Comscore Tracker

Profil Bank Syariah Mandiri sebelum Bergabung dengan BSI 

Bank Mandiri Syariah ikut merger dengan bank syariah lainnya

Jakarta, IDN Times - Di Indonesia, terdapat dua bank berbeda yang bisa menjadi pilihan masyarakat untuk menabung, yakni bank konvensional dan bank syariah. Terkhusus bank syariah, beberapa perbankan memiliki bank syariahnya secara terpisah, salah satunya Bank Mandiri yang memiliki Bank Syariah Mandiri.

Namun, saat ini, tepatnya pada 1 februari 2021 lalu, Bank Syariah Mandiri dan bank syariah lainnya yang terdaftar di Indonesia, telah bergabung atau merger menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Hal ini dirancang oleh pemerintah guna terciptanya bank syariah terbesar di tanah air. 

Tapi, apakah kamu tahu bagaimana kinerja dari Bank Syariah Mandiri sebelum bergabung dalam BSI? Simak perjalanan bank berkode 451 di bawah ini.

Baca Juga: Mengenal BSI, Bank Syariah Terbesar Indonesia 

1. Terbentuk pada masa krisis ekonomi

Profil Bank Syariah Mandiri sebelum Bergabung dengan BSI Potret Kerusuhan 98 (wikipedia.org)

Setelah terjadinya krisis ekonomi pada 1998, setahun kemudian, tepatnya pada 1 november 1999, Bank Mandiri membentuk PT. Bank Syariah Mandiri. Dilansir dari Investor Syariah, terbentuknya Bank Syariah Mandiri merupakan gabungan dari 3 bank, yakni PT Bank Susila Bakti (BSB), PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota Prestasi, dimana ketiga bank tersebut terkena dampak krisis.

Bank Syariah Mandiri hadir sebagai bank dibawah BUMN yang mampu melandasi kegiatan operasionalnya dengan idealisme usaha dan nilai-nilai keagamaan. Hal inilah yang menjadi salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri di Indonesia.

2. Menawarkan produk syariah untuk nasabah

Profil Bank Syariah Mandiri sebelum Bergabung dengan BSI 

Bank Syariah Mandiri memiliki bermacam-macam produk perbankan syariah yang dapat memenuhi kebutuhan nasabahnya. Mulai dari tabungan simpanan hingga produk pinjaman berbasis syariah.

Untuk tabungan simpanan, Bank Syariah Mandiri menawarkan berbagai jenis tabungan, diantaranya:

  • Tabungan Mudharabah
  • Tabungan Simpel iB
  • Tabungan Berencana
  • Tabungan Wadiah
  • Tabungan Investa Cendekia
  • Tabungan Dollar
  • Tabungan Pensiun
  • Tabunganku

Yang paling banyak digunakan oleh nasabah adalah tabungan mudharabah atau tabungan syariah yang menerapkan akad mudharabah muthlaqah, dengan bagi hasil yang bersaing.

Selain itu, Bank Syariah Mandiri juga menyediakan tabungan haji dan umroh, deposito syariah, investasi, dan layanan Mandiri Syariah Priority untuk nasabah istimewa. 

Baca Juga: Ini Sederet Produk Bank Syariah Indonesia yang Banyak Manfaat

3. Nasib Bank Syariah Mandiri kini

Profil Bank Syariah Mandiri sebelum Bergabung dengan BSI Bank Syariah Indonesia (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Sebelum bermerger dengan bank syariah lain dalam Bank Syariah Indonesia, Bank Syariah Mandiri memiliki 1 Kantor Pusat dan 1.736 jaringan kantor yang terdiri dari 129 kantor cabang, 398 kantor cabang pembantu, 50 kantor kas, 1000 layanan syariah bank di Bank Mandiri dan jaringan kantor lainnya, 114 payment point, 36 kantor layanan gadai, 6 kantor mikro dan 3 kantor non operasional di seluruh provinsi di Indonesia, dengan akses lebih dari 200.000 jaringan ATM, seperti yang dilansir dari laman resmi Bank Syariah Mandiri.

Namun, sekarang ini Bank Syariah Mandiri tidak lagi beroperasi secara mandiri, tetapi sudah bergabung bersama Bank Syariah Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat mengakses bank syariah dengan hanya satu perbankan.

Baca Juga: 5 Perbedaan Bank Konvensional dan Syariah yang Perlu Kamu Tahu

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya