Comscore Tracker

Harga Emas Koreksi Rp1.000 Usai Naik Drastis

Harga emas hari ini Rp947 ribu per gram

Jakarta, IDN Times - Harga emas hari ini, Jumat (21/1/2022), produksi PT Aneka Tambang atau Antam, turun tipis. Penurunan terjadi sebesar Rp1.000 dan kini harga emas menyentuh Rp947 ribu per gram.

Penurunan ini merupakan koreksi usai pada Kamis (20/1/2022) harga emas Antam mengalami kenaikan cukup tinggi, yakni Rp12 ribu dari harga sebelumnya, yakni Rp936 ribu per gram.

Adapun harga buyback hari ini, yang dirilis situs logammulia.com, stagnan di Rp848 ribu per gram. Harga buyback adalah harga yang ditetapkan Antam ketika kamu hendak menjual emas ke Butik Logam Mulia.

Baca Juga: Transaksi NFT Marak, OJK Gak Turun Mengawasi?

1. Harga emas Antam dalam pecahan lain

Harga Emas Koreksi Rp1.000 Usai Naik DrastisIlustrasi Emas (IDN Times/Aditya Pratama)

Berikut harga emas batangan Antam hari ini dalam pecahan lainnya:  

  • Harga emas 0,5 gram: Rp523,5 ribu
  • Harga emas 1 gram: Rp947 ribu
  • Harga emas 2 gram: Rp1,834 juta
  • Harga emas 3 gram: Rp2,726 juta
  • Harga emas 5 gram: Rp4,51 juta
  • Harga emas 10 gram: Rp8,965 juta
  • Harga emas 25 gram: Rp22,287 juta
  • Harga emas 50 gram: Rp44,495 juta
  • Harga emas 100 gram: Rp88,912 juta
  • Harga emas 250 gram: Rp222,015 juta
  • Harga emas 500 gram: Rp443,82 juta
  • Harga emas 1.000 gram: Rp887,6 juta.

Harga emas di atas merupakan harga dasar, alias belum termasuk pajak. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemilik pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,9 persen bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP.

2. Emas fisik merupakan instrumen investasi berisiko rendah

Harga Emas Koreksi Rp1.000 Usai Naik Drastisilustrasi emas (IDN Times/Aditya Pratama)

Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko berbeda. Ada yang rendah, moderat atau menengah, hingga berisiko tinggi.

Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.

"Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri," ucap Andy kepada IDN Times.

Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil.

Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.

"Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi," kata Andy.

Baca Juga: Millennial 'Kuasai' Pasar Modal RI, Ini Faktanya!

3. Cara menghitung keuntungan investasi emas

Harga Emas Koreksi Rp1.000 Usai Naik DrastisIlustrasi Emas (IDN Times/Aditya Pratama)

Untuk keuntungan investasi emas, hitunglah selisih harga jual dan harga beli agar bisa memperkirakan keuntungan yang akan didapat. Misalnya, harga beli emas Antam Rp1,021 juta per gram dan harga jual kembali Rp917 ribu per gram.

Ada selisih Rp104 ribu dari harga jual dan harga beli. Artinya, kamu harus menunggu sampai selisih harga melebihi harga beli agar meraih keuntungan.

Apabila kamu beli emas Rp1,031 juta pada pagi hari, lalu sore harinya ingin dijual, kamu rugi Rp104 ribu. Berbeda halnya apabila kamu membeli emas hari ini, lalu dijual kembali lima tahun kemudian. Oleh sebab itu, emas kerap disebut sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Topic:

  • Satria Permana
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya