Comscore Tracker

Sri Mulyani Ajak Kaum Perempuan Teladani Kartini dan Khadijah

Dalam rangka untuk terlibat dalam pemulihan ekonomi

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengajak seluruh kaum perempuan di Indonesia untuk ikut terlibat dalam pemulihan ekonomi dalam negeri. Dia berharap kaum perempuan dapat terinspirasi perempuan hebat lainya seperti Raden Ajeng Kartini dan Siti Khadijah.

Dari Raden Ajeng Kartini, inspirasi yang bisa diambil kaum perempuan adalah untuk tetap berjuang memperoleh kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki, salah satunya dalam hal pendidikan.

"Beliaulah yang terus memperjuangkan betapa pentingnya memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapatkan pendidikan karena peranan perempuan yang begitu nyata dan penting di dalam mendidik keluarganya dan bahkan di dalam membangun peradaban yang berkeadilan," kata Sri Mulyani saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Rabu (21/4/2021).

Baca Juga: Bicara Soal Keuangan Syariah, Apa Kata Menteri Sri Mulyani?

1. Perempuan bisa meneladi peran Siti Khadijah sebagai pengusaha

Sri Mulyani Ajak Kaum Perempuan Teladani Kartini dan KhadijahIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Selain dari Raden Ajeng Kartini, Sri Mulyani juga mengajak kaum perempuan untuk bisa meneladani peran Siti Khadijah sebagai salah satu pengusaha perempuan terbaik dalam sejarah Islam.

"Khadijah adalah perempuan yang memiliki aset dan usaha tertentu dan pada masa itu merupakan suatu hal luar biasa bahwa perempuan bisa memiliki perusahaan," ujar dia.

Selain memiliki usaha sendiri, Khadijah juga merupakan sosok yang bisa memberikan lapangan pekerjaan, bahkan salah satunya bagi Nabi Muhammad SAW yang kemudian menjadi suaminya.

"Khadijah dan Raden Ajeng Kartini menjadi simbol bahwa perempuan bisa memberikan kontribusi luar biasa di luar rumah tangganya dan juga menggambarkan bahwa perempuan memiliki peranan dan potensi luar biasa," paparnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Perempuan Lebih Terdampak COVID-19

2. Peran dan kontribusi perempuan dalam perekonomian global

Sri Mulyani Ajak Kaum Perempuan Teladani Kartini dan KhadijahIlustrasi perempuan Indonesia (IDN Times/Arief Rahmat)

Bendahara negara tersebut kemudian memaparkan data dan statistik dari McKensie terkait peran serta kontribusi yang bisa diberikan perempuan dalam perekonomian global.

"Apabila perempuan diberikan kesempatan yang sama untuk bisa berkontribusi, maka perekonomian global akan mendapatkan manfaat sebesar 12 triliun dolar AS pada tahun 2025," kata Sri Mulyani.

Sementara itu, untuk kawasan Asia Pasifik juga akan mendapatkan manfaat yang hampir sama. Peranan perempuan di bidang perekonomian Asia Pasifik diperkirakan mampu memberikan nilai tambah hingga 4,5 triliun dolar AS.

"Ini menggambarkan bahwa sebuah negara atau perekonomian yang kohesif, yang memberikan kesempatan inklusif dan sama baik antara laki-laki dan perempuan bisa memberikan suatu manfaat dalam bentuk daya tahan dan juga bahkan secara nilai tambah bagi perekonomian akan meningkat sebesar 26 persen, ini sebuah angka yang luar biasa," papar Sri Mulyani.

3. Peran dan kontribusi perempuan dalam perekonomian domestik

Sri Mulyani Ajak Kaum Perempuan Teladani Kartini dan KhadijahIDN Times/Dhana Kencana

Di Indonesia, perempuan juga memiliki peran luar biasa dalam perekonomian domestik. Kontribusinya tidak dapat diremehkan karena lebih dari 50 persen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia dimiliki dan dijalankan oleh perempuan.

"Di sektor UMKM, 53,76 persen UMKM kita dimiliki oleh perempuan dengan 97 persen karyawannya adalah perempuan dan kontribusi di dalam perekonomian kita adalah sangat besar, yakni 61 persen dari PDB," tutur Sri Mulyani.

Selain di sektor UMKM, peran luar biasa perempuan lainnya ditunjukkan di sektor investasi yang kontribusinya mencapai 60 persen. Selain itu, srikandi Indonesia juga telah memiliki daya kompetisi ekspor dengan memeberikan pangsa hingga 14,4 persen.

Baca Juga: Jurus Sri Mulyani Cegah Korupsi di Kementerian Keuangan

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya