Jadi Ibu Kota Baru, Ini Faktor Kenapa Kaltim Berpotensi Ekonomi Besar

Sudah siap pindah ibu kota?

Jakarta, IDN Times - Dari tiga calon provinsi ibu kota negara yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, Presiden Joko "Jokowi" Widodo akhirnya menetapkan Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai ibu kota negara ke depannya. Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara dipilih sebagai lokasinya.

Dilansir dari Antara, pemilihan lokasi ibu kota negara di Kaltim dinilai memang pilihan yang tepat jika dilihat dari sisi ekonomi. Apa saja faktornya?

Baca Juga: Besok, DPR Bahas Kajian Pemindahan Ibu Kota di Rapat Paripurna

1. Kaltim mudah dijangkau

Jadi Ibu Kota Baru, Ini Faktor Kenapa Kaltim Berpotensi Ekonomi BesarGoogle Maps

Menurut Rektor Institut Bisnis dan Informatika, Kwik Kian Gie, Kaltim merupakan lokasi yang mudah dijangkau.

Penjelasan itu senada dengan Jokowi yang menjelaskan pemilihan ibu kota negara di Kalimantan Timur dikarenakan lokasinya yang strategis di tengah-tengah Indonesia. Dua kabupaten dan berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang, yaitu Balikpapan dan Samarinda.

2. Pergerakan Ekonomi UKM Kaltim lebih baik

Jadi Ibu Kota Baru, Ini Faktor Kenapa Kaltim Berpotensi Ekonomi BesarIDN Times/Arief Rahmat

Dibandingkan kedua provinsi lainnya, Kaltim merupakan provinsi yang memiliki potensi ekonomi yang jauh lebih baik, serta pertumbuhan ekonomi pada sektor pertanian, industri, perdagangan dan sektor jasa-jasa lainnya yang memiliki kontribusi lebih baik.

"Keputusan pindah ibu kota negara ke Kaltim ini bisa kita terima kalau dari sisi data dan informasi potensi ekonomi" ujar Hisar Sirait dikutip dari Antara, Senin (26/8).

3. Pembangunan dimulai dua tahun lagi

Jadi Ibu Kota Baru, Ini Faktor Kenapa Kaltim Berpotensi Ekonomi BesarANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel

Rencana pembangunan pemindahan ibu kota negara ini dimulai pada 2021 dengan infrastuktur yang lengkap dan lahan pemerintah seluas 180 ribu hektare. Pembangunan ini diperkirakan akan selesai dalam kurun waktu 3 tahun yaitu pada 2024. 

Baca Juga: Jakarta Mau Disulap Seperti New York, Ibu Kota Baru Bak Washington DC

Topik:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya