Comscore Tracker

SoftBank Dilaporkan Berniat Beli TikTok di India

India blokir TikTok karena berkonflik dengan Tiongkok

Jakarta, IDN Times - SoftBank Group Corp dikabarkan sedang berencana untuk membeli semua aset-aset milik TikTok di India. Ini menyusul keputusan pemerintah India untuk memblokir platform video pendek yang sangat populer tersebut sebagai akibat dari konflik dengan Tiongkok.

Melansir Nikkei Asian Review, konglomerasi asal Jepang tengah mengumpulkan sumber daya sekaligus mencari mitra lokal untuk memuluskan rencana itu. Kabarnya, dalam sebulan terakhir, SoftBank telah melakukan pembicaraan dengan para petinggi PT Reliance Jio Infocomm dan PT Bharti Airtel asal India.

1. SoftBank menaruh sedikit saham di ByteDance

SoftBank Dilaporkan Berniat Beli TikTok di IndiaIlustrasi TikTok. IDN Times/Arief Rahmat

SoftBank sendiri memiliki saham minoritas di ByteDance, perusahaan induk TikTok. Meski begitu, SoftBank disebut punya peran aktif dalam berbagai negosiasi yang dilakukan oleh TikTok. Salah satunya adalah mengajak Walmart Inc. untuk mengakuisisi TikTok di Amerika Serikat.

Akan tetapi, konsorsium yang turut diikuti oleh Alphabet Inc, perusahaan induk Google, itu terpaksa harus dibubarkan. Ini lantaran Presiden Amerika Serikat Donald Trump melarang pihak asing memimpin investasi, dan hanya mengizinkan perusahaan teknologi setempat untuk melakukannya.

Alphabet Inc sendiri akhirnya mundur, sedangkan Walmart memutuskan bergabung bersama Microsoft untuk meneruskan rencana membeli TikTok. Hanya saja, belum jelas apakah ini berarti SoftBank tidak lagi berpartisipasi dalam proses negosiasi di negara tersebut.

Baca Juga: CEO SoftBank: Ada 15 Unicorn di Dunia Terancam Bangkrut!

2. Jejak investasi SoftBank di India bisa ditemukan di beberapa perusahaan

SoftBank Dilaporkan Berniat Beli TikTok di IndiaIlustrasi. unsplash.com/Kon Karampelas

Di India, nama SoftBank bukan hal asing bagi para pengusaha di bidang teknologi. Pendiri SoftBank Masayoshi Son punya sejarah dan jaringan luas di sana. Misalnya, dia menanamkan modal di layanan e-commerce India bernama Snapdeal dan penyedia ojek online Ola Cabs. 

Aplikasi pemesanan hotel bernama Oyo Rooms juga mendapatkan suntikan dana dari SoftBank. Kemudian, akhir tahun lalu, SoftBank mengucurkan dana jutaan dolar untuk Lenskart yang bergerak di bidang kesehatan mata. Perusahaan itu pun kini berstatus sebagai unicorn.

Dengan jejak ini, SoftBank diprediksi tidak terlalu kesulitan untuk meloloskan rencana mengakuisisi TikTok di India.

3. TikTok berusaha bertahan di tengah pemblokiran

SoftBank Dilaporkan Berniat Beli TikTok di IndiaIlustrasi. unsplash.com/Kon Karampelas

Bisnis TikTok di dua negara besar, Amerika Serikat dan India, memang sedang terancam. Trump mengeluarkan perintah eksekutif pada awal Agustus lalu yang berisi dua opsi. Pertama, TikTok harus menjual aset-asetnya di sana kepada perusahaan lokal. Kedua, jika itu gagal, maka TikTok akan diblokir.

Di India, Perdana Menteri Narendra Modi memutuskan memblokir TikTok pada Juli lalu setelah ada konflik terbuka dengan Tiongkok di perbatasan. Dalam konflik itu, puluhan tentara India tewas dan lainnya terluka parah.

Baik Amerika Serikat maupun India menuding ByteDance menyuplai data pengguna TikTok kepada pemerintah Tiongkok. Ini adalah tudingan yang berkali-kali dilontarkan, tapi juga sudah sering dibantah oleh ByteDance yang mengatakan tidak ada bukti untuk menguatkan tuduhan itu.

Pasar TikTok di kedua negara itu memang besar sehingga keputusan pemerintah masing-masing untuk menghentikan operasionalnya adalah sesuatu yang merugikan. Oleh karena itu, TikTok dikabarkan mempertimbangkan menjual aset mereka, meski di Amerika Serikat mereka pilih menggugat pemerintah terlebih dulu.

Baca Juga: Softbank Investasi US$2 Miliar untuk Grab Indonesia

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya