Comscore Tracker

Laporan Keuangan Konsolidasi: Pengertian, Manfaat, dan Cara Membuat

Pelajari cara membuat laporan keuangan konsolidasi

Perusahaan yang memiliki satu atau lebih anak perusahaan biasanya akan menyusun laporan keuangan konsolidasi. Laporan ini disusun berdasarkan gabungan dari beberapa entitas anak perusahaan. Prinsipnya dalam penyusunannya adalah laporan perusahaan induk dan entitas anak perusahaan menjadi satu laporan seolah-olah mereka merupakan satu entitas.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai laporan keuangan konsolidasi, simak penjelasan berikut yang telah dirangkum IDN Times.

1. Pengertian Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi: Pengertian, Manfaat, dan Cara Membuatilustrasi laporan keuangan (https://www.idxchannel.com)

Tujuan dari penyusunan laporan keuangan ini adalah untuk memberikan gambaran yang objektif secara keseluruhan mengenai kondisi keuangan perusahaan dalam satu kelompok (induk dan anak perusahaan), sehingga dapat dipergunakan untuk pihak-pihak yang berkepentingan. Contohnya adalah bagi manajemen, investor, pajak, dan auditor.

Bentuk laporan keuangan konsolidasi ini dibutuhkan bagi induk perusahaan yang memiliki kendali atas anak perusahaannya. Berikut ini adalah syarat dari perusahaan yang membutuhkan laporan keuangan konsolidasi:

  • Memiliki satu atau lebih anak perusahaan dan dibuktikan dengan saham yang dimiliki.
  • Kepemilikan saham induk perusahaan terhadap anak perusahaan yaitu sebanyak 50%.
  • Kepemilikan saham induk perusahaan apabila kurang dari 50%, maka perusahaan induk tidak memiliki kendali penuh atas anak perusahaan.
  • Jika syarat-syarat diatas tidak terpenuhi, maka perusahaan tidak perlu membuat laporan keuangan konsolidasi, cukup membuat laporan keuangan masing-masing tiap perusahaan.

2. Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi: Pengertian, Manfaat, dan Cara MembuatPexels/Pixabay

Apabila digunakan sesuai dengan ketentuan, manfaat dari laporan keuangan konsolidasi adalah sebagai berikut:

  • Dapat mengetahui efek entitas anak perusahaan terhadap induk perusahaan dalam kurun waktu panjang.
  • Memberikan informasi yang akurat bagi manajemen perusahaan induk mengenai kinerja anak perusahaan dalam kegiatan sehari-hari anak perusahaan.
  • Memberikan informasi kepada pihak-pihak eksternal.

Baca Juga: Laporan Perubahan Modal: Pengertian, Tujuan, dan Komponen Penting

3. Cara Kerja Membuat Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi: Pengertian, Manfaat, dan Cara MembuatPixabay/StartupStockPhotos

Umumnya, bagian-bagian yang harus ada dalam laporan keuangan konsolidasi sama dengan laporan keuangan biasa. Yaitu adanya laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas. Di Indonesia, dalam menyusun laporan keuangan harus sesuai dengan standar pelaporan keuangan Indonesia yaitu PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan).

Untuk menyusun laporan keuangan konsolidasi dengan mensejajarkan laporan keuangan entitas induk dan laporan keuangan anak perusahaan pada sebuah kertas kerja konsolidasi. Dalam hal ini Anda bisa mencobanya dengan Microsoft Excel maupun aplikasi akuntansi khusus yang memiliki fitur tersebut.

Kemudian yang harus diperhatikan adalah perlu penyesuaian dari tiap saldo akun tertentu. Dalam hal ini, penyesuaian harus dilakukan dengan teliti sehingga data yang dihasilkan juga akurat dan tidak terdapat kesalahan.

Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda ikuti dalam membuat laporan keuangan konsolidasi:

  1. Yang pertama adalah, periksa laporan keuangan entitas induk dan juga anak perusahaan dengan keseluruhan transaksi. Identifikasi jika terdapat kesalahan dalam pencatatan, kemudian apabila diperlukan koreksi maka lakukan penyesuaian.
  2. Sesuaikan laporan dalam melakukan eliminasi terhadap laba rugi antara induk perusahaan dan anak perusahaan.
  3. Eliminasi dividen dan pendapatan anak perusahaan, kemudian pindahkan saldo akun investasi dari anak perusahaan ke saldo awal periode.
  4. Lakukan penyesuaian untuk membuat catatan keuangan dari bagian kepentingan non pengendali atas laba dan dividen dari anak perusahaan.
  5. Pada laporan entitas anak, eliminasi saldo resiprokal investment yang sebelumnya dilaporkan di dalam laporan keuangan induk perusahaan. Kemudian eliminasi pula ekuitas yang sebelumnya di laporkan di dalam laporan keuangan anak perusahaan.
  6. Apabila terjadi selisih nilai wajar, maka dilakukan alokasi dan amortisasi.
  7. Lakukan eliminasi pada saldo-saldo resiprokal lainnya, seperti akun hutang, piutang, pendapatan beban, dan lain-lain.

4. Contoh Kasus

Laporan Keuangan Konsolidasi: Pengertian, Manfaat, dan Cara Membuatpexels.com/Lukas

Agar lebih memahami dalam membuat laporan keuangan konsolidasi, perhatikan contoh kasus berikut ini:

Sebuah perusahaan induk memiliki 3 anak perusahaan dengan struktur sebagai berikut:

  • 90% saham di perusahaan Eka, dan 10% milik publik
  • 40% saham di perusahaan Dwi dengan perusahaan induk yang masih memiliki kendali
  • 20% saham di perusahaan Tri dan perusahaan induk yang tidak memiliki kendali

Perusahaan induk kemudian akan membuat laporan keuangan konsolidasi dengan perusahaan Eka dan Dwi. Cara perhitungannya adalah berikut ini:

    Aset : 100% aset Eka + 100% aset Dwi + 20% aset Tri. 

    Liabilitas : 100% liabilitas Eka + 100% liabilitas Dwi. 

    Ekuitas : 100% ekuitas Eka + 100% ekuitas Dwi. 

    Pendapatan : 100%  Eka + 100% Dwi. 

    Laba kotor : 100% Eka + 100% Dwi. 

    Penghasilan (rugi) komprehensif lain dari entitas asosiasi adalah 20 persen Tri. 

    Laba : 100% Eka + 100% Dwi + 20% Tri. 

    Laba milik induk perusahaan : 90% Eka + 40% Dwi + 20% Tri. 

    KNP atau Kepentingan Non Pengendali : 10% Eka + 60% Dwi. 

Apabila perusahaan memiliki anak perusahaan lainnya atau sebutannya cucu perusahaan lainnya, maka semua tetap akan dikonsolidasikan. Namun dengan catatan bahwa perusahaan induk memiliki kendali penuh atas anak perusahaan. Apabila perusahaan induk tidak memiliki kendali, maka anak atau cucu perusahaan tersebut tidak ikut dalam laporan keuangan konsolidasi.

Baca Juga: Laporan Keuangan: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Topic:

  • Yunisda Dwi Saputri

Berita Terkini Lainnya