Comscore Tracker

Minta Anggarannya Ditambah, Luhut: Masa Saya Bayar Sendiri?

Luhut minta tambahan dana untuk bereskan tugas dari Jokowi

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarinves), Luhut Binsar Pandjaitan meminta dukungan dari Badan Anggaran (Banggar) DPR RI agar anggaran kementeriannya ditambah.

Luhut minta tambahan anggaran karena banyak tugas yang harus dia kerjakan, termasuk tugas yang diperintahkan secara langsung oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo.

"Tugas dan fungsi dari Kemenko Marves ada di Perpres 92 tahun 2019. Saya kira menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian urusan kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang kemaritiman dan investasi. Saya kira banyak," kata Luhut dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DRP RI, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga: Tuai Kritik, Luhut Buka Suara soal Diminta Jokowi Urusi Minyak Goreng

1. Luhut butuh tambahan anggaran untuk tuntaskan masalah minyak goreng

Minta Anggarannya Ditambah, Luhut: Masa Saya Bayar Sendiri?Ilustrasi pedagang minyak goreng curah. (IDN Times/Adeng Bustomi)

Luhut mengatakan bahwa Sekretaris Kemenko Marves sudah komplain karena membutuhkan dana untuk menyelesaikan masalah minyak goreng.

"Jadi, seperti minyak goreng ini kan lama-lama pak Sesmenko sudah komplain saya 'Bapak merintah-merintah saja, uangnya sudah makin tipis, Pak' katanya," tutur Luhut.

Oleh karena itu, Luhut mendatangi Banggar DPR RI untuk meminta dukungan agar anggaran Kemenko Marves bisa ditambah lagi.

"Jadi supaya Bapak/Ibu sekalian paham juga lah, jadi kalau kami datang kemari memohon (tambahan anggaran) ya memang dalam konteks itu, Pak. Masa saya bayar sendiri, Pak, walaupun ada duit saya juga sih tapi ya nggak proper lah menurut saya," ujarnya.

Baca Juga: Luhut ke Anggota DPR: Jangan Cari Popularitas dengan Nyerang Saya

2. Luhut minta tambahan anggaran Rp146 miliar

Minta Anggarannya Ditambah, Luhut: Masa Saya Bayar Sendiri?ilustrasi uang (IDN Times/Aditya Pratama)

Luhut minta tambahan anggaran sebesar Rp146 miliar, yakni untuk dukungan manajemen Rp57,15 miliar dan koordinasi kebijakan Rp88,85 miliar.

Semula pagu anggaran tahun anggaran 2023 untuk Kemenko Marves disepakati bersama Banggar sebesar Rp283,06 milir. Jadi, dengan usulan yang diajukan, anggaran Kemenko Marves akan menjadi Rp429,06 miliar.

Luhut menjelaskan perlunya dukungan anggaran yang cukup untuk melaksanakan dan mensukseskan tugas-tugas Kemenko Marves, termasuk kegiatan direktif Presiden.

Terdapat kegiatan yang belum terakomodir dalam pagu indikatif 2023, diantaranya adalah kegiatan Archipelagich and Island States (AIS) Forum sebesar Rp50 miliar, khususnya untuk anggaran penyelenggaraan KTT para kepala negara dan kepala pemerintahan.

Kemudian tambahan anggaran untuk mendukung pelaksanaan dan pencapaian target dari kegiatan-kegiatan direktif Presiden dan kegiatan strategis di Kemenko Marves lainnya sebesar Rp38,85 miliar.

Selanjutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia Kemenko Marves dan belanja pegawai (Tukin 80 persen) sebesar Rp35,7 miliar, pemeliharaan dan operasional untuk gedung Kemenko Marves, setelah serah terima dari BRIN pada tanggal 2 Juni 2022 sebesar Rp14,9 miliar.

Terakhir perbaikan dan relokasi gedung di Kalideres, Jakarta Barat sebagai hibah aset dari Kementerian Keuangan kepada Kemenko Marves sebesar Rp3,7 miliar.

3. Banyaknya pekerjaan Luhut karena penugasan Presiden

Minta Anggarannya Ditambah, Luhut: Masa Saya Bayar Sendiri?Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Luhut pun meluruskan mengenai banyaknya pekerjaan yang dia lalukan sebagai Menkomarinves. Dia menekankan hanya mengurusi semua yang memang menjadi bidangnya, dan yang diperintahkan oleh Presiden.

"Saya ini juga bukan muda lagi, 75 tahun, jadi saya tahu diri. Jadi kalau saya bisa kerjain ya saya kerjain," ujarnya.

Dia menjelaskan salah satu fungsi Kemenko Marves memang melaksanakan fungsi lain yang diberikan oleh presiden. Jadi, dia hanya melaksanakan perintah presiden saja.

"Nah penugasan dari presiden kepada Menko Marves itu macam-macam ya, beliau suruh ya saya kerjain, jadi itu aja. Tapi saya pikir sampai hari ini tidak ada yang saya tidak deliver apa yang diberikan oleh presiden. Itu saya pikir saya bisa jamin pada Bapak/Ibu sekalian. Karena kalau saya tidak bisa saya akan bilang kepada Bapak Presiden mungkin Bapak Presiden memberikan kepada yang lain," tambahnya.

Baca Juga: Luhut Ungkap Kenapa Dirinya Suka Urusi Banyak Hal

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya