Comscore Tracker

Ada Sinyal Dovish dari The Fed, Dolar AS Loyo Sore Ini

Rupiah berhasil menguat 137 poin atas dolar AS

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (2/12/2022).

Kurs rupiah ditutup menguat 137 poin atau 0,88 persen ke Rp15.425,5. Pada perdagangan pagi tadi, kurs rupiah menguat 141 poin ke level Rp15.421 per dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah bergerak di rentang Rp15.405-15.439,5 per dolar AS hari ini.

Baca Juga: Akhir Pekan, Kurs Rupiah Ditutup ke Level Rp15.684 per Dolar AS 

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp15.429 per dolar AS.

Angka tersebut lebih kecil dibandingkan kurs rupiah pada kemarin Kamis yang ada di level Rp15.617 per dolar AS. Dengan kata lain rupiah mengalami penguatan.

Baca Juga: Ini 4 Mata Uang Paling Berpengaruh di Dunia, Ada Rupiah? 

2. The Fed beri sinyal kebijakan dovish bikin dolar AS melemah

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan dolar AS sore ini dilatarbelakangi oleh sinyal pelonggaran kebijakan moneter atau kebijakan dovish dari Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Kondisi itu menurutnya mendongkrak nilai tukar aset berisiko, termasuk rupiah.

"Mata uang regional juga ditetapkan untuk kenaikan yang kuat minggu ini karena Federal Reserve menandai kenaikan suku bunga yang lebih kecil dalam beberapa bulan mendatang, sebuah skenario yang positif untuk aset yang digerakkan oleh risiko," kata Ibrahim dalam keterangan resmi.

Selain itu, menurut Ibrahim, pelaku pasar juga memberikan sentimen positif pada rupiah dengan melihat kondisi perekonomian Indonesia, terutama tingkat inflasi yang masih terjaga di angka 5,42 persen pada November 2022.

"Kondisi ini berbanding terbalik dengan catatan pada bulan lalu di mana Indonesia mencatatkan deflasi sebesar 0,11 persen. Hasil polling juga memperkirakan inflasi secara tahunan (yoy) akan menembus 5,54 persen pada bulan ini," ujar Ibrahim.

Baca Juga: Peringatan Hari Keuangan Nasional, Menilik Sejarah Mata Uang Indonesia

3. Rupiah diprediksi masih menguat pekan depan

Dengan beberapa faktor internal dan eksternal di atas, Ibrahim memprediksi kurs rupiah masih menguat terhadap dolar AS pekan depan.

"Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat direntang  Rp15.400 - 15.470," ujar Ibrahim.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya