Comscore Tracker

3 Kesalahan Millennial dalam Mengelola Keuangan

Ini hal-hal yang membuat millennial terlena

Jakarta, IDN Times - Generasi millennial dicap boros dan kurang andal dalam mengelola keuangan. Padahal, untuk menyongsong masa depan yang masih panjang, millennial perlu mengelola keuangannya dengan baik. 

Property Investor and Developer, Qualified Wealth Planner, Kennedy Handerson menilai millennial kerap salah dalam mengelola keuangan karena terlena akan sejumlah hal. Hal itu diungkapkan seminar Gatherich di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Apa saja kesalahan para millennial itu?

Baca Juga: 5 Cara Menyelamatkan Gaji Kamu dari Keborosan

1. Terlena penghasilan

3 Kesalahan Millennial dalam Mengelola KeuanganIlustrasi Belanja Online (IDN Times/Meiska Irena)

Menurut Ken, kesalahan millennial saat ini, terlalu menikmati pendapatannya. Hal itu justru membuat millennial saat ini kerap melupakan pentingnya investasi.

"Mereka bukannya sisihkan buat investasi, malah mereka pakai dulu, baru sisanya ditabung. Jadi wajar kalau mereka gak bisa beli ini itu. Ujung-ujungnya (jadi) netizen julid kan," tuturnya.

2. Terlena gaya hidup

3 Kesalahan Millennial dalam Mengelola KeuanganSejumlah pengunjung terlihat berbelanja setelah Mal di Jakarta resmi dibuka kembali pada 15 Juni 2020 (IDN Times/Athif Aiman)

Di sisi lain, millennial di era saat ini mudah terlena oleh gaya hidup. Mulai dari nongkrong hingga membeli banyak produk untuk menunjang fesyen terkini. Seharusnya, kata Ken, millennial bisa menyisihkan sebagian penghasilannya untuk anggaran tersebut. 

"Salahnya di situ. Mereka kecepatan beli gaya hidup. Kecepatan menikmati. Bukan gak boleh, tapi ada budget-nya," kata dia.

3. Terlena menjadi cashless society

3 Kesalahan Millennial dalam Mengelola KeuanganIlustrasi Sistem Transaksi Pembayaran di Era New Normal (IDN Times/Besse Fadhilah)

Faktor ketiga ini juga dinilai sebagai kesalahan para millennial dalam pengelolaan keuangan mereka. Metode pembayaran yang semakin mudah membuat mereka semakin tertarik untuk bertransaksi.

Kebanyakan dari mereka hidup sebagai cashless society yang mereka nilai serba mudah. Namun, mereka lupa bahwa transaksi secara nontunai lebih boros jika tidak diatur dengan baik.

"Jaman sekarang dipermudah oleh online payment, nggak salah sebenarnya, tapi behaviour mereka untuk menikmati dan dipermudah mereka makin hajar terus," tandasnya.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Menabung bagi Kalian si Boros

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya