Comscore Tracker

Fidusia: Pengertian, Contoh dan Prinsipnya

Penjelasan apa itu fidusia

Beberapa dari antara kita mungkin pernah mengenal istilah fidusia atau pernah membaca mengenai hal ini dalam term tertentu. Namun secara umum banyak masyarakat yang kurang mengetahui fidusia dan tidak familiar dengan jelas tentang apa itu fidusia.

Maka dari itu pemahaman tentang hal ini diperlukan untuk bisa memberikan gambaran yang tepat tentang fidusia serta seperti apa mekanismenya. Artikel di bawah ini adalah penjelasan tentang hal tersebut secara lengkap untuk memberikan informasi yang sesuai mengenai apa itu fidusia.

Baca Juga: Bukan Kartu Kredit, Paylater Jadi Metode Pembayaran Populer

1. Tentang fidusia

Fidusia: Pengertian, Contoh dan PrinsipnyaLakukan perencanaan bisnis yang matang bersama rekan satu tim (pexels.com/Fauxels)

Pertama-tama mari mengetahui apa itu fidusia secara umum. Fidusia diartikan sebagai sebuah pendelegasian terhadap sesuatu wewenang dari pemilik kepada pihak lain yang didelegasikan untuk mengeksekusi hal yang didelegasikan.

Dengan kata lain, sebenarnya fidusia ini merupakan salah satu bentuk dari pengalihan hak dan wewenang dari seorang pemilik barang pada orang lain untuk mengeksekusi barang yang dimilikinya tersebut. Maka dari itu, umumnya istilah fidusia ini sendiri kental kaitannya dengan jaminan kredit yang diberikan pada pihak debitur dan diberikan kepada pihak kreditur.

2. Asal kata fidusia

Fidusia: Pengertian, Contoh dan Prinsipnyapexels.com/Gustavo Fring

Fidusia mungkin merupakan kata yang kurang familiar dalam penggunaan bahasa sehari-hari. Istilah ini memang bukan berasal dari bahasa asli kita. Fidusia sebenarnya datang dari bahasa Romawi yaitu fides.

Bukan hanya itu, kata fidusia juga dipercaya berasal dari bahasa Belanda yaitu fiduciare dan berasal juga dari bahasa Inggris fiduciary. Dengan demikian, asal kata fidusia sendiri sebenarnya bisa saja datang dari berbagai macam bahasa yang berbeda namun memiliki arti kata yang sama yaitu tentang kepercayaan.

3. Jaminan fidusia

Fidusia: Pengertian, Contoh dan PrinsipnyaPIxabay/Lynette Coulston

Dalam sebuah perjanjian kredit, sebenarnya fidusia ini lebih akrab didengar oleh masyarakat awam sebagai salah satu bentuk dari jaminan kredit saat seseorang menjaminkan barang tersebut untuk memperoleh sejumlah dana yang dibutuhkan.

Tidak heran jika objek fidusia ini cukup bermacam-macam dan cukup umum untuk diberikan sebagai jaminan saat seseorang membutuhkan bantuan dana untuk keperluan tertentu.

Biasanya jaminan yang digunakan di dalam fidusia merupakan barang berharga yang dapat diperjualbelikan, misalnya saja seperti emas, atau barang berharga sejenis lainnya. Fidusia dapat berupa sertifikat baik untuk kendaraan, rumah, maupun obligasi, saham dan jenis yang lainnya.

4. Dasar hukum fidusia

Fidusia: Pengertian, Contoh dan PrinsipnyaPexels.com/RODNAE Productions

Fidusia sendiri memiliki dasar hukum yang jelas jika dilihat dari undang-undang yang tertera dari negara. Maka dari itu, saat menetapkan barang jaminan, fidusia sebaiknya tentukan berdasarkan dasar hukum yang telah ditetapkan tersebut.

Baca Juga: Pemprov DKI Salurkan Kredit UMKM Rp4 Triliun lewat Sindikasi 19 Bank

5. Contoh fidusia

Fidusia: Pengertian, Contoh dan PrinsipnyaPexels.com/fauxels

Ada beberapa contoh hal yang umum menjadi bagian dari barang jaminan untuk fidusia. Sebagai contoh yaitu barang berharga yang telah diinformasikan sebelumnya seperti misalnya emas, surat berharga, dan sebagainya.

Selain itu, beberapa barang jaminan untuk fidusia ini juga meliputi beberapa barang yang memiliki nilai jual kembali. Contohnya yaitu rumah atau bisa juga berupa kendaraan bermotor sesuai dengan kesepakatan yang diberikan saat pertama kali menetapkan bentuk fidusia tersebut.

6. Prinsip-prinsip fidusia

Fidusia: Pengertian, Contoh dan Prinsipnyapexels.com

Ada beberapa prinsip penting yang harus dipahami dalam menjaminkan sesuatu dengan prinsip fidusia saat melakukan peminjaman dana dan sebagainya. Pertama yaitu memastikan bahwa barang jaminan yang menjadi bagian dari fidusia ini memiliki data pemilik yang jelas dan dapat dibuktikan secara tepat.

Prinsip berikutnya mengenai barang jaminan fidusia yaitu adanya perjanjian yang memuat hal tersebut. Sehingga nantinya, barang jaminan yang diberikan atas kesepakatan kedua belah pihak secara tertulis.

7. Hak esksekusi fidusia

Fidusia: Pengertian, Contoh dan Prinsipnyapixabay.com/Free-Photos

Tentu pada akhirnya ada hak eksekusi yang harus diberikan terkait hal-hal yang dijaminkan atau menjadi sebuah jaminan dari fidusia tersebut. Para pemilik akan memberikan hak eksekusi pada pihak tertentu yang telah disepakati.

Sehingga manakala sebuah perjanjian tidak dapat ditepati dengan baik, ada potensi bahwa barang yang dijaminkan harus diserahkan pada pihak yang berwenang sesuai ketentuan.

Dalam hal ini, barang yang dijaminkan sebagai aset untuk fidusia tersebut harus dialihkan wewenangnya supaya dapat dilakukan tindakan lebih lanjut terkait aset dan jaminan tersebut.

Baca Juga: Transaksi ATM Gratis, BRI Ajak Nasabah Transaksi Nontunai Lewat BRImo

Itulah penjelasan singkat tentang apa itu fidusia serta beberapa hal penting yang terkait dengan fidusia. Penjelasan ini paling tidak memberikan gambaran secara umum tentang pengertian fidusia, bagaimana mekanismenya, dan contoh pelaksanaannya secara nyata.

Setelah memahami hal ini, apabila suatu saat harus berurusan dengan hal-hal yang terkait dengan jaminan bank maupun fidusia, kamu tidak akan mengalami masalah. Semoga penjelasan ini dapat membantu mendukung kebutuhan dalam hal terkait fidusia ini dengan baik dan optimal.

Topic:

  • Rinda Faradilla
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya