Comscore Tracker

4 Fakta Menarik tentang Angpao Imlek yang Perlu Kamu Ketahui 

Jumlah uang yang berpindah tangan saat Imlek bisa triliunan 

Jakarta, IDN Times - Perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek identik dengan warna merah, kue keranjang, barongsai, dan angpao. Tahukah kamu? Angpao alias si amplop merah ini selalu menjadi topik hangat bagi masyarakat etnis Tionghoa di perayaan Imlek.

Angpao dianggap sebagai salah satu bentuk “hadiah” yang terbaik untuk keluarga dan kerabat terdekat ketika ulang tahun, pernikahan, dan perayaan lain yang membawa kebahagiaan.

Tidak cuma anak kecil, angpao juga selalu dinantikan oleh remaja dan orang dewasa di hari-hari spesial. Wajar, memang tidak ada hadiah yang lebih baik dan lebih menyenangkan daripada uang cash, bukan?

Dilansir dari Lifepal.co.id, berikut fakta-fakta menarik terkait angpao.

Baca Juga: 4 Tips Bagi-Bagi Angpao Lebaran tapi Gak Bikin Kere

1. Jumlah uang yang berpindah tangan saat Imlek bisa triliunan rupiah lho

4 Fakta Menarik tentang Angpao Imlek yang Perlu Kamu Ketahui Produk masker dan wadah angpau sebagai produk turunan dari batik shio. IDN Times/Alfi Ramadana

Dalam satu hari, uang yang berpindah tangan dalam bentuk angpao bisa triliunan rupiah. Menurut data Sensus Penduduk Indonesia tahun 2010 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS), ada 2,83 juta jiwa warga keturunan Tionghoa di Indonesia. Jumlah tersebut adalah 1,2 persen dari total populasi penduduk Indonesia yang mencapai 236,73 juta jiwa per tahun 2010.

Sayangnya, kita belum bisa menggunakan data terbaru dari Sensus Penduduk tahun 2020 lantaran BPS belum menyampaikan data dengan kategori suku atau etnis. Jika kita berasumsi rata-rata satu keluarga Tionghoa beranggotakan empat orang, maka ada 707.500 keluarga Tionghoa di Indonesia.

Jika rata-rata anggaran angpao tiap keluarga adalah sebesar Rp2 juta, maka ada Rp1,4 triliun uang angpao setiap tahunnya berpindah tangan di hari Imlek. Ingat kembali bahwa jumlah tersebut adalah perhitungan dengan variabel jumlah penduduk Tionghoa per tahun 2010. Kini, sudah tentu angkanya lebih besar, karena sudah terpaut 10 tahun lebih.

2. Orang dewasa atau sudah menikah wajib memberi angpao

4 Fakta Menarik tentang Angpao Imlek yang Perlu Kamu Ketahui pexels.com/ RODNAE Productions

Seperti tradisi yang dibentuk oleh kelompok sosial mana pun, memberikan angpao juga ada aturannya sendiri. Aturan ini dipengaruhi sejarah dan kepercayaan kuno yang tidak seluruhnya sesuai dengan pemikiran modern saat ini. Beberapa kelompok kadang juga sudah memodifikasi aturan sendiri.

Yang jelas, orang dewasa wajib membagikan angpao. Artinya, jika seseorang sudah menikah atau sudah beberapa tahun di atas usia menikah umumnya, dia wajib memberikan angpao di hari Imlek kepada orang tua dan sanak keluarga yang belum menikah.

Besaran angpao tentunya berbeda-beda, tergantung dari tingkat ekonomi dan kesanggupan masing-masing individu. Semakin kaya seseorang, semakin besar angpao yang diberikan karena dipercaya harus lebih banyak berbagi agar terus mendapatkan rezeki. Selain kepada keluarga inti, biasanya tuan rumah juga memberikan angpao kepada anak dari tamu yang berkunjung. 

Baca Juga: 10 Potret Isi Angpao Imlek Ini Realitanya Jauh dari Ekspektasi, Kocak!

3. Anak-anak paling bahagia saat Imlek tiba

4 Fakta Menarik tentang Angpao Imlek yang Perlu Kamu Ketahui IDN Times/Aji

Anak-anak adalah kelompok umur yang mungkin paling bahagia ketika Imlek tiba. Maklum, anak kecil belum sepenuhnya tahu makna kekeluargaan yang lebih besar dari sekedar menerima amplop merah ini.

Karena ekonomi negara terus bertumbuh dan tingkat pendapatan setiap keluarga juga meningkat, sudah pasti angpao juga bertambah setiap tahunnya. Tentu saja, tanpa mengesampingkan efek pandemi COVID-19 yang tentu berimbas pula pada pendapatan keluarga warga Tionghoa di Indonesia.

Jumlah tetangga dan sanak keluarga yang cenderung bertambah setiap tahunnya berpotensi pula menambah jumlah angpao yang didapat. Sebelum pandemi, semakin banyak rumah tetangga dan kerabat yang sanggup dikunjungi ketika Imlek, semakin banyak pula angpao yang didapat. 

Di masa pandemi seperti ini, tatap muka secara fisik pasti jauh berkurang. Tapi bukan berarti tradisi memberikan angpao lantas terhambat. Warga masih bisa berkirim “angpao virtual” via transfer online tentunya.

Walaupun diberikan kepada anak kecil, tapi biasanya setelah dibuka, uang angpao pasti dititipkan ke orang tua. Bahkan untuk anak bayi, angpao sudah pasti menjadi milik orang tua. Makanya, biasanya orang tua juga bersemangat membawa anaknya untuk berkunjung ke banyak rumah keluarga dan tetangga.

Positifnya, tradisi ini secara tidak langsung menjadi mekanisme sosial yang sangat efektif untuk menjaga silaturahmi. Tentunya, mencari angpao bukan tujuan utama. Pada akhirnya semua orang memberi dan mendapatkan angpao dari anak-anaknya. Selain itu tidak semua orang diberikan angpao jika dirasa tamu yang berkunjung tidak memiliki hubungan yang terlalu akrab dengan tuan rumah.

4. Makna memberi angpao bagi orang dewasa

4 Fakta Menarik tentang Angpao Imlek yang Perlu Kamu Ketahui Ilustrasi angpau (IDN Times/Mela Hapsari)

Sebagian besar etnis Tionghoa percaya bahwa rezeki akan kembali jika kita memberi. Ketika memberi angpao, sudah menjadi tradisi untuk berkata “isinya tidak penting, yang penting doa untuk rezeki terus bertambah”. Inilah indahnya momen kebersamaan di Imlek.

Walaupun begitu, momen ini juga kadang secara tidak langsung menjadi penilaian atas kekayaan seseorang. Secara alami, keluarga yang kaya akan mendapatkan banyak pengunjung ke rumah karena mereka cenderung memberikan angpao yang lebih besar. Kadang, tetangga atau kenalan yang tidak terlalu akrab juga berkunjung ke rumah membawa anaknya. Alhasil, muncul kebiasaan baru yang menarik: wisata di saat Imlek.

Cukup masuk akal. Jika dihitung, pengeluaran angpao dan makanan penjamu Imlek cukup untuk membiayai wisata keluar kota. Hal itu yang melatar-belakangi tren di mana keluarga kaya hanya memberikan angpao ke anggota keluarga inti, kemudian sisanya dipakai untuk jalan-jalan ke luar kota. Jika tidak ada di rumah di hari Imlek, maka tamu tidak bisa berkunjung dan tuan rumah tidak perlu memberikan angpao. Tentunya, hal semacam ini tak lagi ditemui saat pandemi seperti sekarang ini, di mana pergerakan masyarakat dibatasi, termasuk keluar kota.

5. Tips membuat anggaran angpao

4 Fakta Menarik tentang Angpao Imlek yang Perlu Kamu Ketahui Ilustrasi Uang Rp75000 (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Tidak ada aturan pasti untuk ini, angka angpao bisa mulai dari Rp20 ribu hingga jutaan rupiah. Bahkan dengan canggihnya teknologi, kadang angpao tidak diberikan di dalam amplop, namun dikirimkan langsung ke rekening penerima.

Bagaimana menganggarkan total pengeluaran untuk angpao? Pertama, tentukan batasan maksimal yang nyaman untuk dialokasikan sesuai kemampuan finansialmu. Angka ini sangat subjektif dan berbeda-beda dari tiap individu. Idealnya, tidak lebih dari penghasilan bulanan dari pemberi angpao. Setelah menentukan anggaran, tentukan pembagian yang pas untuk orang-orang yang diberikan.

Cara mengumpulkan dana anggaran angpao pun cukup mudah. Sisihkan sebagian penghasilanmu selama beberapa bulan sebelum Imlek, lalu masukkan ke dalam tabungan maupun instrumen investasi jangka pendek yang likuid, seperti reksa dana pasar uang. Selain mudah dicairkan kapan pun saat dibutuhkan--tidak seperti deposito yang akan memberi penalti jika dicairkan sebelum jatuh tempo-- return atau imbal hasil yang didapat pun lebih tinggi.

Baca Juga: 5 Tips Mudah Mengelola THR Lebih Bijak dengan Dompet Digital

Topic:

  • Indiana Malia
  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya