Comscore Tracker

Jokowi ke Kabinet: Perkokoh Ekonomi Maritim, Jangan Cuma Jargon!

Jokowi minta kerja nyata untuk tingkatkan ekonomi maritim

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan Indonesia yang memiliki 17 ribu pulau dengan panjang garis pantai lebih dari 108 ribu kilometer harus menjadi poros maritim dunia. Apalagi, kata dia, Indonesia adalah negara dengan kekayaan laut terbesar di dunia.

Ia meminta jajarannya, termasuk menteri di kabinet, memperkokoh perekonomian yang bebasis maritim.

“Sudah seharusnya kita memperkokoh ekonomi biru kita, blue economy kita, identitas Indonesia sebagai bangsa maritim harus terus-menerus kita pulihkan dan kita kokohkan, bukan melalui jargon-jargon kemaritiman semata, tetapi melalui kerja nyata di berbagai bidang,” tegas Jokowi dalam peringatan Hari Maritim Nasional yang disiarkan langsung di kanal YouTube Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Kamis (23/9/2021).

1. Jokowi ingin Indonesia bisa berdayakan potensi maritim untuk pertumbuhan ekonomi yang merata

Jokowi ke Kabinet: Perkokoh Ekonomi Maritim, Jangan Cuma Jargon!Presiden Jokowi pimpin rapat terbatas di Istana Merdeka pada Senin (19/10/2020) (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan Indonesia harus bekerja keras meningkatkan konektivitas laut. Indonesia, lanjutnya, harus meningkatkan keamanan maritim guna melindungi kepentingan rakyat dan kepentingan nasional.

“Kita harus memberdayakan potensi maritim untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan untuk meningkatkan nilai tambah, serta mempersatukan negara kita Indonesia,” ucapnya.

Baca Juga: Hari Maritim Nasional, Jokowi: Penangkapan Ikan Harus Arif-Bijaksana!

2. Pemerintah meningkatkan konektivitas antarpulau dengan tol laut

Jokowi ke Kabinet: Perkokoh Ekonomi Maritim, Jangan Cuma Jargon!Presiden Jokowi beri sambutan di Hari Maritim Nasional pada Kamis (23/9/2021). (youtube.com/Kemenko Maritim dan Investasi)

Jokowi menuturkan, pemerintah telah bekerja meningkatkan konektivitas ribuan pulau di Indonesia. Dia menyebut, upaya yang dilakukan pemerintah bukan hanya melalui pembangunan pelabuhan besar dan kecil yang berada di pulau-pulau kecil dan terisolir, tetapi menghubungkan pulau-pulau itu melalui program tol laut.

“Untuk mempermudah mobilitas barang dan orang antarpulau dalam rangka menjamin pelayanan masyarakat yang lebih baik dan meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal,” jelas Jokowi.

3. Jokowi sebut masyarakat pantai punya potensi ekonomi yang tinggi

Jokowi ke Kabinet: Perkokoh Ekonomi Maritim, Jangan Cuma Jargon!Ilustrasi laut. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

Jokowi menilai masyarakat pantai memiliki potensi ekonomi yang tinggi meski jauh dari pusat-pusat kegiatan ekonomi nasional dan berada di pulau terpencil. Masyarakat pantai, kata dia, memiliki potensi industri pangan yang berbasis laut seperti perikanan dan hayati laut. Selain itu, ada pula potensi pariwisata maritim dengan memanfaatkan kekayaan dan keindahan laut.

Masyarakat pantai juga mempunyai potensi industri obat dan suplemen kesehatan berbasis kekayaan hayati dan nabati laut. Sehingga, tambah Jokowi, bisa menjadi basis pertumbuhan ekonomi Indonesia yang merata ke seluruh pelosok Tanah Air.

“Dukungan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi menempati posisi sangat strategis untuk mendukung upaya tersebut. Pemanfaatan dan pengembangan iptek di dunia perkapalan dan pertumbuhan industri perkapalan dalam negeri harus terus-menerus kita upayakan,” tutur mantan Wali Kota Solo tersebut.

“Bukan hanya industri pembuatan kapal saja, tetapi juga industri jasa perhubungan dan jasa logistik berskala global harus terus kita kembangkan,” lanjut dia.

Baca Juga: Hari Maritim Nasional, Jokowi: Kita Harus Jadi Raja di Laut Kita!

Topic:

  • Jihad Akbar

Berita Terkini Lainnya