Comscore Tracker

Amerika Serikat Minta Indonesia Bayar Denda Sebesar Rp5 Triliun

Denda yang diajukan bisa lebih besar dari Rp5 triliun

Genewa, IDN Times - Amerika Serikat (AS) mengajukan permohonan kepada World Trade Organization (WTO) untuk memberikan sanksi kepada Indonesia karena sengketa dagang senilai US$350 juta atau Rp5 triliun. Permohonan tersebut diajukan oleh AS pada Senin, (6/8)

Apa penyebabnya? Simak nih penjelasannya:

1. Indonesia dinilai melanggar perjanjian dagang

Amerika Serikat Minta Indonesia Bayar Denda Sebesar Rp5 TriliunIlustrasi ekspor impor (Pixabay/Echosystem)

Dilansir dari ABS-CBN News, Amerika Serikat dan Selandia Baru memenangi putusan WTO pada 2017 lantaran Indonesia melarang impor makanan untuk sejumlah produk. Adapun produk yang tidak diizinkan masuk oleh Indonesia adalah apel, anggur, kentang, bawang, bunga, jus, buah kering, sapi, ayam, dan daging sapi. 

Tidak terima dengan putusan WTO itu, Indonesia juga mengajukan banding. Namun, Indonesia kalah dalam banding tersebut. 

2. Indonesia tidak mengindahkan putusan WTO

Amerika Serikat Minta Indonesia Bayar Denda Sebesar Rp5 Triliunmoulislegal.com

Meski sudah dinyatakan kalah banding, Amerika Serikat merasa Indonesia tidak mengindahkan putusan tersebut. Karenanya, Washington meminta Indonesia untuk membayar uang kompensasi. 

"Berdasarkan analisis awal dari data yang tersedia untuk produk tertentu, (kerugian) tingkat ini diperkirakan sekitar $350 juta pada tahun 2017," demikian tertuang dalam permohonan yang diajukan Amerika Serikat ke WTO. 

Baca Juga: Bagaimana Indonesia Sikapi Perang Dagang AS vs Tiongkok?

3. Denda bisa lebih besar dari $350 juta

Amerika Serikat Minta Indonesia Bayar Denda Sebesar Rp5 TriliunANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Belum cukup dengan kompensasi lebih dari Rp5 triliun itu, AS berencana untuk meninjau besaran denda yang akan dimajukan ke WTO. "Amerika Serikat akan memperbarui angka ini setiap tahun," demikian tertulis.

Amerika mengakui, proses penentuan kompensasi membutuhkan waktu bertahun-tahun, mengingat kemampuan ekonomi Indonesia yang terus berkembang. 

Sementara itu, Selandia Baru belum menunjukkan tanda-tanda akan mengajukan permohonan serupa ke WTO. Sebagaimana diketahui, Indonesia telah melarang impor yang merugikan komoditas daging sapi di Selandia Baru dengan kerugian mencapai NZ$1 miliar.

Baca Juga: Kelola Harta Taipan WNI, Credit Suisse 'Bajak' Bankir Top dari Pesaing

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Just For You