerukan pembicaraan "terus terang" dengan China atas kegagalannya untuk menepati janji yang dibuat dalam kesepakatan perdagangan era Trump dan kebijakan industrinya," ucap Ibrahim, dalam keterangan resmi yang diterima IDN Times, Selasa sore.

Di sisi lain, sambung Ibrahim, Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa Pemerintah AS bisa melanggar batas utang 28,4 triliun dolar AS untuk memasuki default bersejarah, kecuali Partai Republik menambahkan suara mereka untuk menaikkannya dalam dua minggu ke depan.

Baca Juga: El Salvador Tambang Bitcoin Pakai Energi dari Gunung Berapi

3. Tax amnesty jilid II jadi sentimen positif pasar hari ini

Rupiah Pecundangi Dolar AS untuk Kedua Kalinya Pekan IniIlustrasi Pajak (IDN Times/Arief Rahmat)

Ibrahim pun menyampaikan bahwa penguatan rupiah atas dolar hari ini imbas dari sentimen positif di pasar minggu ini akibat adanya rencana pengampunan pajak atau tax amnesty jilid II tahun depan.

"Tax amnesty tahap kedua ini merupakan lanjutan dari tax amnesty tahap pertama yang pelaksanaannya disambut positif oleh para pengusaha dan pemerintah," tutur Ibrahim, d

Kelanjutan tax amnesty ke tahap kedua dilakukan karena masih banyak pengusaha-pengusaha baik di kota-kota besar maupun kota-kota kecil di 34 provinsi di Indonesia yang belum mendaftarkan harta kekayaannya.

Ibrahim menambahkan, kurs rupiah akan ditutup menguat pada perdagangan esok hari atau Rabu (6/10/2021).

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif. Namun, ditutup menguat di rentang Rp14.240-Rp14.270," ujar dia.

Topik:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya