Comscore Tracker

Sah! PGN Akuisisi Pertagas Senilai Rp20,18 Triliun 

Ini menjadi sejarah baru bagi Perusahaan Gas Negara

Jakarta, IDN Times - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk pada Jumat (28/12) menorehkan sejarah baru, karena telah resmi mengakuisisi saham PT Pertamina (Persero) di PT Pertamina Gas (Pertagas). Ini merupakan rangkaian proses pembentukan induk usaha (holding) BUMN minyak dan gas yang berdiri pada (11/4) lalu. 

Proses penandatanganan perjanjian jual beli (sales purchase agreement) saham antara kedua institusi dilakukan oleh Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso. 

"Hari ini PGN mencatat sejarah baru. Kami resmi menjadi Sub Holding Gas karena proses akuisisi Pertagas dan seluruh anak usahanya telah selesai," ujar Gigih di Kementerian BUMN pada Jumat pagi. 

Proses penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh Deputi Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Fajar Harry Sampurno. Lalu, berapa nilai akuisisi yang dilakukan oleh PGN tersebut?

1. Penandatanganan merupakan proses revisi dari perjanjian sebelumnya

Sah! PGN Akuisisi Pertagas Senilai Rp20,18 Triliun Dok. IDN Times

Penandatanganan yang dilakukan pada hari ini merupakan revisi dari perjanjian sebelumnya. Pada saat penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat (CSPA) yang dilakukan pada (29/6), PGN direncanakan hanya mengakuisisi Pertagas dan anak usahanya, PT Pertagas Niaga saja. 

Sedangkan, dalam penandatanganan pada Jumat, PGN dan PT Pertamina sepakat mengikutsertakan empat anak usaha Pertagas yaitu PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, PT Perta-Samtan Gas, dan PT Perta Kalimantan Gas dalam proses pengambilalihan saham Pertamina di Pertagas oleh PGN. 

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso, para pihak telah melakukan sejumlah proses di antaranya due diligence, valuasi, dan audit untuk laporan keuangan Pertagas dan seluruh anak perusahaannya. 

"Alhamdulillah beberapa tahapan tersebut sudah selesai dan telah mendapatkan persetujuan dari internal PGN dan Pertamina," kata Gigih. 

Baca Juga: Pipa Gas di Depan BNN Kembali Bocor, Ini Penjelasan PGN

2. Nilai akuisisi berubah dari Rp16,6 triliun menjadi Rp20,18 triliun

Sah! PGN Akuisisi Pertagas Senilai Rp20,18 Triliun Dok. IDN Times

Sebagai konsekuensi dari penambahan anak usaha yang diakuisisi, nilainya pun berubah. Semula nilai akuisisi Rp16,6 triliun untuk 2.591.099 saham dari Pertagas atau setara 51 % atas Pertagas dan Pertagas Niaga menjadi Rp 20,18 triliun. 

Terkait skema pembayaran pengambilalihan saham itu, menurut Gigih, PGN akan melakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, sebesar 50 persen dari total harga pembelian atau senilai Rp10,9 triliun dengan menggunakan pembayaran tunai. 

“Adapun untuk tahap kedua, perusahaan akan menerbitkan Promissory Note sebesar 50 % dari total harga pembelian," ujar Gigih. 

3. PT Pertagas akan diintegrasikan sebagai anak usaha PGN

Sah! PGN Akuisisi Pertagas Senilai Rp20,18 Triliun Dok. IDN Times

Direktur Utama PT Pertamina Gas, Wiko Migantoro mengatakan setelah proses integrasi selesai maka Pertamina selaku holding BUMN Migas akan mengarahkan PGN selaku subholding gas untuk mengelola bisnis gas secara terintegrasi di Indonesia. 

"Pertagas akan diintegrasikan sebagai anak usaha PGN, dalam kerangka Holding Migas sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 06 tahun 2018," ujar Wiko. 

Dengan adanya kesepakatan ini, maka PGN bersama Pertagas selaku pengelola utama kegiatan hilir gas bumi akan semakin kuat.

“PGN bersama dengan Pertagas siap untuk menjadi tools strategis negara dalam mewujudkan visi pemerintah dalam mendorong gas bumi sebagai 'engine of growth'," ujar Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso. 

 

4. Dengan adanya integrasi diharapkan bisa menciptakan efisiensi dalam rantai bisnis gas bumi

Sah! PGN Akuisisi Pertagas Senilai Rp20,18 Triliun Dok. IDN Times

Melalui integrasi ini, Holding BUMN Migas pun diharapkan menghasilkan sejumlah manfaat, di antaranya menciptakan efisiensi dalam rantai bisnis gas bumi sehingga tercipta harga gas yang lebih kompetitif kepada konsumen, meningkatkan kapasitas dan volume pengelolaan gas bumi nasional, dan meningkatkan kinerja keuangan Holding BUMN Migas.

"Harapan kami, Holding BUMN Migas ini dapat menciptakan kedaulatan dan ketahanan energi yang pastinya membawa manfaat untuk masyarakat dan negara," ujar Direktur Utama PT Pertamina Gas, Wiko Migantoro. 

Baca Juga: Pertamina Gandeng Jasa Marga, Ini Bentuk Kerja Sama Mereka

Topic:

  • Dwi Agustiar
  • Santi Dewi

Just For You