Comscore Tracker

Sentimen Tapering The Fed Paksa Rupiah Akui Keperkasaan Dolar AS

Rupiah ditutup melemah ke level Rp14.272 per dolar AS

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah kembali gagal mengungguli dolar Amerika Serikat (AS) hari ini. Pada penutupan perdagangan Selasa (28/9/2021), kurs rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS.

Mengutip Bloomberg, mata uang Garuda ditutup melemah hingga 20 poin atau 0,14 persen ke level Rp14.272 per dolar AS.

Kurs rupiah sendiri dibuka terkoreksi tipis 9 poin ke level Rp14.261 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa pagi. Sementara, pada penutupan sebelumnya yakni Senin (27/9/2021), rupiah berada pada level Rp14.252 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah, Akankah Loyo Sepanjang Hari?

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Sentimen Tapering The Fed Paksa Rupiah Akui Keperkasaan Dolar ASIDN Times/Hana Adi Perdana

Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) pada Selasa (28/9/2021), nilai tukar rupiah tercatat sebesar Rp14.269 per dolar AS.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kurs rupiah pada Senin (27/9/2021) yang ada di level Rp14.258 per dolar AS.

2. Sentimen tapering The Fed masih jadi faktor utama penguatan dolar AS

Sentimen Tapering The Fed Paksa Rupiah Akui Keperkasaan Dolar ASGedung Federal Reserve System (The Fed) Amerika Serikat (federalreserve.gov)

Menurut pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra, sentimen tapering oleh The Fed masih menjadi pemicu utama penguatan dolar AS terhadap rupiah dan mata uang negara lainnya.

"Selain itu, kekhawatiran pasar soal pelambatan pemulihan ekonomi global karena COVID-19 yang membuat sebagian pelaku pasar menarik diri dari aset berisiko," ujar Ariston, kepada IDN Times, Selasa sore.

Baca Juga: Bagaimana Dampak Tapering Off Akhir Tahun Ini kepada Indonesia?

3. Rupiah berpeluang melemah pada perdagangan Rabu

Sentimen Tapering The Fed Paksa Rupiah Akui Keperkasaan Dolar ASIlustrasi Kurs Rupiah. (IDN Times/Aditya Pratama)

Ariston menambahkan, rupiah berpeluang masih akan melemah pada pembukaan perdagangan esok hari atau Rabu (29/9/2021). Hal itu karena belum adanya perubahan sentimen global.

"Namun, nanti malam ada jadwal dengar pendapat antara Gubernur The Fed, Jerome Powell dengan Komite Perbankan Senat. Bila indikasi tapering menguat, dolar AS bisa menguat lagi besok terhadap rupiah. Potensi kisaran resisten ke arah Rp14.300 dan support di Rp14.250," ujar dia.

Baca Juga: Ini Sejumlah Jurus Gubernur BI Antisipasi Tapering dari The Fed

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya