Tak Menyerah, Rupiah Kembali Tinggalkan Level Rp15 Ribu Pagi Ini

Rupiah dibuka menguat ke level Rp14.980 per dolar AS

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah berhasil menguat atas mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (8/7/2022).

Kurs rupiah dibuka menguat 21 poin ke level Rp14.980 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

Mengutip Bloomberg, hingga pukul 09.54 WIB, kurs rupiah masih menguat 22 poin atau 0,15 persen ke level Rp14.979 per dolar AS.

Baca Juga: IHSG Berotot Pagi Ini, Saham AMRT hingga BUKA Ikutan Cerah

1. Kurs rupiah sempat tembus level Rp15 ribu kemarin

Pada perdagangan kemarin atau Kamis (7/7/2022), kurs rupiah tembus ke level Rp15.001 pada penutupan perdagangan.

Nilai tukar rupiah juga melemah atas dolar AS dan menyentuh level Rp15.022 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu 6 Juli. Kemudian rupiah berhasil memperkecil pelemahan dan keluar dari Rp15 ribuan pada penutupan perdagangan di hari yang sama.

Pagi kemarin, kurs rupiah berhasil menguat 12 poin ke level Rp14.987 per dolar AS meskipun pada penutupan perdagangan, rupiah kembali menyentuh Rp15 ribuan.

Baca Juga: 3 Komitmen Investasi buat Gen Z, Dijamin Gak Bikin Takut Jadi Dewasa!

2. Pemicu rupiah sempat tembus Rp15 ribu per dolar AS

Sebelumnya, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah yang begitu dalam karena belum bangkitnya pertumbuhan ekonomi global usai Rusia menghentikan ekspor gas alam.

Hal tersebut tidak hanya memengaruhi perekonomian Eropa, melainkan juga di AS yang memang mengandalkan minyak dan gas alam dari Rusia.

"Di AS sendiri kita tahu bahwa dampak dari embargo Rusia terhadap minyak dan gas alam dan hasil bumi lainnya sangat berdampak terhadap AS. AS sendiri kita tahu bahwa di sana terjadi inflasi cukup tinggi saat ini," kata Ibrahim, kepada IDN Times, Rabu (6/7/2022).

3. Pemerintah dan BI tidak tinggal diam

Ibrahim Assuaibi pun menambahkan, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) pun tidak akan tinggal diam atas kondisi tersebut. BI diperkirakan Ibrahim semakin meningkatkan intervensinya.

"Pemerintah dan BI akan melakukan strategi bauran. BI masih akan intervensi di pasar DNDF, valas, obligasi mungkin akan lebih kencang lagi untuk menahan laju pelemahan mata uang rupiah," kata dia.

Topik:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya