Daftar Harga Emas Antam Pecahan 0,5 hingga 1.000 Gram Hari Ini

Harga emas Antam naik Rp1.000 per gram

Jakarta, IDN Times - Harga emas hari ini, Jumat (10/6/2022), produksi PT Aneka Tambang atau Antam naik Rp1.000 menjadi Rp984 ribu per gram berdasarkan pantauan IDN Times dari logammulia.com.

Sedangkan harga jual kembali atau buyback emas Antam hari ini mengalami kenaikan Rp2 ribu menjadi Rp863 ribu per gram.

Baca Juga: Waspada! Ini 5 Rayuan Gombal Penipu Investasi Emas Bodong

1. Harga emas batangan Antam dalam pecahan lain

Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp542 ribu
  • Harga emas 1 gram: Rp984 ribu
  • Harga emas 2 gram: Rp1,9 juta
  • Harga emas 3 gram: Rp2,8 juta
  • Harga emas 5 gram: Rp4,69 juta
  • Harga emas 10 gram: Rp9,3 juta
  • Harga emas 25 gram: Rp23,2 juta
  • Harga emas 50 gram: Rp46,3 juta
  • Harga emas 100 gram: Rp92,6 juta
  • Harga emas 250 gram: Rp231,2 juta
  • Harga emas 500 gram: Rp462,3 juta
  • Harga emas 1.000 gram: Rp924,6 juta

Harga emas di atas merupakan harga dasar, alias belum termasuk pajak. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemilik pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,9 persen bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP.

2. Emas merupakan aset aman untuk berinvestasi

Emas bisa menjadi cara yang sangat berguna untuk diversifikasi portofolio investasi. Selain karena emas merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilainya juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.

Itu berarti, di saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega karena tidak semua asetnya melemah.

Menurut MoneyWeek, emas umumnya disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar lima sampai 15 persen dari portofolio untuk investasi terkait emas atau emas.

Sementara itu menurut Richard dan Robert Michaud, investor cukup memegang antara dua hingga 10 persen emas dalam portofolio mereka untuk dapat meningkatkan kinerja investasi secara signifikan.

"Ini juga berlaku bahkan ketika mengasumsikan pengembalian emas tahunan rata-rata konservatif di angka yang rendah antara dua hingga empat persen, jauh di bawah kinerja historis jangka panjang yang sebenarnya," tulis gold.org.

3. Tentukan tujuan investasi sebelum beli emas

Meski investasi emas juga cenderung aman, namun penting untuk menentukan tujuan investasi sebelum membeli emas. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli. Alih-alih untung, kamu bisa merugi.

Sebaliknya, jika kamu berinvestasi untuk jangka panjang, emas jadi instrumen yang cocok. Sebab, kamu akan mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan.

Baca Juga: Pilih Tabungan Emas atau Kredit Emas? Ini Bedanya

Topik:

  • Hana Adi Perdana
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya