Comscore Tracker

Wapres: Indonesia Bercita-cita Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah

Indonesia menempati peringkat ke-4 dalam ekonomi syariah

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden (wapres) Ma'ruf Amin mengatakan Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, dengan sekitar 87 persen dari total penduduk. Karena hal itu, menurut Ma'ruf, Indonesia memiliki cita-cita untuk menjadi pemain utama di bidang ekonomi syariah.

"Dengan potensi pasar global dan domestik yang besar, Indonesia bercita-cita menjadi pemain utama dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah," ujar Ma'ruf Amin saat memberi paparan di acara The Future of Islamic Capital Market: Opportunities, Challenges, and Way Forward, di YouTube Komite Nasional dan Keuangan Syariah, Kamis (15/7/2021).

Baca Juga: 4 Jurus BI Dongkrak Ekonomi dan Keuangan Syariah RI

1. Ma'ruf sebut Indonesia peringkat ke-4 dalam pengembangan ekonomi syariah

Wapres: Indonesia Bercita-cita Jadi Pemain Utama Ekonomi SyariahWapres RI Ma'ruf Amin (ANTARA/Fransiska Ninditya)

Ma'ruf menjelaskan Indonesia menempati peringkat ke-4 dalam ekonomi syariah berdasarkan data The State of the Global Islamic Economy Report 2020/2021. Peringkat ini dikatakannya naik dari peringkat 5 pada 2019 dan di 2018 yang masih berada di peringkat ke-9.

Untuk industri keuangan syariah Indonesia, lanjut Ma'ruf, berdasarkan laporan Islamic Finance Country Index (IFCI) 2020, Indonesia menempati posisi ke-2 dengan skor 82,01.

"Keberhasilan Indonesia menduduki peringkat tersebut menunjukan bahwa sektor ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat, bahkan di tengah kondisi pandemik COVID-19," ucapnya.

2. Ma'ruf beber upaya Indonesia untuk penguatan industri keuangan syariah

Wapres: Indonesia Bercita-cita Jadi Pemain Utama Ekonomi SyariahIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Dia mengatakan pemerintah berupaya agar Industri keuangan syariah, khususnya terkait pasar modal syariah mengalami peningkatan. Diantaranya, yakni penguatan kelembagaan perbankan syariah melalui merger tiga Bank Umum Syariah yang kini dikenal dengan nama PT Bank Syariah Indonesia (PT BSI).

Kedua, penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang merupakan instrumen investasi bagi para pelaku industri keuangan syariah dan penerbitan SBSN Ritel untuk masyarakat umum. Lalu, penerbitan Green Sukuk, yang merupakan SBSN pertama dan terbesar di dunia dengan konsep berkelanjutan.

"Dan yang keempat, OJK juga telah memberikan izin penerbitan instrumen investasi syariah di pasar modal syariah seperti reksa dana syariah dan saham syariah yang fatwanya diterbitkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI)," tambahnya.

Baca Juga: Menakar Potensi Ekonomi Syariah Indonesia

3. Ma'ruf ingin ada inovasi

Wapres: Indonesia Bercita-cita Jadi Pemain Utama Ekonomi SyariahANTARA/Jessica Helena Wuysang/ama

Sekarang ini secara global, banyak negara yang masih menangani laju penyebaran COVID-19. Ma'ruf mengakui ada pelambatan kinerja pasar modal syariah, khususnya di kinerja saham syariah dan reksadana syariah karena pandemik COVID-19.

Meski begitu, Ma'ruf ingin agar agar ada inovasi. Sebab, sambungnya, keberadaan pasar modal syariah memiliki peran penting sebagai sumber pendanaan dan juga investasi bagi masyarakat.

"Menghadapi situasi ini diperlukan suatu inovasi bersama, yang dapat berperan sebagai katalisator perluasan market yang lebih inklusif dan berkesinambungan," ujar Ma'ruf.

Baca Juga: Jokowi Banggakan Ekonomi Syariah Indonesia di Posisi 4 Besar Dunia

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya