GOTO Bukan Pemegang Saham Pengendali Lagi, PHK di Tangan Tokopedia

Tokopedia dikabarkan bakal PHK massal

Jakarta, IDN Times - Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menegaskan tak lagi menjadi pemegang saham pengendali PT Tokopedia.

Hal itu diungkapkan GOTO dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/6/2024) dalam rangka menjawab kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) 70 persen karyawan Tokopedia mulai bulan ini.

“Mengingat bahwa GOTO merupakan pemegang saham bukan pengendali minoritas, maka sepanjang pengetahuan terbaik Perseroan, Perseroan meyakini bahwa PT Tokopedia terus melakukan tinjauan atas efektivitas darı organisasi mereka (seperti halnya perusahaan lain),” bunyi pernyataan manajemen GOTO.

1. Keputusan PHK ada di tangan Tokopedia

GOTO Bukan Pemegang Saham Pengendali Lagi, PHK di Tangan TokopediaIlustrasi pengguna e-commerce Tokopedia. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dalam laporan kepada BEI, GOTO menyatakan keputusan PHK sepenuhnya ditentukan oleh manajemen Tokopedia.

“Segala keputusan yang diambil oleh PT Tokopedia merupakan hal yang akan ditentukan secara penuh oleh manajemen PT Tokopedia,” isi pernyataan tersebut.

Baca Juga: ByteDance Mau PHK 450 Karyawan Usai Merger Tokopedia-TikTok Shop

2. Saham Tokopedia dikuasai TikTok

GOTO Bukan Pemegang Saham Pengendali Lagi, PHK di Tangan TokopediaIlustrasi platform media sosial TikTok. (IDN Times/Vadhia/Lidyana)

TikTok sendiri telah menjadi pemegang saham pengendali Tokopedia, dengan porsi saham 75,01 persen. Adapun kepemilikan GOTO hanya tersisa 24,99 persen.

Platform media sosial milik perusahaan China ByteDance itu resmi mengakuisisi Tokopedia pada 31 Januari 2024 lalu, dengan investasi senilai 1,5 miliar dolar AS, atau setara Rp23,4 trilun (kurs Rp15.600-an per dolar AS kala itu).

Setelah akuisisi itu, TikTok mengintegrasikan layanan e-commerce TikTok Shop dengan Tokopedia.

3. PHK dikabarkan menyasar tim e-niaga hingga periklanan

GOTO Bukan Pemegang Saham Pengendali Lagi, PHK di Tangan Tokopediailustrasi TikTok Shop (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dilansir The Star, Rabu (12/6), ByteDance selaku induk TikTok akan melakukan PHK terhadap lini bisnis e-commerce di Indonesia. PHK tersebut diduga sebagai upaya merombak operasional TikTok Shop dan Tokopedia yang kini digabungkan, dan juga untuk menghilangkan sejumlah biaya yang harus dikeluarkan perusahaan.

PHK dikabarkan menyasar seluruh tim e-niaga, termasuk periklanan dan operasional. Posisi-posisi dengan peran serupa berpotensi di-PHK untuk menghilangkan duplikasi.

Baca Juga: Benarkah Tokopedia Mau PHK Massal? Manajemen GOTO Buka Suara

Topik:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya