Comscore Tracker

Kisah Tenun Bali Karya UMKM yang Dipinang Christian Dior

Bangga buatan Indonesia

Jakarta, IDN Times - Keindahan kain tenun Bali sudah sudah tidak dipungkiri lagi. Nilai plus tersebut kian mantap di tangan Achmad Nur Hasim, pemilik usaha Kekean Wastra Gallery.

Dia mampu membuat kain tenun Endek Bali mendapat kepercayaan dari produsen barang mewah dan rumah mode ternama asal Perancis, Christian Dior. Bagaimana kisahnya?

Baca Juga: Batik Lebak dan Tenun Baduy Tembus Pasar Mancanegara

1. Achmad merupakan salah satu UMKM binaan Pertamina

Kisah Tenun Bali Karya UMKM yang Dipinang Christian DiorSalah satu produk UMKM Indonesia. IDNTimes/Holy Kartika

Achmad merupakan salah satu UMKM mitra binaan perusahaan pelat merah, PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang tekstil. Meski masih muda, karya dan prestasinya yang ditorehkan Achmad cukup mentereng.

Dalam salah satu ajang di Jepang, dari 17 usaha yang diikutkan pemerintah Indonesia, hanya enam yang lolos untuk dikirim ke Jepang. Satu peserta hanya dapat maksimal mengirim lima produk untuk lima kategori.

“Dan dari enam peserta ini, Alhamdulillah hanya Kekean yang berhasil menyapu bersih lima penghargaan dalam masing-masing kategori,” ujarnya dalam keterangan resmi, seperti dikutip Sabtu (5/12/2020).

2. Kunci kesuksesan produk tenun Bali produksi Achmad

Kisah Tenun Bali Karya UMKM yang Dipinang Christian DiorANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Pria yang akrab disapa Aam ini mengungkapkan, salah satu rahasia di balik kesuksesan produksinya adalah dari segi pewarnaan. Dia harus menggunakan pewarna yang ramah lingkungan agar produknya dapat diterima hingga mancanegara.

“Jepang itu kalau masalah kualitas bahan pewarnaan nomor satu, kemudian diikuti negara-negara Eropa. Terpenting, limbah pewarna tidak boleh mencemari air sekitar tempat produksi,” tuturnya.

Aam pun mencari cara untuk dapat menyiasatinya. Dia akhirnya memilih menggunakan bahan kimia sebagai pewarna kain. Namun demikian, jenis yang dipilih yang ramah lingkungan dan penggunaan yang minim. Aam menegaskan tetap memperbanyak penggunaan pewarna alam.

“Saya pilih tanaman yang dapat dibudidayakan, seperti Indigofera, Jolawe, Mahoni, Soga Jambal, Gambir dan lainnya,” ujar pria 37 tahun ini.

3. Produksi Achmad dilirik perancang busana kondang

Kisah Tenun Bali Karya UMKM yang Dipinang Christian DiorTenun Bali karya Kekean Wastra Gallery dipinang Christian Dior (Dok. Pertamina)

Kerja keras Achmad untuk tetap menjaga kualitas produknya mampu membuahkan hasil. Dia kemudian dihubungi oleh atase perdagangan Indonesia di Paris. Dirinya diminta untuk mengirimkan sampel produknya ke perancang busana terkenal, Christian Dior.

“Setelah kirim produk ini, kami dapat balasan diberi sampel kain, kebetulan adalah Kain Endek Bali, diminta untuk buat persis dengan kualitas yang sama juga,” ujarnya.

Alhasil, Aam pun menyanggupi dan mengirim kain sepanjang 600 meter pesanan Dior. Pihak Dior kemudian kembali memesan kain tersebut sepanjang 900 meter, 1.380 meter, 1.500 meter, dan terakhir sekitar 1.700 meter.

Tidak hanya sekadar memesan kain, Christian Dior juga diketahui menjadikan kain Endek Bali produksi Kekean sebagai bagian dari koleksi musim semi dan musim panas 2021. Hal ini terungkap dari peragaan busana “Paris Fashion Week” pada 29 September 2020 lalu di Jardin de Tuileries, Paris.

4. Aam berdayakan warga lokal

Kisah Tenun Bali Karya UMKM yang Dipinang Christian DiorTenun Bali karya Kekean Wastra Gallery dipinang Christian Dior (Dok. Pertamina)

Aam patut bersyukur karena produksinya mendapat respons baik dari masyarakat. Permintaan dari konsumen pun melonjak. Dia kemudian memberdayakan banyak warga lokal di Bali, tempat pusat produksinya.

Terhitung, kurang lebih 100 orang yang ia minta untuk dapat membantu usahanya. Di mana, hampir 99 persen merupakan para wanita yang merupakan ibu rumah tangga.

“Kami banyak berdayakan ibu rumah tangga agar mereka dapat membantu pemasukan keluarga,” ujarnya.

Aam berencana akan mengembangkan usahanya melalui peningkatan produksi dan ekspansi wilayah tempat produksi. Selain di Bali, dirinya berencana akan membuat rumah produksi Kekean di Kota kelahirannya Nganjuk, Jawa Timur. Sehingga makin banyak peluang lapangan kerja yang turut terbuka.

Baca Juga: Bikin Kamu Anggun, 7 Jenis Kain Tenun Khas Bali

Topic:

  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya