Ancaman Krisis, Jokowi Diminta Panggil Para Pakar Ekonomi

Jokowi dinilai harus bersikap berani

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengatakan bahwa dunia saat ini sedang diambang krisis ekonomi dan ketidakpastian terhadap berbagai sektor.

Terkait hal itu, President Director Center for Banking Crisis (CBC) Deni Daruri menilai, Jokowi harus berani melakukan tindakan force majeure dan melakukan nasionalisasi aset-aset asing di Indonesia untuk menyelesaikan ancaman krisis yang ada di depan mata tersebut.

"Kalau mau ekstrem ya pemerintah harus ambil alih semua komoditas strategis dan harus dimonopoli. Ini persoalannya everage cost, dengan tetapkan force majeur dan itu bisa kok. Nanti setelah kondisi normal, ya dikembalikan ke normal lagi," kata Deni dalam diskusi Gelora Talk bertajuk 'Dunia dalam Ancaman Krisis Ekonomi Global, Bagaimana Negara Dapat Bertahan', Rabu (22/6/2022).

Baca Juga: Krisis Ekonomi Global, Anis Matta Baca Bakal Ada Perang Besar

1. Indonesia pernah alami potensi krisis serupa di zaman orde baru

Ancaman Krisis, Jokowi Diminta Panggil Para Pakar EkonomiDok. Setneg RI

Deni juga mengaku tak habis pikir mengapa para menteri yang berkecimpung di kebijakan keuangan mengambil langkah keliru. Begitupun sampai sekarang, Deni mengaku belum mengerti solusi jangka panjang pemerintah ke depannya.

Terlebih, kata dia, Indonesia saat ini tidak memiliki pakar ekonomi sekelas orde baru. Mengingat di zaman itu, Indonesia pernah mengalami masalah krisis yang sama.

"Kita ini tak punya ekonom sekelas zaman orde baru dulu. Dan masalah ini pernah terjadi, sekitar tahun 1970-an, ketika itu Presiden Soeharto panggil ekonomi yang ahli di bidangnya, untuk paparkan ide-idenya. Dalam lima tahun berhasil dikendalikan," ujar dia.

Baca Juga: 8 Fakta Sri Lanka, Negara yang Sering Terjerat Krisis Ekonomi

2. Jokowi diminta panggil para pakar ekonomi untuk atasi krisis

Ancaman Krisis, Jokowi Diminta Panggil Para Pakar Ekonomijawapos.com

Ia berharap Presiden Jokowi segera memanggil ekonom sekelas Widjojo Nitisastro dan lain-lain agar ancaman krisis ekonomi, akibat tingginya inflasi global dan nasional bisa segera diatasi.

"Lebih baik, Presiden Jokowi panggil segera para ekonom yang paham, dan berpengalaman antisipasi krisis seperti tahun 1998 atau 2008 lalu. Melambungnya inflasi ini, karena utamanya cost push inflation, dan harus diselesaikan dengan cepat dan tepat, dan bukan inflasi karena dorongan permintaan atau demand. Kalau salah resep dan obatnya, malah mempecepat krisis," kata Deni.

3. Pemerintah harus efektif selesaikan masalah krisis

Ancaman Krisis, Jokowi Diminta Panggil Para Pakar Ekonomiilustrasi krisis ekonomi (Pixabay.com)

Menurut Deni, apabila cara menyelesaian inflasi ini salah akan malah mempercepat krisis terjadi. Percuma saja menyelesaikan inflasi ini melalui pelarangan ekspor, karena sumber masalahnya biaya produksi tinggi.

"Jadi pemerintah harus berinisiatif lebih cepat dan segera mengambil langkah yang tepat juga. Kondisi sekarang sangat fluktuatif bisa berubah ubah setiap waktu," pungkasnya.

Topik:

  • Rendra Saputra

Berita Terkini Lainnya