Comscore Tracker

5 Hal tentang Investasi Syariah yang Perlu Diketahui Investor Pemula

Ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan investor pemula

Jakarta, IDN Times - Perencana keuangan Finansialku, Harryka Joddy P mengatakan bahwa di awal tahun ini potensi investasi syariah akan terus membaik. Ada banyak alasan yang membuat hawa investasi diprediksi akan semakin segar.

Pertama, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia di akhir tahun. Selain itu, sentimen positif juga datang dari program vaksinasi COVID-19 yang dimulai.

Tak hanya itu, kini pemerintah sedang optimalisasi lembaga SWF (Sovereign Wealth Fund) untuk menarik minat investor, dan optimisme pelaku pasar terhadap program-program pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional

Nah, mengingat ini saat yang baik untuk berinvestasi, siap-siap yuk. Bagi kalian yang baru tertarik dengan investasi syariah, kenali dulu yuk apa sih investasi syariah itu. Lalu, apa yang membedakan dengan investasi biasa?

Baca Juga: Menakar Potensi Ekonomi Syariah Indonesia

1. Bagaimana caranya mengenali investasi syariah?

5 Hal tentang Investasi Syariah yang Perlu Diketahui Investor PemulaIlustrasi investasi syariah, keuangan syariah (IDN Times/Shemi)

This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media.

Investasi syariah banyak jenisnya mulai dari deposito syariah, sukuk, emas, reksa dana syariah, hingga saham syariah. Jika kamu sekarang ingin investasi di bursa saham tapi sesuai prinsip syariah agama Islam, tidak perlu bingung. 

Cara mudah bagi para investor pemula yang ingin menginvestasikan dananya sesuai dengan prinsip syariah, adalah dengan melihat dan mengacu kepada Daftar Efek Syariah (DES). Daftar Efek Syariah merupakan kumpulan surat berharga yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal yang ditetapkan oleh OJK dan MUI.

"Dari sana nanti tinggal pilih instrumen apa saja yang akan dianalisa dan dibeli untuk memiliki portofolio investasi syariah. Saat ini banyak instrumen investasi syariah yang bisa dengan mudah diakses oleh masyarakat luas," kata Harryka.

2. Apa yang membedakan dengan investasi biasa?

5 Hal tentang Investasi Syariah yang Perlu Diketahui Investor PemulaIlustrasi Investasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Yang membedakan dengan investasi biasa adalah segala bentuk investasi syariah harus sesuai dengan prinsip dan kaidah syariah serta terikat pada fatwa dan ketentuan dari Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia.

Salah satu contoh prinsip dan kaidah syariah yang harus dipenuhi oleh instrumen investasi syariah adalah wajib terhindar dari unsur-unsur seperti maisir (perjudian), gharar (ketidakpastian), riba (penambahan), dan lain sebagainya.

Baca Juga: Aman dan Halal, Ini 5 Kelebihan Investasi Produk Reksa Dana Syariah

3. Apa kesamaannya dengan investasi konvensional?

5 Hal tentang Investasi Syariah yang Perlu Diketahui Investor PemulaPegawai BNI Syariah Kantor Cabang Semarang memberikan penjelasan kepada nasabah terkait tabungan Hasanah yang bisa digunakan untuk pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) atau BNI Griya iB Hasanah, di Semarang, Jawa Tengah. IDN Times/Dhana Kencana

Harryka menjelaskan pada dasarnya, investasi syariah maupun nonsyariah atau konvensional sama-sama bertujuan untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Keduanya juga merupakan sarana investasi yang sah dan dilindungi undang-undang.

Investasi syariah pun bisa menghasilkan keuntungan sesuai dengan karakter investasi seperti kupon, dividen, capital gain, berupa bagi hasil keuntungan. Keduanya juga bisa menyebabkan kerugian bagi investor tergantung dengan kondisi pasar.

"Contoh paling nyata adalah saat pandemik dan krisis seperti ini, hampir semua instrumen investasi mengalami penurunan tingkat bagi hasil yang cukup signifikan," katanya. 

4. Lalu mana investasi syariah yang terbaik?

5 Hal tentang Investasi Syariah yang Perlu Diketahui Investor PemulaIlustrasi Harga Saham Naik (Bullish) (IDN Times/Arief Rahmat)

Kamu bingung mau pilih jenis instrumen investasi syariah yang mana? 

Harryka mengatakan piliha  yang terbaik adalah yang sesuai dengan tujuan keuangan kita baik itu jangka pendek, menengah, maupun panjang. Sesuaikan juga profil risiko tiap-tiap instrumen dengan toleransi risiko yang kita miliki.

"Misalkan, saham syariah yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi cocok untuk investasi dengan tujuan keuangan jangka panjang di atas 10 tahun," kata Harryka.

5. Kenapa sekarang saat yang tepat untuk berinvestasi syariah?

5 Hal tentang Investasi Syariah yang Perlu Diketahui Investor PemulaIlustrasi ekonomi syariah. (unair.ac.id)

Secara umum, saat ini dinilai sebagai waktu yang baik untuk berinvestasi. Alasan pertama, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia di akhir tahun. Selain itu, sentimen positif juga datang dari program vaksinasi COVID-19 yang dimulai.

Tak hanya itu, kini pemerintah sedang optimalisasi lembaga SWF (Sovereign Wealth Fund) untuk menarik minat investor, dan optimisme pelaku pasar terhadap program-program pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional.

Selain itu, khusus untuk investasi syariah, ada alasan lebih kuat lagi. Pemerintah saat ini tengah menggenjot ekonomi syariah Indonesia. Pada Mei 2019 lalu, Presiden Joko “Jokowi” Widodo meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024.

Ini merupakan program yang diluncurkan untuk membangkitkan ekonomi syariah di Indonesia. Artinya, secara kebijajan dan regulasi akan banyak hal positif yang menunjang praktik ekonomi syariah, termasuk investasi syariah. 

Baca Juga: Ini Rekomendasi Investasi Syariah yang Bisa Kamu Coba 

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya