Comscore Tracker

Rupiah Ditutup Menguat Imbas Kenaikan Cadangan Devisa RI

Cadangan devisa di atas standar kecukupan internasional

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 34  poin. Mengutip Bloomberg, rupiah berada di level Rp14.285. Untuk perdagangan pekan depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi.

"Namun ditutup menguat di rentang Rp14.250-Rp14.310," ungkap Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021).

Baca Juga: Pagi Ini Rupiah Menguat di Level Rp14.255

1. Cadangan devisa mencapai 138,8 miliar dolar AS

Rupiah Ditutup Menguat Imbas Kenaikan Cadangan Devisa RIIlustrasi Uang Rupiah (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Menurut Ibrahim, salah satu faktor penguatan rupiah adalah cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2021 mencapai 138,8 miliar dolar AS. Angka ini meningkat bila dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2021 yang sebesar 137,1 miliar dolar AS.

"Walaupun data yang dirilis belum sesuai dengan ekspektasi pasar yaitu 139 miliar dolar AS, namun ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia," ungkapnya.

Baca Juga: Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$138,8 Miliar 

2. Posisi cadangan devisa di atas standar kecukupan internasional

Rupiah Ditutup Menguat Imbas Kenaikan Cadangan Devisa RIilustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Selain itu, lanjut Ibrahim, posisi cadangan devisa ini berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Menurut Ibrahim, cadangan devisa yang kuat dapat menjadi amunisi untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.

"Saat nilai tukar stabil, investor akan lebih merasa aman dan nyaman berinvestasi di Indonesia," kata dia.

3. Cadangan devisa dipengaruhi penerimaan pajak dan penarikan pinjaman luar negeri

Rupiah Ditutup Menguat Imbas Kenaikan Cadangan Devisa RIIlustrasi Pajak (IDN Times/Arief Rahmat)

Berdasarkan keterangan resmi Bank Indonesia, peningkatan posisi cadangan devisa pada April 2021 dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

BI memastikan posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 10 bulan impor atau 9,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Baca Juga: Hari Pertama Larangan Mudik, Pergerakan Transportasi Turun Signifikan

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya