Comscore Tracker

Yuk! Cek Kurs Rupiah di 11 Bank Nasional Selasa Siang Ini

Selasa pagi rupiah sempat menguat, meski siang kembali lemah

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menguat tipis 13 poin pada perdagangan di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa pagi (31/3) ke posisi Rp16.325 per dolar AS dibandingkan Senin sore di angka Rp16.338 per dolar AS.

Namun data RTI pukul 11.25 WIB menunjukkan rupiah melemah ke level Rp16.352 per dolar AS.

Pantauan IDN Times, Bank Indonesia sendiri menetapkan kurs transaksi sebesar Rp16.285 per dolar AS untuk beli, dan Rp16.448 per dolar AS untuk jual. Sedangkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) hari ini ditetapkan Rp16.367 per dolar, lebih tinggi dibandingkan pada 27 Maret 2020 sebesar Rp16.230 per dolar AS.

1. Bank jual dolar AS hingga Rp16.740

Yuk! Cek Kurs Rupiah di 11 Bank Nasional Selasa Siang IniIlustrasi Dollar (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Baca Juga: Chatib Basri: Rupiah Jatuh karena Investor Beralih ke Dolar

Berikut kurs jual beli dolar AS (bank notes) di sebelas bank pada Selasa siang:

Bank BCA: Rp16.075 (beli) dan Rp16.575 (jual)
Bank Mayapada: Rp16.065 (beli) dan Rp16.675 (jual)
Bank BNI: Rp16.050 (beli) dan Rp16.650 (jual)
Bank Mandiri: Rp15.850 (beli) dan Rp16.550 (jual)
Bank CIMB Niaga: Rp16.000 (beli) dan Rp16.600 (jual)
Bank OCBC NISP: Rp16.090 (beli) dan Rp16.590 (jual)
BRI: Rp16.145 (beli) dan Rp16.455 (jual)
Bank Permata: Rp15.975 (beli) dan Rp16.525 (jual)
Bank Mega: Rp15.960 (beli) dan Rp16.740 (jual)
Bank Danamon: Rp16.080 (beli) dan Rp16.580 (jual)
BTN: Rp15.967 (beli) dan Rp16.617 (jual)

2. Dolar AS menguat di pasar New York pada penutupan Senin

Yuk! Cek Kurs Rupiah di 11 Bank Nasional Selasa Siang IniIlustrasi Dollar (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Sementara itu data perdagangan di pasar keuangan New York, seperti dikutip Antara, dolar AS menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menghentikan penurunan selama sepekan, ketika investor bersiap menghadapi ketidakpastian berkepanjangan serta pemerintah memperketat penguncian dan meluncurkan langkah-langkah moneter dan fiskal guna memerangi pandemi virus corona.

Yuan China di pasar luar negeri melemah setelah bank sentral China memangkas suku bunga utama antarbank, sementara bank sentral Singapura secara agresif juga melonggarkan kebijakan moneternya pada Senin.

Euro, sterling, dan dolar Australia semuanya lebih rendah, mengakhiri rebound baru-baru ini yang mengikuti upaya Federal Reserve untuk menenangkan serbuan safe-haven untuk memiliki mata uang AS awal bulan ini.

"Anda mulai melihat bank sentral lain aktif, dengan Singapura, misalnya, memberikan penyesuaian pada pematokannya. Semua pelonggaran lebih lanjut ini di seluruh dunia memberikan rebound dolar sementara," kata Edward Moya, ahli strategi pasar senior di OANDA di New York.

3. Kekhawatiran virus corona dan dampak ekonomi mendominasi pasar valas

Yuk! Cek Kurs Rupiah di 11 Bank Nasional Selasa Siang IniIlustrasi Dollar (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Kekhawatiran tentang penyebaran virus corona dan dampak ekonomi dari penutupan terus mendominasi pasar valuta asing, tetapi pergerakan harga pada Senin relatif teratasi dengan baik dan jauh lebih kecil daripada dalam sesi terakhir.

Dalam perdagangan sore, indeks dolar naik 0,8 persen menjadi 99,09. Analis mengatakan penyeimbangan portofolio akhir bulan investor serta kegelisahan tentang virus juga mendukung dolar.

"Dolar AS tetap relatif kuat terhadap awal bulan, yang selanjutnya mengurangi nilai dolar pasar obligasi dan ekuitas di luar AS," kata Barclays dalam sebuah catatan penelitian tentang penyeimbangan kembali portofolio pada akhir bulan.

Euro melemah 0,9 persen menjadi 1,1037 dolar. Sterling jatuh 0,9 persen menjadi 1,2366 dolar.

Dalam dua minggu terakhir, dolar pertama kali membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak krisis keuangan 2008 karena investor dan perusahaan menyerbu mata uang paling likuid di dunia, kemudian melihat penurunan mingguan terbesar sejak 2009. Tanda-tanda tekanan pendanaan telah mereda tetapi tidak berkurang dan uang tunai dolar tetap dalam permintaan yang tinggi. Safe-haven yen Jepang naik tipis, mendorong dolar turun 0,1 persen menjadi 107,88 yen.

 

Baca Juga: Rupiah Melemah Akibat Virus Corona, Berdampak ke Millennial

Topic:

  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya