Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Apa Penyebabnya? 

Harga minyak goreng curah masih di atas Rp18 ribu per kg

Jakarta, IDN Times - Harga rata-rata nasional minyak goreng curah masih tembus Rp18.250 per kilogram (kg) berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS). Harga tersebut masih jauh dari target pemerintah, yakni Rp14 ribu per liter atau Rp15.500 per kg.

Menurut Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri, rantai distribusi yang panjang menyebabkan harga minyak goreng, terutama minyak goreng curah masih belum bisa menyentuh target pemerintah.

"Distribusi itu masih cukup panjang, belum langsung. Harapan kami dari produsen langsung ke pasar. Tapi faktanya memang masih ada distribusi 1, distribusi 2, agen. Sehingga beberapa persoalan itu membuat kita agak berat dengan harga sesuai HET (harga eceran tertinggi)," kata Abdullah kepada IDN Times, Senin (6/6/2022).

Baca Juga: Stok Minyak Goreng Bakal Banjir, Luhut: Masyarakat Tidak Perlu Galau

1. Pedagang tak bisa untung jika jual minyak goreng curah Rp14 ribu per liter

Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Apa Penyebabnya? ilustrasi minyak goreng curah (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Abdullah mengatakan, hingga saat ini para pedagang pasar kesulitan menjual minyak goreng curah dengan patokan harga Rp14 ribu per liter atau Rp15.500 per kg.

Dia mengatakan, jika patokan itu diterapkan, maka pedagang pasar tak bisa meraup keuntungan.

Baca Juga: Gak Cuma HET Minyak Goreng, DMO dan DPO Minyak Sawit Juga Dicabut 

2. Banyak pedagang menyerah jual minyak goreng

Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Apa Penyebabnya? Pedagang mengemas minyak goreng curah. (IDN TIMES/Santi Dewi)

Menurut Abdullah, kondisi itu membuat para pedagang menyerah untuk menjual minyak goreng curah.

"Banyak yang menyerah karena ditekan harganya harus Rp14 ribu. Tetapi faktanya kami menerimanya Rp15.500 atau Rp16 ribu. Kan gak mungkin kami gak untung sama sekali. Untungnya mungkin hanya Rp500, agak berat juga. Kan di situ ada penyusutan, sudah pasti gak untung," ucap dia.

Baca Juga: Minyak Goreng Curah Mahal, Bupati Purwakarta Curhat ke Menteri Luhut

3. Pengawasan produksi minyak goreng tak boleh kendor

Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Apa Penyebabnya? Pedagang menunjukkan minyak goreng curah di Pasar Agung, Depok, Jawa Barat, Rabu (8/12/2021). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Untuk memastikan penyaluran minyak goreng berjalan lancar ke seluruh Indonesia, Abdullah juga meminta pemerintah mengawasi produksi minyak goreng. Misalnya, jika ada suatu perusahaan menyatakan klaim telah mendistribusikan sejumlah minyak goreng, maka harus dipastikan apakah jumlah tersebut memang betul didistribusikan.

"Jadi bener gak pabrik A mengeluarkan tonase yang dilaporkan? Jangan sampai tonase yang dilaporkan 100 ribu, tapi faktanya hanya 10 ribu," ucap Abdullah.

Topik:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya