Comscore Tracker

China Janji Stop Danai Pembangkit Listrik Batu Bara Negara Lain

China akan bantu negara berkembang promosi energi hijau

Jakarta, IDN Times – Presiden China, Xi Jinping, berjanji tidak akan lagi mendanai proyek pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri. Sebaliknya, China berjanji akan membantu negara-negara berkembang dalam mempromosikan dan meningkatkan energi hijau terbarukan.

Dikutip dari Al Jazeera, dukungan China terhadap proyek batu bara di negara berkembang mendapat kecaman komunitas internasional, termasuk proyek di Indonesia dan Bangladesh. Beijing didesak untuk memenuhi komitmen dalam perjanjian iklim Paris demi mengurangi emisi karbon.

“China akan meningkatkan dukungan untuk negara-negara berkembang lainnya dalam mengembangkan energi hijau dan rendah karbon, dan tidak akan membangun proyek pembangkit listrik tenaga batu bara baru di luar negeri,” kata Xi, dalam video yang direkam khusus untuk pertemuan tahunan PBB.

1. Keputusan Xi diapresiasi

China Janji Stop Danai Pembangkit Listrik Batu Bara Negara LainIlustrasi tongkang angkut batu bara. IDN Times/Mela Hapsari

Pernyataan Xi mengikuti kebijakan yang sudah diawali Korea Selatan dan Jepang pada awal tahun.

China menyampaikan komitmennya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengumumkan rencana untuk menggandakan bantuan keuangan kepada negara-negara miskin. Pada 2024, Washington akan memberikan 11,4 miliar dolar AS (sekitar Rp162 triliun) untuk membantu negara-negara miskin beralih ke energi yang lebih bersih.

Kendati pidato Xi tidak terlalu detail, inisiatif tersebut dapat memberikan beberapa momentum menuju COP26, pembicaraan iklim global yang akan dimulai di kota Glasgow, Skotlandia pada akhir Oktober.

“Ini adalah momen yang sangat penting,” kata Xinyue Ma, pakar keuangan pengembangan energi di Pusat Kebijakan Pengembangan Global Universitas Boston.

2. Tanggapan dari sejumlah tokoh

China Janji Stop Danai Pembangkit Listrik Batu Bara Negara LainSekjen PBB Antonio Guterres berbicara dalam konferensi pers malam sebelum KTT Iklim PBB (COP25) di Madrid, Spanyol, pada 1 Desember 2019. ANTARA FOTO/REUTERS/Sergio Perez

Utusan iklim AS John Kerry dengan cepat menyambut pengumuman Xi dan menyebutnya sebagai kontribusi besar untuk kesuksesan pertemuan di Glasgow nanti.

“Kami telah berbicara dengan China selama beberapa waktu tentang hal ini. Dan saya sangat senang mendengar bahwa Presiden Xi telah membuat keputusan penting ini," kata Kerry dalam sebuah pernyataan.

Alok Sharma, menteri Inggris yang memimpin COP26, juga memuji pengumuman Xi.

“Saya menyambut baik komitmen Presiden Xi untuk berhenti membangun proyek batu bara baru di luar negeri, itulah topik utama diskusi saya selama berkunjung ke China,” katanya di Twitter.

Sekjen PBB Antonio Guterres juga menyambut baik keputusan Xi terkait batu bara dan komitmen Biden untuk membantu negara berkembang.

“Mempercepat penghentian penggunaan batu bara secara global adalah satu-satunya langkah terpenting untuk menjaga agar tujuan 1,5 derajat Perjanjian Paris tetap tercapai,” ulasnya dalam pernyataan.

Baca Juga: Pertamina Targetkan Portofolio Energi Hijau 17 Persen pada 2030

3. Sekilas tentang pendanaan batu bara China

China Janji Stop Danai Pembangkit Listrik Batu Bara Negara LainIlustrasi area penambangan batu bara (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Sepanjang 2013-2019, data menunjukkan bahwa China mendanai 13 persen dari kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara yang dibangun di luar negeri.

Tahun lalu, China membawa 38,4 gigawatt pembangkit listrik tenaga batu bara, lebih besar tiga kali lipat dari apa yang dibawa secara global.

Kelompok-kelompok non-pemerintah juga menyebut, Bank of China yang dikelola negara adalah penyandang dana tunggal terbesar untuk proyek-proyek batu bara, menyediakan 35 miliar dolar AS (sekitar Rp498 triliun) sejak perjanjian iklim Paris.

Pada saat yang sama, Xi juga mengulangi janjinya tahun lalu, bahwa China akan menjadi negara yang bebas karbon dioksida sebelum 2030 dan netralitas dari karbon sebelum 2060.

Baca Juga: RI Bisa Dekati China dan Prancis soal Kapal Selam Nuklir Australia

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya