Rupiah Tumbang Lagi Lawan Dolar AS, Ini Dua Penyebab Utamanya

Rupiah dibuka melemah ke level Rp14.516 per dolar AS

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah kembali tumbang melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis (9/6/2022).

Kurs rupiah dibuka melemah 25 poin ke level Rp14.516 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

Mengutip Bloomberg, hingga pukul 09.20 WIB, kurs rupiah masih menunjukkan pelemahan dengan bertengger pada posisi Rp14.545 per dolar AS atau keok 54 poin (-0,37 persen).

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Rabu, 8 Juni 2022, ditutup melemah 37,5 poin atau 0,26 persen ke level Rp14.491 per dolar AS.

Baca Juga: Isu Stagflasi, Rupiah Keok Seharian Lawan Dolar AS

1. Dua penyebab keperkasaan dolar AS atas rupiah

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra menyatakan nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS hari ini. Ada dua faktor yang membuat rupiah inferior atas dolar AS.

Pertama adalah kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan kedua adanya sentimen dari Bank Sentral AS alias The Fed.

"Harga minyak mentah dunia yang terus menaik meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan inflasi. Harga jenis Brent sekarang di kisaran 124 dolar AS, sudah menembus ke atas level tertinggi bulan Mei. Kenaikan inflasi ini bisa menahan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia," ucap Ariston kepada IDN Times, Kamis pagi.

Baca Juga: Minyak Rusia di Embargo Kerek ICP Mei Jadi US$109,61 per Barel

2. Pasar bersiap hadapi kenaikan suku bunga acuan AS

Selain itu, sambung Ariston, pasar juga bersiap mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan AS sebesar 50 basis poin pada rapat The Fed Juni ini. Yield obligasi Pemerintah AS juga terus menunjukkan kenaikan.

"Tingkat imbal hasil tenor 10 tahun kembali ke atas tiga persen. Ini mendorong penguatan dolar AS terhadap mata uang lainnya," ujar Ariston.

3. Proyeksi posisi rupiah sore nanti

Atas dasar faktor-faktor tersebut, Ariston memproyeksikan kurs rupiah bisa ditutup melemah pada akhir perdagangan sore nanti.

"Potensi pelemahan ke arah Rp14.550 dengan potensi support di kisaran Rp14.450," ucap dia.

Baca Juga: Prediksi Indef Kalau Suku Bunga BI Terus Tertahan, Seperti Apa?

Topik:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya