Comscore Tracker

Rupiah Loyo di Akhir Pekan, Dolar AS Menguat Tipis

Rupiah melemah 0,05 persen

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (24/6/2022).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah melemah sebanyak 7 poin atau 0,05 persen ke Rp14.847. Pada perdagangan pagi tadi, kurs rupiah dibuka melemah tipis 3 poin ke level Rp14.843 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Kamis, 23 Juni 2022, kurs rupiah ditutup menguat sebanyak 22 poin atau 0,15 persen ke Rp14.840.

Baca Juga: Tak Ikuti Langkah The Fed, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,50 Persen

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah tercatat sebesar Rp14.846 per dolar AS.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kurs rupiah pada Kamis (23/6/2022) yang ada di level Rp14.835 per dolar AS.

Baca Juga: The Fed Naikkan Suku Bunga, 4 Dampak Ini Bakal Dirasakan Ekonomi RI

2. Pergerakan nilai tukar dibayangi ancaman resesi AS

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan dolar AS dipengaruhi oleh kekhawatiran investor akan resesi AS setelah Federal Reserve (Fed) mengisyaratkan resolusinya untuk menjinakkan inflasi "tanpa syarat".

Untuk faktor dalam negeri, pergerakan rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi oleh keyakinan bahwa Indonesia tidak akan mengalami krisis ekonomi pasca pandemi COVID-19 seperti yang dialami Sri Lanka dan Pakistan.

Alasannya, sejak sebelum pandemi terjadi, pemerintah sangat disiplin dalam mengelola standar kebijakan fiskal. Pengelolaan kebijakan fiskal dan moneter sejak lama dilakukan secara bijaksana dan konservatif.

3. Proyeksi nilai tukar rupiah Senin depan

Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah melemah 7 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 20 poin di level Rp14.847 dari penutupan sebelumnya di level Rp.14.840.

"Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.830-Rp14.890," tambahnya.

Baca Juga: Indonesia Berhasil Ngerem Utang, Sri Mulyani Beberkan Buktinya

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya