Comscore Tracker

Nilai Aktiva Bersih Reksadana: Pengertian, Cara Menghitung, dan Contoh

Kenali NAB dalam investasi reksadana

Apakah kamu pernah mendengar istilah Nilai Aktiva Bersih? Istilah yang biasa disingkat NAB ini umumnya digunakan pada investasi reksadana. NAB merupakan nilai yang mendeskripsikan total kekayaan bersih dari reksadana setiap harinya.

Sebelum mengenal Nilai Aktiva Bersih lebih jauh, kamu perlu mempelajari tentang reksadana dulu. Simpelnya, reksadana adalah salah satu wujud investasi yang efektif menambah kekayaan dengan risiko relatif minim yang harus ditanggung investor. Oleh sebab itu, banyak sekali yang berminat berinvestasi reksadana.

Agar lebih paham tentang reksadana, berikut ini adalah penjelasan seputar Nilai Aktiva Bersih, istilah yang paling sering ada dalam investasi reksadana. Simak, yuk!

1. Pengertian Nilai Aktiva Bersih

Nilai Aktiva Bersih Reksadana: Pengertian, Cara Menghitung, dan ContohPexels.com/Anna Nekrashevich

Nilai Aktiva Bersih merupakan nilai yang menggambarkan jumlah kekayaan bersih dalam reksadana yang terus berubah setiap hari. Bisa berubah karena berbagai faktor, sehingga membutuhkan perhatian orang yang sedang berinvenstasi.

Umumnya, transaksi penjualan dan pembeli di reksadana menggunakan satuan unit. Artinya, rupiah perlu dikonversikan dulu ke satuan unit. Secara lengkap, NAB biasanya disebut dengan NAB/UP. Maksudnya adalah Nilai Aktiva Bersih per unit penyertaan.

Selain itu, harga NAB/UP juga bisa terus mengalami perubahan. Sebab total aktiva bersih berasal dari nilai pasar tiap jenis aset investasi. Jenis-jenisnya meliputi obligasi, surat berharga, pasar uang, saham, dan deposito.

Lalu juga perlu ditambah dengan dividen saham dan kupon obligasi, serta dikurangi beberapa jenis biaya. Contohnya biaya operasional reksadana, seperti biaya MI, biaya bank kustodian, dan lainnya. Maka dari itu, disebut sebagai 'aktiva bersih' karena sudah dikurangi atau ditambah biaya-biaya lainnya.

2. Apa itu Unit Penyertaan (UP)?

Nilai Aktiva Bersih Reksadana: Pengertian, Cara Menghitung, dan Contohilustrasi analisa reksadana (unsplash.com/markusspiske)

Istilah unit penyertaan bisa dipahami dengan mudah. Misalnya, ketika ingin membeli emas, satuan yang digunakan adalah gram. Nah, sama seperti emas, pada investasi reksadana juga perlu mengonversikan harganya ke sejumlah unit.

Seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa NAB/UP bisa berubah sewaktu-waktu. Penyebabnya karena dasar penghitungan Nilai Pasar Wajar (NPW) yang berlaku saat itu.

3. Cara menghitung Nilai Aktiva Bersih dalam reksadana

Nilai Aktiva Bersih Reksadana: Pengertian, Cara Menghitung, dan Contohilustrasi analisa reksadana (pixabay.com/id/users/mohamed_hassan-5229782/)

Lalu bagaimana cara menghitung Nilai Aktiva Bersih (NAB)? Caranya cukup sederhana, yaitu total aktiva bersih seluruh dana dalam reksadana dibagi dengan total jumlah unit yang beredar.

Biasanya pada hari pertama "Penawaran Umum" di sebuah reksadana, NAB/UP akan ditetapkan sebesar Rp1.000. Kemudian nilai tersebut akan berubah sesuai pergerakan.

4. Contoh penghitungan Nilai Aktiva Bersih

Nilai Aktiva Bersih Reksadana: Pengertian, Cara Menghitung, dan Contohhttps://unsplash.com/@kmuza

Berikut ini adalah contoh permisalan saat menghitung Nilai Aktiva Bersih dalam investasi reksadana:

  • Misalnya, jumlah investasi di reksadana saham sebesar Rp10.000.000 dan NAB mula-mula sebesar Rp1.000 per unit penyertaan.
  • Maka, jumlah unit yang dimiliki investor bisa ditetapkan setelah dananya dikurangi berbagai biaya atau fee. Besaran fee biasanya ditetapkan oleh manajer investasi. Lalu dibagi dengan NAB mula-mula.
  • Contohnya, jika biaya MI adalah 0,1%, maka nilai investasi bersih investor yaitu Rp9.990.000 (Dikurangi biaya MI sebesar Rp10.000).
  • Lalu nilai dibagi dengan NAB mula-mula sebesar Rp1.000 per unit penyertaan. Maka unit yang kamu punya adalah 9.990 unit.
  • Nantinya NAB akan berubah karena berbagai faktor tadi.
  • Sehingga nilainya menjadi Rp1.100 per unit penyertaan. Artinya, dana investasi sudah bertumbuh sebesar 10%.
  • Lalu jika kamu berencana menjual unit di periode ini, maka menghitungan dana bisa dihitung dengan rumus jumlah unit yang dipunya dikalikan dengan NAB/UP saat itu. Contohnya 9.990 unit x Rp1.100 = Rp10.989.000.

Itulah tadi penjelasan umum tentang Nilai Aktiva Bersih (NAB) jika ingin berinvestasi dengan reksadana. Semoga informasi ini menambah wawasan kamu tentang jenis investasi satu ini, ya!

Baca Juga: Mau Nabung di Reksadana? Kenali Dulu Jenis-Jenisnya 

Topic:

  • Yogama Wisnu
  • Yunisda Dwi Saputri

Berita Terkini Lainnya