Harga Emas Diprediksi Masih Rendah Pekan Ini, Waktunya Beli!

Harga emas diprediksi mendekati level Rp910 ribu-an per gram

Jakarta, IDN Times - Harga emas produksi PT Aneka Tambang atau Antam masih bertahan di level Rp929 ribu per gram selama 3 hari terakhir. Analis emas sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas Antam akan tetap rendah pekan ini.

Bahkan, dia memprediksi harga emas Antam akan turun hingga Rp10 ribu, menjadi Rp919 ribu-an per gram. Menurutnya, ketika harga emas Antam di mendekati level Rp910 ribu-an per gram, maka di situlah waktunya untuk membeli.

"Kemungkinan besar ada penurunan Rp10 ribu, sehingga Antam di Rp919 ribu terendah, lalu akan up lagi. Tunggu harga mendekati Rp900 ribu, anggap Rp910 ribu-an, itu sudah terendah, maka masyarakat bisa beli logam mulia," ucap Ibrahim ketika dihubungi IDN Times, Senin (13/9/2021).

Baca Juga: Harga Emas Stagnan Selama 3 Hari di Rp929 Ribu per Gram

1. Harga emas rendah karena isu tapering

Harga Emas Diprediksi Masih Rendah Pekan Ini, Waktunya Beli!Ilustrasi Emas. (IDN Times/Aditya Pratama)

Ibrahim mengatakan harga emas belakangan menunjukkan tren penurunan karena isu tapering, di mana Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) diprediksi akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Tren penurunan harga emas juga menurutnya disebabkan oleh isu Bank Sentral Eropa yang akan mengurangi pembelian obligasi.

"Penyebab harga emas jatuh ini sebenarnya pejabat-pejabat bank sentral negara bagian yang memberikan informasi kenaikan suku bunga. Sama juga dengan Bank sentral Eropa, anggota-anggotanya memberikan informasi bahwa Bank Sentral Eropa akan mengurangi pembelian obligasi. Tapi nyatanya tidak. Nah simpang siur inilah yang membuat para spekulan bermain. Sehingga terjadi fluktuasi," tutur Ibrahim.

2. Harga emas diprediksi bakal melambung lagi

Harga Emas Diprediksi Masih Rendah Pekan Ini, Waktunya Beli!Ilustrasi Emas. (IDN Times/Aditya Pratama)

Namun, Ibrahim sendiri meyakini The Fed masih akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah alias dovish. Pasalnya, kondisi perekonomian Negeri Paman Sam itu masih belum sepenuhnya pulih, dan juga COVID-19 kembali merebak.

"Perekonomian bermasalah, COVID-19 di AS masih tinggi, dan vaksinasi juga masih di bawah 50 persen, ini sangat berpengaruh sekali terhadap pertumbuhan ekonomi global. Sehingga Bank Sentral AS akan berhati-hati dalam menentukan kebijakannya," ujar dia.

Oleh sebab itu, menurutnya harga emas akan kembali melambung di akhir September ini.

"Pelaku pasar masih condong dengan pertemuan The Fed di September. Kalau September kemungkinan tanggal 16 atau 18 The Fed masih dovish, kemungkinan harga emas akan naik signifikan," ucap Ibrahim.

Baca Juga: 5 Pilihan Reksa Dana Syariah Terbaik, Yuk Investasi!

3. Harga emas diprediksi kembali mendekati Rp1 juta per gram

Harga Emas Diprediksi Masih Rendah Pekan Ini, Waktunya Beli!Ilustrasi Emas Mulia (IDN Times/Arief Rahmat)

Ibrahim memprediksi harga emas di pasar spot akan kembali menyentuh level 1.910 dolar AS per troy ounce (toz). Dengan demikian, harga emas Antam kemungkinan mencapai Rp975 ribu-an per gram, atau mendekati Rp1 juta per gram di akhir bulan.

"Jadi ada indikasi harga emas akan kembali memantul. Kemarin kan sempat di atas 1.900 dolar AS, nah kemungkinan besar akan kembali di atas 1.900 dolar AS per toz," kata Ibrahim.

Adapun harga emas hari ini di pasar spot berdasarkan data RTI berada di level 1.788 dolar AS per toz.

Baca Juga: 5 Kesalahan Utama yang Harus Dihindari Saat Investasi Emas 

Topik:

  • Hana Adi Perdana
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya