Comscore Tracker

Industri: Pengertian, Tujuan dan Pengelompokannya

Penjelasan apa itu industri

Istilah industri sudah menjadi kata yang lazim kita dengar dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, tahukan kamu penjelasan secara detail, apa itu industri? Dapakah kamu membedakan jenis-jenis industri?

Untuk lebih memahami mengenai apa itu industri, yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. 

Baca Juga: Lowongan Kerja BUMN Kawasan Industri buat Lulusan S1, Cek Syaratnya!

1. Memahami industri

Industri: Pengertian, Tujuan dan Pengelompokannyapexels.com/Pixabay

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Industri / in·dus·tri / n kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan, misalnya mesin. Sedangkan menurut Otoritas Jasa Keuangan mendefinisikan industri sebagai kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang atau jasa (industry).

Industri dalam bahasa inggris disebut dengan industrious merupakan bidang yang menggunakan keterampilan, dan ketekunan kerja dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi, dan distribusinya sebagai dasarnya.

Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan, dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah.

Maka secara umum, usaha atau kegiatan pengolahan barang mentah atau setengah jadi menjadi barang konsumsi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan bagi produsen disebut dengan industri.

Kata industri sering juga disebut sektor industri pengolahan atau manufaktur yaitu salah satu faktor produksi atau lapangan usaha dalam perhitungan pendapatan nasional menurut pendekatan prosuksi.

Bagian dari industri adalah seperti usaha perakitan dan reparasi. Hasil industri tidak hanya berupa barang, namun juga berbentuk jasa. Beberapa contoh industri yang ada di Indonesia merupakan industri makanan dan minuman, mesin, perbankan, pergudangan, tembakau, tekstil, kendaraan bermotor, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Apresiasi Industri Esports, GGWP.ID Gelar Esports Unite Awards 2021

2. Tujuan pembangunan industri

Industri: Pengertian, Tujuan dan Pengelompokannyahttps://www.pexels.com

Ada beberapa tujuan dari pembangunan industri, yaitu sebagai berikut.

  • Meningkatkan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata dengan memanfaatkan dana, sumber daya alam, atau hasil budidaya, serta memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup.
  • Meningkatkan keikutsertaan masyarakat dan kemampuan golongan ekonomi lemah agar berperan lebih aktif dalam pembangunan industri.
  • Memperluas kesempatan kerja dan berusaha, serta meningkatkan peranan koperasi dalam industri.
  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara secara bertahap, mengubah struktur perekonomian menjadi lebih baik, serta memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan industri.
  • Mengembangkan pusat pertumbuhan industri yang menunjang pembangunan daerah dalam perwujudan Wawasan Nusantara.
  • Memperkuat stabilitas nasional yang dinamis dalam rangka memperkokoh ketahanan nasional.
  • Meningkatkan kemampuan serta mendorong berkembangnya teknologi yang tepat demi menumbuhkan kepercayaan terhadap kemampuan usaha nasional.
  • Meningkatkan penerimaan devisa lewat peningkatan ekspor hasil produksi yang bermutu, serta untuk mengurangi ketergantungan terhadap barang-barang impor dengan pengutamaan penggunaan hasil produksi dalam negeri.

3. Pengelompokan industri

Industri: Pengertian, Tujuan dan Pengelompokannyawww.pexels.com

Baca Juga: Dorong Industri Petrokimia, BRI Kerja Sama dengan Chandra Asri

Industri dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah tenaga kerja, yaitu kelompok industri besar mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih, industri sedang memiliki tenaga kerja 20-99 orang, dan industri kecil memiliki tenaga kerja 5-19 orang, dan industri rumah tangga memiliki tenaga kerja 1-4 orang. 

Industri besar sedang

Di Indonesia, pengelompokan sektor industri di Indonesia dibedakan menjadi dua. Pertama, pembagian sektor industri pengolahan berdasarkan jenis produk yang dihasilkan.

Berdasarkan pengelompokan ini sektor industri pengolahan dibedakan menjadi Sembilan sub sektor. Pengelompokan yang kedua adalah pembagian berdasarkan banyaknya tenaga kerja.

Dengan pengelompokan ini sektor industri pengolahan dibedakan menjadi empat sub golongan, yaitu: industri rumah tangga, industri kecil, industri sedang, dan industri besar. Berdasarkan pengolompokan ini, industri besar sedang menghasilkan nilai tambah terbesar.

Industri kecil dan rumah tangga

Pemerintah tidak hanya memperhatikan pertumbuhan industri besar dan sedang saja, dalam rangka menunjang pembangunan di sektor industri. Melainkan juga membantu berkembangnya industri kecil dan rumah tangga.

Dalam pembangunan, industri kecil dan rumah tangga memegang peranan penting  khusunya negara-negara yang sedang membangun. Hal ini disebabkan karena industri ini dapat membuka lapangan kerja yang luas, membuka kesempatan usaha dan memperluas basis pembangunan.

Dalam berbagai bidang, industri kecil dan rumah tangga juga meningkatkan ekspor. Dalam pembentukan PDRB, peranan industri kecil dan rumah tangga sebenarnya tidaklah terlalu besar, bahkan dapat dikatakan sangat kecil. Akan tetapi peranan sektor ini dalam penyerapan tenaga kerja cukup besar.

Industri kecil dan menengah

Sementara itu UKM (Usaha Kecil Menengah) meliputi usaha kecil informal atau tradisional dan juga usaha menengah, yang mengelola usahanya sudah lebih maju jika dibandingkan dengan industri kecil informal dan tradisional. Selain itu juga dari segi permodalan yang sudah lebih besar dan manejemen yang juga lebih maju.

Upaya pemerintah melalui berbagai kebijaksanaan, yaitu dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif, sehingga sektor industri terutama sektor industri UKM dapat terus tumbuh dan berkembang, seiring dengan majunya industri besar.

Hal ini sesuai dengan tujuan pembangunan industri berdasarkan tujuan perekonomian serta kebijaksanaan ekonomi, yaitu perluasan kesempatan kerja, pembagian pendapatan secara merata, peningkatan pendapatan nasional, perkembangan industri regional, serta pengurangan jumlah pengangguran.

Potensi industri kecil baik yang sudah terkumpul dalam sentra maupun yang menyebar sebanyak 17.865 unit usaha dan 73 sentra dengan tingkat penyerapan tenaga kerja lebih dari 78 ribu orang di Kabupaten Bantul pada 2006.

So, apakah sekarang kamu sudah lebih memahami apa yang dimaksud dengan industri? Cari tahu penjelasan istilah-istilah yang perlu kamu mengerti lebih jauh hanya di #kamusIDNTimes. Stay educated!

Topic:

  • Rinda Faradilla
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya