Cegah Dampak Gejolak Global, Bapanas Bakal Optimalkan Serap Pangan

Perlu cadangan pemerintah

Intinya Sih...

  • Bapanas bersiap mengoptimalkan penyerapan pangan produksi dalam negeri untuk mencegah dampak geopolitik global.
  • Potensi panen padi mencapai 4,9 juta ton, menambah stok beras di gudang Bulog yang saat ini mencapai 1.231.434 ton.

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan Bapanas akan berupaya mengoptimalkan penyerapan pangan produksi dalam negeri guna mencegah dampak gejolak geopolitik global ke perekonomian Indonesia terutama pada sektor pangan.

“Nggak ada yang menyangka bahwa Iran pakai drone menyerang (Israel). Nggak ada yang nyangka (konflik) Rusia dengan Ukraina seperti itu panjang waktunya. Jadi solusinya adalah kita perlu cadangan pemerintah, solusinya kita perlu menyiapkan pascapanen mendukung apa yang dikerjakan Pak Amran (Menteri Pertanian) sahabat saya,” kata Arief di Jakarta, Kamis (13/4/2024), dilansir dari ANTARA, Jumat (19/4/2024).

Arief menjelaskan, tidak  akan ada  dana tambahan untuk subsidi dampak kenaikan harga pangan. Meski begitu, pihaknya akan  tetap memaksimalkan penyerapan produksi pertanian dalam negeri khususnya padi yang akan memasuki masa panen.

Baca Juga: Kepala Bapanas Beberkan Alasan Indonesia Setop Impor Jagung

1. Potensi panen padi capai 4,9 juta ton

Cegah Dampak Gejolak Global, Bapanas  Bakal Optimalkan Serap Panganilustrasi menanam padi (pexels.com/rattasat)

Bapanas menyebut potensi panen padi mencapai 4,9 juta ton yang setara dengan beras pada April 2024. Perkiraan tersebut mengacu kerangka sampel area (KSA) dari Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan adanya panen itu dapat menambah stok beras di gudang Bulog yang saat ini mencapai 1.231.434 ton per 16 April 2024.

Selain itu, khusus untuk harga padi, pihaknya memastikan agar harga di tingkat petani tidak jatuh begitu pun ditingkat konsumen atau masyarakat bisa terjangkau.

Baca Juga: Bapanas Pastikan HET Beras Tak Naik

2. Bapanas berlakukan fleksibilitas bagi Perum Bulog

Cegah Dampak Gejolak Global, Bapanas  Bakal Optimalkan Serap PanganAntara

Bapanas telah memberlakukan fleksibilitas bagi Perum Bulog untuk harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di tingkat petani, menjadi Rp6.000 per kilogram (kg) dari harga sebelumnya Rp5.000 per kg. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan sejak 3 April hingga 30 Juni 2024.

“Kita juga harus hati-hati, jangan kita pada saat harga tinggi kemarin semua teriak-teriak (harga beras) Rp18.000 (per kg). Harga Rp18.000 per kg itu terbentuk karena harga gabahnya Rp8.000 sampai Rp8.600,” ujar Arief.

3. Impor komoditas jagung dihentikan

Cegah Dampak Gejolak Global, Bapanas  Bakal Optimalkan Serap PanganFoto petani jagung di Desa Punti Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima saat jemur jagung (IDN Times/Juliadin)

Pada kesempatan tersebut, Bapanas juga menyatakan bahwa impor komoditas jagung disetop untuk menyerap hasil produksi dalam negeri. Dengan menghentikan impor jagung, diharapkan kebutuhan yang ada dapat dipenuhi petani lokal.

“Jagung beberapa bulan lalu diperlukan impor? Diperlukan. Kami nggak malu-malu, kita bilang perlu. Tapi begitu panen sekarang impor jagungnya setop, kita harus punya cadangan supaya petani, peternak ayam telur segala macam itu, masih tetap mau berternak dan bertani,” tutur Arief.

Dia pun berharap pemerintah daerah (pemda) dapat memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dan insentif fiskal dari pemerintah pusat yang disalurkan ke daerah untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan, salah satunya dengan kerja sama antar daerah (KAD).

“Jadi dana itu bisa dipakai oleh pemerintah daerah, kerja sama antar daerah itu menjadi penting. Itu note-nya. Jadi bupati, gubernur saat ini aktif untuk melakukan kerja sama antardaerah. Karena Pak Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri wanti-wanti setiap hari Senin, para Pj bupati atau gubernur yang saat ini ada harus konsen terhadap inflasi,” beber dia.

4. Pemerintah siapkan skenario

Cegah Dampak Gejolak Global, Bapanas  Bakal Optimalkan Serap PanganMenteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan hasil rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Joko “Jokowi” Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2024). (IDN Times/Trio Hamdani)

Di tengah isu geopolitik yang tengah bergejolak, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa pemerintah selalu menyiapkan skenario untuk meredam dampak gejolak geopolitik global ke perekonomian Indonesia terutama bagi sektor riil.

“Skenario, pemerintah selalu siapkan, namun sekarang kita masih menunggu perkembangan (konflik Iran-Israel),” kata Airlangga saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/4/2024).

Airlangga menjelaskan, sejauh ini potensi eskalasi antara Iran dan Israel belum terlihat signifikan. Dengan demikian, pemerintah Indonesia masih mencermati perkembangan arah gejolak geopolitik yang terjadi antara dua negara tersebut.

Topik:

  • Jujuk Ernawati

Berita Terkini Lainnya