Comscore Tracker

4 Instrumen Investasi untuk Millennial, Cek Risiko dan Keuntungannya! 

Kenali profil risiko dan produk sebelum berinvestasi

Jakarta, IDN Times - Memahami instrumen investasi sangat krusial sebelum seorang investor memutuskan untuk berinvestasi. Selain itu, investor juga harus mengenali profil risiko, yaitu indikator yang menggambarkan seberapa besar toleransi investor terhadap risiko. 

"Ada beberapa alasan orang menunda investasi. Di antaranya tidak tahu kenapa harus investasi, ingin investasi tetapi gaji tak cukup, atau punya banyak uang tetapi tidak tahu cara berinvestasi," ungkap Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Freddy Tedja, dalam acara Standard Chartered 2020 Academy for Media di Jakarta, Selasa (11/2).

Setelah mengenali profil risiko, barulah investor bisa memulai investasi. Freddy Tedja menjabarkan 4 instrumen investasi yang bisa dicoba oleh calon investor, tak terkecuali millennial. Apa saja?

Baca Juga: Pernah Jadi 'Hantu', Bahlil Ajak Pengusaha Penjegal Investasi Taubat

1. Deposito, merupakan produk simpanan di bank

4 Instrumen Investasi untuk Millennial, Cek Risiko dan Keuntungannya! Ilustrasi investasi. (IDN Times/Mia Amalia)

Deposito adalah produk simpanan di bank. Investor bisa menempatkan uang sesuai ketentuan jumlah minimal bank, kemudian dapat diambil dalam jangka waktu tertentu. Menurut Freddy, kelebihan deposito adalah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Selain itu, deposito juga tak perlu sering dipantau seperti saham.

"Gak perlu pengetahuan banyak. Investor tinggal pintar memilih bank-nya saja," kata Freddy.

Namun demikian, deposito tak bisa dicairkan sewaktu-waktu. Investor akan dikenakan penalti dan imbal hasil yang dijanjikan akan hangus.

2. Properti sebagai pilihan investasi jangka panjang

4 Instrumen Investasi untuk Millennial, Cek Risiko dan Keuntungannya! ilustrasi perumahan (Dok.Kementerian PUPR)

Properti bisa dijadikan pilihan investasi jangka panjang. Menurut Freddy, pertumbuhan model properti cukup tinggi.

"Misal beli bangunan Rp100 juta, di kemudian hari dilalui MRT. Harganya bisa melonjak Rp150 juta. Tapi properti tidak likuid, dana yang dibutuhkan juga besar, minimal uang muka 20-30 persen dari harga," ungkapnya.

Selain itu, investor properti juga butuh biaya pemeliharaan. Investor juga wajib punya pengetahuan mumpuni tentang properti, mulai dari lokasi, akses, network, dan lain-lain.

3. Emas, investasi bersifat likuid dan bisa dijual di toko emas mana pun

4 Instrumen Investasi untuk Millennial, Cek Risiko dan Keuntungannya! Ilustrasi (ANTARA FOTO)

Emas adalah salah satu instrumen yang digemari masyarakat. Sebab, emas bersifat likuid dan bisa dijual di toko emas mana pun.

"Tapi, emas butuh waktu yang panjang untuk bertumbuh. Investor butuh pengetahuan kapan waktu yang tepat untuk beli dan kapan harga emas akan naik," tuturnya.

4. Pasar modal terdiri dari saham, obligasi, hingga reksa dana

4 Instrumen Investasi untuk Millennial, Cek Risiko dan Keuntungannya! Pengunjungi mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Ada beberapa investasi yang bisa dipilih di sektor pasar modal, seperti saham, obligasi, hingga reksa dana. Freddy menjelaskan, saham memiliki potensi imbal hasil tinggi, namun fluktuasinya juga tinggi. Selain itu, dana pembelian minimal 1 lot.

"Harus punya waktu untuk memantau pergerakan harga dan imbal hasil. Sangat dibutuhkan pengetahuan pasar dan kondisi makroekonomi, karena itu sangat berhubungan dengan harga saham," jelasnya.

Sementara, lanjut Freddy, fluktuasi obligasi cenderung moderat dengan imbal hasil sedang. Dana yang dibutuhkan juga besar. Menurut Freddy, saat ini memang ada obligasi ritel, namun tak seterjangkau instrumen reksa dana.

"Kalau investasi di reksa dana sangat terjangkau, bisa mulai Rp10 ribu. Reksa dana juga likuid, diawasi OJK, bebas pajak, dan produk-produknya terdiversifikasi," kata Freddy.

Baca Juga: Kumpulkan Dana Investasi Kemenkeu Tawari Millennial Beli Saham Fintech

Topic:

  • Indiana Malia
  • Sunariyah
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya