Comscore Tracker

Lockdown Total, Malaysia Kucurkan Paket Ekonomi Senilai Rp138 Triliun

Para menteri tidak akan menerima gaji hingga Agustus

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin meluncurkan paket stimulus ekonomi baru senilai 40 miliar Ringgit Malaysia (Rp138 triliun) pada Senin (31/5/2021), sebagai upaya mengurangi dampak penguncian total (lockdown) yang diberlakukan mulai hari ini, Selasa (1/6/2021).

Dilansir dari Channel News Asia, paket yang dinamakan Program Strategis untuk Memberdayakan Rakyat dan Ekonomi (Pemerkasa) Plus bertujuan, meningkatkan kapasitas rumah sakit bakal perawatan pasien COVID-19, melindungi kelangsungan bisnis, dan membantu masyarakat.

Sebagian rincian alokasi paket stimulus adalah:

  • 450 juta Ringgit Malaysia (Rp1,5 triliun) untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur di unit perawatan intensif dan bangsal COVID-19.
  • 550 juta Ringgit Malaysia (Rp1,9 triliun) untuk menutupi pengeluaran terkait biaya operasi dan manajemen dalam penanganan krisis.
  • 2,1 miliar Ringgit Malaysia (R7,2 triliun) untuk bantuan rumah tangga berpenghasilan rendah, kurang dari 5 ribu Ringgit Malaysia (Rp17 juta) per bulan.

Baca Juga: Malaysia Lockdown Besok, Pemerintah Jamin Penuhi Kebutuhan Rakyat

1. Bantuan untuk UKM dan pekerja yang terdampak penguncian wilayah

Lockdown Total, Malaysia Kucurkan Paket Ekonomi Senilai Rp138 TriliunIlustrasi lockdown (IDN Times/Arief Rahmat)

Selain itu, dia mengatakan moratorium pinjaman opsional akan ditawarkan kepada kelompok 40 persen terbawah dan orang-orang yang kehilangan pekerjaan, serta pengusaha mikro dan usaha kecil dan menengah (UKM) yang tidak dapat beroperasi selama periode lockdown.

Dia juga mengumumkan bantuan tunai khusus seharga 500 Ringgit Malaysia (Rp1,7 juta) untuk 17 ribu pemandu wisata, 40 ribu pengemudi taksi, 11 ribu pengemudi bus sekolah, 4 ribu pengemudi bus ekspres, serta 62 ribu pengemudi e-hailing.

Bantuan keuangan dengan total 68 juta Ringgit Malaysia (Rp235 miliar) akan ditransfer ke penerima yang terdaftar pada Juli.

“Hal ini terutama untuk memastikan kesejahteraan dan kelangsungan hidup mereka yang rentan, serta memastikan bahwa pekerja yang bergantung pada upah harian dapat terus dibantu. Mereka diperkirakan akan menjadi yang paling terpengaruh setelah pemberlakuan lockdown," ujar Muhyiddin.

2. Keterbatasan keuangan menjadi tantangan sepanjang lockdown

Lockdown Total, Malaysia Kucurkan Paket Ekonomi Senilai Rp138 TriliunIlustrasi ekonomi terdampak pandemik COVID-19 (IDN Times/Arief Rahmat)

Muhyiddin mengakui bahwa saat ini keuangan pemerintah sangat terbatas.

“Saya ingin terus terang, pemerintah memiliki kekuatan fiskal yang terbatas untuk dibelanjakan saat ini. Namun demi kesejahteraan rakyat, pemerintah akan berusaha untuk menemukan keseimbangan antara kehidupan dan penghidupan selama durasi MCO (perintah pengendalian gerakan)," kata Muhyiddin.

Dalam menutup pidatonya, Muhyiddin menambahkan bahwa para menteri dan wakil menteri tidak akan menarik gaji dari Juni hingga Agustus, sebagai bentuk dukungan untuk perjuangan negara melawan COVID-19.

"Gaji akan disalurkan ke rekening bencana negara untuk mendanai pengeluaran terkait COVID-19," tambahnya.

Baca Juga: COVID-19 Cetak Rekor! Malaysia Bakal Lockdown Total Mulai 1 Juni 2021

3. Malaysia berlakukan lockdown

Lockdown Total, Malaysia Kucurkan Paket Ekonomi Senilai Rp138 TriliunIlustrasi lockdown (IDN Times/Arief Rahmat)

Malaysia sedang berjuang untuk mengekang peningkatan kasus COVID-19. Negara itu memasuki penguncian dua minggu mulai Selasa, 1 Juni 2021, di mana mal akan ditutup sementara, hanya 17 sektor layanan penting yang akan diizinkan untuk beroperasi. Sektor-sektor ini termasuk kesehatan, telekomunikasi dan media, makanan dan minuman, utilitas serta perbankan.

Negeri Jiran telah mencatatkan lebih dari 570 ribu kasus positif corona sepanjang pandemik, dengan 2.796 berujung meninggal dunia.

"Tindakan ini diambil setelah menunjukkan tren peningkatan kasus COVID-19, peningkatan yang sangat tajam dengan masing-masing kasus kematian yang tinggi. Jika tindakan drastis tidak segera dilakukan, dikhawatirkan sistem kesehatan di negara kita akan runtuh dan kita akan menghadapi bencana yang lebih besar," papar Muhyiddin dalam keterangan tertulisnya beberapa saat lalu.

Baca Juga: Awas! Kasus COVID-19 di Malaysia Tak Terkendali, Ribuan Polisi Siaga

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya