Comscore Tracker

Stafsus Erick Thohir Sebut Faisal Basri Konyol, Ada Apa?

Arya Sinulingga sebut Faisal Basri salah besar soal KCJB

Jakarta, IDN Times - Staf Khusus (Stafsus) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Arya Sinulingga menilai tudingan pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI), Faisal Basri tentang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sebagai sesuatu yang konyol dan tanpa dasar.

Faisal Basri dalam sebuah diskusi pada Rabu (13/10/2021) menyebutkan bahwa proyek kereta cepat tidak akan balik modal sampai kiamat. Arya pun kemudian menyayangkan pernyataan yang keluar dari mulut Faisal Basri tersebut.

"Ini kita menyayangkan omongan Faisal Basri. Faisal Basri itu salah total yang mengatakan bahwa sampai kapanpun pasti rugi. Ya mana ada investor mau masuk dengan kondisi nanti rugi, itu kan konyol. Faisal Basri itu konyol betul itu," ujar Arya, dalam pernyataannya kepada media, Kamis (14/10/2021).

Arya menambahkan, apa yang disampaikan Faisal Basri tersebut tidak berdasar, tidak menggunakan angka dan analisa yang sesuai serta hanya dari pemikiran sujektifnya saja.

"Sayang sekali, sekaliber Faisal Basri ngomong begitu. Itu nggak benar," imbuhnya.

1. Pemerintah proyeksikan KCJB balik modal dalam 40 tahun

Stafsus Erick Thohir Sebut Faisal Basri Konyol, Ada Apa?IDN Times/Hana Adi Perdana

Dalam pernyataannya tersebut, Arya turut mengemukakan soal kelebihan biaya atau cost overrun dalam pembangunan KCJB.

Dia menegaskan, sampai saat ini pihak pemerintah masih menunggu audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengetahui angka pasti cost overrun tersebut.

"Namun, secara konservatif hitungan kita tetap untuk balik modalnya itu ya 40-an tahun, tapi kita belum tahu ya ini hanya hitungan kasar masih," ucap Arya.

Baca Juga: Fakta-Fakta Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Proyek OBOR China di RI

2. Periode balik modal KCJB sama dengan MRT

Stafsus Erick Thohir Sebut Faisal Basri Konyol, Ada Apa?IDN Times/Hana Adi Perdana

Arya menambahkan, hitungan perkiraan balik modal dari proyek KCJB tersebut sama dengan MRT.

Dia pun menerangkan bahwa investasi pada infrastruktur kereta seperti kereta cepat atau MRT memang membutuhkan waktu yang lama sehingga itu adalah sebuah hal wajar.

"Ini kan mirip-mirip dengan MRT dan hampir semua di seluruh dunia namanya railway, investasi di kereta api, kereta seperti itu pasti panjang, nggak mungkin pendek dan ini umum seperti itu. Hampir semua negara yang melakukan investasi untuk urusan kereta, kereta cepat, MRT ya segitu dia bisa kembali balik modalnya," kata Arya.

3. Biaya tambahan pembangunan KCJB tunggu audit BPKP

Stafsus Erick Thohir Sebut Faisal Basri Konyol, Ada Apa?IDN Times/Hana Adi Perdana

Seperti diketahui bahwa biaya pembangunan KCJB oleh PT KCIC mengalami pembengkakan. Oleh sebab itu, Presiden Joko "Jokowi" Widodo telah memperbolehkan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2022 untuk membantu pembiayaan pembangunan KCJB.

Namun, sampai saat ini masih belum jelas berapa besaran anggaran yang bakal diminta PT KCIC kepada pemerintah untuk melanjutkan pembangunan KCJB.

Angka tersebut bakal keluar setelah adanya audit yang dilakukan oleh BPKP.

"Nggak ada namanya angka bisa muncul secara clear berapa bantuan yang akan kami minta dari pemerintah. Jadi, audit dulu oleh BPKP, hasil auditnya dari sanalah kita akan dapat angka yang sebenarnya yang dibutuhkan," tutur Arya, dalam keterangannya kepada media, Selasa (12/10/2021).

Baca Juga: Pembengkakan Biaya untuk Kereta Cepat Tunggu Hasil Audit BPKP

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya