Comscore Tracker

7 Tips Memilih Produk Reksa Dana, Jangan Gegabah!

Perhatikan hal-hal berikut agar gak salah pilih reksa danamu

Reksa dana adalah salah satu instrumen investasi yang populer saat ini. Reksa dana dapat menjadi medium bagi para investor yang tidak memiliki modal besar, serta waktu dan pengetahuan yang terbatas, tetapi ingin tetap mendapatkan dan menambah cuan. 

Ada banyak perusahaan manajer investasi yang menawarkan produk reksa dana. Sebelum kamu memutuskan untuk membeli, ada baiknya simak tips memilih reksa dana berikut ini, yuk!

1. Ketahui profil risikomu 

7 Tips Memilih Produk Reksa Dana, Jangan Gegabah!ilustrasi grafik (unsplash.com/Isaac Smith)

Profil risiko dapat diartikan sebagai indikator untuk mengukur tingkat toleransi seorang investor terhadap risiko instrumen investasinya. Profil risiko dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih produk reksa dana yang sesuai. Ada tiga tipe profil risiko, antara lain:

  • Konservatif: adalah investor yang cenderung menghindari risiko. Investor tipe ini hanya dapat mentoleransi risiko rendah, sehingga cocok untuk berinvestasi di instrumen yang memiliki pergerakan yang cenderung stabil, seperti reksa dana pasar uang.
  • Moderat: investor yang satu ini dapat dikatakan lebih bisa mentoleransi risiko investasinya, tetapi di sisi lain juga tidak bisa mentoleransi risiko yang terlalu tinggi, sehingga biasanya investor tipe ini mendiversifikasi portofolio investasinya, produk reksa dana yang cocok untuk tipe investor ini adalah reksa dana campuran. 
  • Agresif: tipe investor ini dapat dikatakan sebagai investor yang paling mentoleransi risiko atas investasinya, termasuk risiko tinggi sekalipun, sehingga reksa dana saham menjadi produk reksa dana yang cocok untuk investor tipe ini. 

2. Tentukan tujuan investasimu 

7 Tips Memilih Produk Reksa Dana, Jangan Gegabah!ilustrasi grafik (pixabay.com/Mediamodifier)

Memilih reksa dana sesuai profil risiko saja belum cukup. Kamu juga harus menentukan tujuan investasimu, apakah tujuan investasimu untuk jangka pendek, menengah, atau panjang. 

Untuk investasi jangka pendek, dengan rentang waktu kurang dari setahun, dan menengah, dengan rentang 1-5 tahun, sebaiknya kamu memilih produk reksa dana yang cenderung memiliki imbal hasil yang stabil, seperti reksa dana pasar uang dan obligasi. 

Sementara itu, untuk investasi jangka panjang, yaitu dengan rentang waktu lebih dari lima tahun, reksa dana saham sangat cocok untuk dipilih. Hal ini karena fluktuasi reksa dana saham yang tinggi, sehingga imbal hasil yang memuaskan pun mungkin baru bisa didapat setelah bertahun-tahun. 

3. Pilih manajer investasi yang tepat 

7 Tips Memilih Produk Reksa Dana, Jangan Gegabah!ilustrasi pengelolaan dana (unsplash.com/Towfiqu Barbhuiya)

Karena dana yang kamu investasikan di reksa dana nantinya akan dikelola oleh seorang manajer investasi, sehingga memilah milih perusahaan manajer investasi yang memiliki kinerja yang baik sangatlah diperlukan.

Kamu bisa mengetahui kinerja manajer investasi yang akan kamu pilih melalui beberapa indikator, seperti total dana yang dikelola (AUM), penurunan terbesar nilai reksa dana (Maximum Drawdown), dokumen prospektus, dan lainnya yang akan dijelaskan pada point-point selanjutnya. 

4. Perhatikan indikator-indikator yang ada 

7 Tips Memilih Produk Reksa Dana, Jangan Gegabah!ilustrasi investasi (pexels.com/Liza Summer)

Berikutnya kamu harus memperhatikan beberapa indikator yang ada. Hal ini penting untuk mengetahui kinerja perusahaan manajer investasi yang akan kamu pilih nantinya. Beberapa indikator yang umumnya dapat kamu jadikan acuan, antara lain:

  • Return: adalah gambaran tentang potensi keuntungan yang akan didapat dari berinvestasi di suatu reksa dana. Tak hanya itu, return juga dapat menjadi indikator untuk mengukur kinerja suatu reksa dana secara keseluruhan.  
  • Maximum Drawdown: adalah penurunan terbesar nilai suatu reksa dana dari titik tertinggi ke terendahnya. Hal ini dapat memberikan kamu gambaran mengenai risiko penurunan yang ada. 
  • Asset Under Management (AUM): adalah jumlah dana yang dikelola oleh suatu perusahaan manajer investasi, semakin banyak dana yang dikelola, maka tingkat kepercayaan investor terhadap manajer investasi tersebut semakin tinggi. 
  • Expense Ratio: adalah persentase besaran biaya operasional yang dibutuhkan manajer investasi untuk mengelola suatu reksa dana. Semakin kecil persentasenya, bisa dikatakan semakin efisien juga pengelolaaan suatu reksa dana.

Baca Juga: Betapa Pentingnya Investasi untuk Remaja Usia 20-an

5. Pahami isi dokumen prospektus dengan baik 

7 Tips Memilih Produk Reksa Dana, Jangan Gegabah!ilustrasi dokumen (unsplash.com/Giorgio Tomassetti)

Prospektus adalah sebuah dokumen yang memuat informasi lengkap mengenai suatu reksa dana. Sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk reksa dana, pahami terlebih dahulu informasi penting yang termuat dalam dokumen prospektusnya.

Beberapa informasi yang penting untuk kamu gali dari dokumen prospektus, antara lain:

  • Izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • Rekam jejak manajer investasi dan bank kustodian
  • Metode yang digunakan untuk menghitung Nilai Aktiva Bersih (NAB)
  • Jenis dan kebijakan investasi
  • Biaya-biaya yang dibebankan
  • Kinerja dan risiko
  • Laporan keuangan

6. Ketahui biaya-biaya yang dibebankan 

7 Tips Memilih Produk Reksa Dana, Jangan Gegabah!ilustrasi uang (unsplash.com/Alexander Mils)

Mengetahui biaya-biaya apa saja yang dibebankan juga tak kalah pentingnya, hal ini karena tentunya akan mempengaruhi nilai investasimu nantinya. Besaran biaya yang dibebankan perusahaan manajer investasi berbeda-beda, sehingga penting untuk kamu mengetahui berapa besaran biaya yang akan dibebankan. 

Biaya-biaya yang umumnya dibebankan kepada investor, antara lain biaya imbalan atas jasa manajer investasi (management fee), biaya pembelian (subscription fee), biaya pengalihan (switching), dan biaya pencairan (redemption fee).

7. Bandingkan dengan reksa dana lain 

7 Tips Memilih Produk Reksa Dana, Jangan Gegabah!ilustrasi investasi (unsplash.com/Wance Paleri)

Yang terakhir ini juga tak kalah pentingnya. Sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk reksa dana, ada baiknya kamu membandingkannya dengan beberapa produk reksa dana lainnya, agar kamu bisa mendapat produk reksa dana yang paling sesuai dan tepat untukmu.

Tujuh tips memilih reksa dana di atas patut kamu perhatikan baik-baik, sebelum pada akhirnya membeli produk reksa dana pilihanmu. Ingat, jangan terburu-buru dalam memutuskan membelinya agar kamu bisa mendapatkan produk terbaik dengan keuntungan maksimal. 

Baca Juga: 5 Bentuk Investasi Diri di Usia Muda, Jangan Sampai Terlewat!

Angga Kurnia Saputra Photo Verified Writer Angga Kurnia Saputra

Self-proclaimed foreign policy enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya